• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Selasa, Oktober 6, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Manajemen Risiko

Kendalikan Risiko ‘Black Box’ dan Deepfake, OJK Rilis Kerangka Tata Kelola AI Berbasis Prinsip

by Sandy Romualdus
25 September 2026 - 15:29
16
VIEWS
Kendalikan Risiko ‘Black Box’ dan Deepfake, OJK Rilis Kerangka Tata Kelola AI Berbasis Prinsip
0
SHARES
16
VIEWS

Deputi Komisioner OJK Deden Firman Hendarsyah menegaskan prinsip human-in-the-loop dan tata kelola AI perbankan berbasis risiko pada Seminar LPPI #109.

Stabilitas.id — Deputi Komisioner Pengaturan, Perizinan, dan Pengendalian Kualitas Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Deden Firman Hendarsyah, menegaskan bahwa secanggih apa pun kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bertindak secara otonom di industri perbankan, peran manusia tetap mutlak sebagai penentu arah, pengawas kualitas, dan pengambil keputusan akhir (human-in-the-loop).

  • Baca juga: Targetkan 5 Bank Syariah Jumbo pada 2027: OJK Dorong Konversi dan Wajibkan Merger Bank Kecil

Penegasan regulasi tersebut disampaikannya sebagai pembicara kunci (keynote speaker) dalam Virtual Seminar LPPI #109 bertajuk “Transformasi Industri Keuangan di Era AI: Human-AI Workforce sebagai Fondasi Baru Daya Saing Industri Keuangan Indonesia”, Jumat (25/9).

Deden memperingatkan bahwa evolusi teknologi cerdas dari sekadar otomatisasi tugas klerikal menuju agen otonom (Agentic AI) menuntut kerangka tata kelola berbasis prinsip (principle-based approach) guna mencegah disrupsi terhadap stabilitas sistem keuangan nasional.

BERITA TERKAIT

Targetkan 5 Bank Syariah Jumbo pada 2027: OJK Dorong Konversi dan Wajibkan Merger Bank Kecil

Mitigasi Dampak Bencana NTT : OJK Beri Relaksasi Kredit Tiga Tahun bagi Debitur di 8 Kabupaten

Luncurkan Roadmap 2026–2030: OJK Dorong Bank Masuk Era ‘Universal Banking’ dan Uji Risiko Iklim

Bendung Gadai Ilegal di Daerah: OJK Beri Lampu Hijau Izin Nasional Gadai Mulia dan Solusi Gadai

Deden memaparkan bahwa penetrasi teknologi digital dan mesin cerdas di sektor jasa keuangan bukan lagi wacana masa depan, melainkan realitas operasional yang sedang berlangsung setiap detik. Mengutip data industri, pasar AI global diproyeksikan menembus USD 184 miliar pada 2024 dan tumbuh rata-rata 28,46 persen per tahun hingga 2030 (Statista, 2024), di mana implementasi AI generatif diestimasikan mampu mendongkrak pendapatan industri perbankan sebesar 2,8 persen hingga 4,7 persen (McKinsey, 2023).

“Ketika kita berbicara mengenai teknologi digital dan AI, kita tidak sedang membicarakan masa depan, melainkan kenyataan saat ini. Dunia sudah dan sedang dibentuk oleh algoritma, big data, dan kecerdasan buatan yang terus berkembang secara dinamis setiap detiknya,” ujar Deden dalam sambutannya.

Evolusi otomatisasi perbankan kini telah merentang dari Robotic Process Automation (RPA), Traditional AI, Generative AI, hingga Agentic AI yang memiliki kapabilitas belajar dan mengambil tindakan mandiri lintas sistem. Di sektor keuangan, AI dimanfaatkan secara luas mulai dari layanan nasabah, underwriting kredit, pencegahan penipuan (fraud), kepatuhan, hingga analisis pasar.

  • Baca juga: Mitigasi Dampak Bencana NTT : OJK Beri Relaksasi Kredit Tiga Tahun bagi Debitur di 8 Kabupaten

Kendati demikian, Deden menyoroti sederet risiko struktural yang melekat pada sistem AI. Pada tingkat model, bank dihadapkan pada ancaman manipulasi rekayasa digital (deepfakes) yang memicu penipuan dan social engineering, fenomena kotak hitam (black box) yang menyulitkan keterjelaskan (explainability) keputusan algoritma, risiko bias diskriminatif data nasabah, serta kerentanan siber seperti peracunan data (data poisoning) dan pencurian model AI.

Secara makro, OJK mewaspadai risiko sistemik akibat ketergantungan berlebih terhadap vendor teknologi pihak ketiga (third-party concentration), risiko konsentrasi penyedia AI berskala Too Big To Fail (TBTF), serta potensi perilaku pasar yang seragam (herding behavior) antarinstitusi perbankan yang dapat mengguncang stabilitas moneter.

Menjawab kompleksitas tersebut, OJK mengadopsi pendekatan principle-based yang memberikan ruang fleksibilitas bagi bank untuk berinovasi sesuai skala usaha, kompleksitas, dan profil risikonya masing-masing. Kerangka ini bertumpu pada tiga prinsip nilai utama: Akuntabilitas (Accountability) yang mewajibkan transparansi proses dan kepatuhan privasi data nasabah; Pengawasan Manusia (Human Oversight) yang menjamin inklusivitas, etika, dan keadilan di seluruh siklus hidup AI; serta Keandalan (Reliability) yang memastikan sistem aman, tahan uji, dan dapat dijelaskan secara rasional.

Untuk membumikan prinsip tersebut, Deden menekankan integrasi terpadu pada tiga pilar operasional bank:

  1. People (SDM): Mewajibkan pelatihan kompetensi bagi pegawai bank agar memahami mitigasi bias risiko, batasan etika, dan peran tanggung jawab yang jelas.
  2. Process: Menerapkan kebijakan tata kelola menyeluruh, manajemen risiko berbasis siklus hidup (AI lifecycle dari inisiasi, perancangan, pengujian, evaluasi berkala), hingga pembentukan Komite AI dan audit model independen.
  3. Technology: Menerapkan arsitektur teknologi yang transparan, andal, adaptif terhadap risiko, serta berlandaskan prinsip security by design dan zero trust.

Menutup pemaparannya, Deden menggarisbawahi bahwa tata kelola teknologi cerdas tidak dapat diemban oleh satu pihak secara parsial.

  • Baca juga: Luncurkan Roadmap 2026–2030: OJK Dorong Bank Masuk Era ‘Universal Banking’ dan Uji Risiko Iklim

“Tingkat kompleksitas yang tinggi menyebabkan AI tidak dapat dihadapi secara optimal oleh satu pihak saja, sehingga diperlukan kolaborasi yang saling melengkapi antara regulator, industri, akademisi, dan masyarakat,” pungkas Deden, seraya mengajak seluruh pemangku kepentingan membangun ekosistem perbankan Indonesia yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing global. ***

Editor : Sandy Romualdus
Tags: Deden Firman HendarsyahHuman-in-the-LoopojkSeminar LPPItata kelola AI
 
 
 
 
 
Previous Post

Bukan Menyerahkan Kendali ke Mesin, LPPI Dorong Bankir Berkolaborasi dengan AI

Next Post

Bukan Pengganti Bankir: BTN Beberkan Jurus ‘Digital Coworker’ Pangkas Beban Kerja hingga 80%

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Perkuat Budaya ‘4 No’s’: KRQA-SQC Audit Sistem Anti Penyuapan di Bandara Adi Soemarmo

Perkuat Budaya ‘4 No’s’: KRQA-SQC Audit Sistem Anti Penyuapan di Bandara Adi Soemarmo

by Sandy Romualdus
4 Oktober 2026 - 14:49

KRQA-SQC menggelar audit surveilans ISO 37001:2025 di Bandara Adi Soemarmo Solo guna memastikan penerapan prinsip anti penyuapan 4 No's. Stabilitas.id...

Tempatkan 700 Awak Kapal Pesiar: PT Ships Crew Indo Jalani Audit ISO dan Sertifikasi MLC 2006

Tempatkan 700 Awak Kapal Pesiar: PT Ships Crew Indo Jalani Audit ISO dan Sertifikasi MLC 2006

by Sandy Romualdus
30 September 2026 - 14:42

PT Ships Crew Indo Inc. menjalani audit ISO 9001:2015 dan MLC 2006 usai menyalurkan lebih dari 700 pelaut Indonesia ke...

Preseden Buruk Iklim Investasi: Aset Rp200 Miliar Diobral Rp16 Miliar Lewat Celah Hukum Kepailitan

Preseden Buruk Iklim Investasi: Aset Rp200 Miliar Diobral Rp16 Miliar Lewat Celah Hukum Kepailitan

by Sandy Romualdus
24 September 2026 - 20:59

Tim hukum PT Kedap Sayaaq membongkar dugaan mafia legal formal di PN Niaga Surabaya. Tiga oknum hakim dilaporkan terkait obral...

Tak Cuma Jualan Polis, AAJI Gembleng Agen Asuransi Kuasai Manajemen Risiko Bareng LPPI

Tak Cuma Jualan Polis, AAJI Gembleng Agen Asuransi Kuasai Manajemen Risiko Bareng LPPI

by Sandy Romualdus
24 September 2026 - 12:48

AAJI menggandeng LPPI dan mitra strategis lainnya demi merombak tata kelola SDM asuransi jiwa. Ekosistem pendidikan ini turut dilengkapi sertifikasi...

Mitigasi Sengketa Hak Cipta, K&K Advocates Wanti-wanti Agensi Iklan soal Tata Kelola Lisensi Musik

Mitigasi Sengketa Hak Cipta, K&K Advocates Wanti-wanti Agensi Iklan soal Tata Kelola Lisensi Musik

by Sandy Romualdus
24 September 2026 - 11:55

K&K Advocates dan P3I memperingatkan agensi periklanan tentang risiko hukum dan sengketa hak cipta akibat penggunaan musik tanpa lisensi di...

Bom Waktu Disruption of Trust: Saat Algoritma AI Menguji Tata Kelola dan Kredibilitas Institusi

Bom Waktu Disruption of Trust: Saat Algoritma AI Menguji Tata Kelola dan Kredibilitas Institusi

by Sandy Romualdus
21 September 2026 - 22:44

IABC Indonesia menyoroti krisis kepercayaan publik imbas disrupsi AI. Otoritas dan korporasi dituntut menerapkan tata kelola informasi yang ketat guna...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Daftar Forbes 2026: BCA Peringkat 1 Bank Terbaik RI, SeaBank Juara di Kategori Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Kerek Cuan Penenun Baduy, BCA Promosikan Wastra Ramah Lingkungan ke Nasabah Kaya

Ubah Sampah Jadi Biogas: DPRD DKI Apresiasi Inovasi Biodigester Bank Jakarta di Rusunawa Rorotan

Inflasi September 2026 Terjaga 3,28 Persen: Bank Indonesia Kunci Target Sasaran 2,5 Persen

Laba Turun 19 Persen: Astra Tetap Guyur Dividen Interim Rp3,9 Triliun di Tengah Buyback Jumbo

Tercepat Sejak Pandemi: Ekonomi Vietnam Tumbuh 9,95 Persen di Kuartal III/2026

Tawarkan 76 Proyek Strategis: Pemerintah Buka Peluang Investasi KPBU Senilai US$63 Miliar

Guyur Stimulus Rp31 Triliun: Prabowo Siapkan Bansos Beras, BSU, dan Diskon Pajak

Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

Targetkan 5 Bank Syariah Jumbo pada 2027: OJK Dorong Konversi dan Wajibkan Merger Bank Kecil

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Kendalikan Risiko ‘Black Box’ dan Deepfake, OJK Rilis Kerangka Tata Kelola AI Berbasis Prinsip

Bukan Pengganti Bankir: BTN Beberkan Jurus ‘Digital Coworker’ Pangkas Beban Kerja hingga 80%

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance