• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Jumat, Oktober 23, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Asuransi

AAJI: Q1/2017 Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Tumbuh 16,4 Persen

by Sandy Romualdus
15 Juni 2017 - 00:00
5
VIEWS
0
SHARES
5
VIEWS

JAKARTA, Stabilitas — Pertumbuhan pendapatan Industri asuransi jiwa di Indonesia stabil di jalur positif dalam beberapa tahun terakhir. Catatan pertumbuhan pendapat terjaga di kisaran 10 – 30 persen. Terlihat di kuartal pertama 2017, pertumbuhan pendapatan industri asuransi jiwa yang tergabung dalam Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) tercatat sebesar 16,4 persen, tumbuh dari Rp48,94 triliun di kuartal pertama 2016 menjadi Rp56,96 triliun di kuartal pertama tahun ini.

“Total pendapatan premi merupakan kontributor terbanyak atas total pendapatan industri asuransi jiwa, yakni sebesar 75,8 persen,” kata Ketua Umum AAJI Hendrisman Rahim saat jumpa pers di kantor AAJI Jakarta, (14/6/2017).

  • Baca juga: Aset Dapen Terpusat di Jakarta, BPA Brokers Bidik Pendampingan Korporasi di Sentra Ekonomi Daerah

Hendrisman menguraikan, total pendapatan premi di kuartal pertama 2017 tercatat sebesar Rp43,17 triliun. Meningkat 25,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp34,40 triliun. Total premi bisnis baru naik 34,9 persen, dari Rp19,13 triliun di kuartal pertama 2016 menjadi Rp25,79 triliun di kuartal pertama 2017. Sementara itu total premi lanjutan di kuartal pertama 2017 tercatat sebesar Rp17,38 triliun, tumbuh 13,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp15,28 triliun.

BERITA TERKAIT

No Content Available

“AAJI mencatat, pertumbuhan total pendapatan premi didorong oleh meningkatnya pendapatan premi dari saluran distribusi bancassurance yang meningkat sebesar 47,5 persen dan berkontribusi sebesar 40,0 persen terhadap total premi,” jelas Hendrisman. Lebih lanjut ditambahkan bahwa saluran keagenan mengalami pertumbuhan sebesar 11,9 persen dengan kontribusi 39,2 persen, Kemudian saluran distribusi alternatif meningkat 18,6 persen dan berkontribusi sebesar 20,9 persen.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bidang Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga AAJI Christine Setyabudhi mengatakan bahwa pada kuartal pertama 2017, total klaim dan manfaat meningkat 11,6 persen Rp21,55 triliun di kuartal pertama 2016 menjadi Rp24,05 triliun pada periode yang sama tahun ini.

“Klaim nilai tebus (surrender) meningkat sebesar 23,6 persen yakni dari Rp10,74 triliun di kuartal pertama tahun sebelumnya, menjadi sebesar Rp13,27 triliun di kuartal pertama tahun ini. Klaim ini memiliki proporsi terbesar di dalam pembayaran klaim dan manfaat, yakni sebesar 55,2 persen. Peningkatan ini diperkirakan terjadi karena meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.

  • Baca juga: Literasi Asuransi di Angka 42,84 Persen, DAI Perkuat Edukasi UMKM di 7 Kota

Sementara itu klaim penarikan sebagian (partial withdrawal) juga mengalami pertumbuhan,  yakni meningkat sebesar 16,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016, menjadi Rp3,86 triliun dan berkontribusi sebesar 16,0 persen dari total klaim. Sedangkan  klaim kesehatan (medical) pada kuartal pertama tahun ini tercatat Rp2,19 triliun, turun 20,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,74 triliun.

“Dari jumlah itu, sekitar 52,0 persen merupakan klaim asuransi kesehatan kumpulan dan sisanya sebesar 48,0 persen berasal dari klaim asuransi kesehatan perorangan,” jelas Christine.

Terkait investasi, Hendrisman lebih lanjut menjelaskan bahwa jumlah investasi  pada kuartal pertama 2017, mengalami peningkatan sebesar 21,3 persen yakni dari Rp346,79 triliun di kuartal pertama 2016 menjadi Rp420,82 triliun di kuartal pertama tahun ini.  Kenaikan investasi ini merupakan kontributor utama dari kenaikan pada total aset sebesar 19,8 persen menjadi  Rp475,75 triliun. Pada periode yang sama tahun 2016, total aset industri asuransi jiwa tercatat sebesar Rp397,25 triliun.

Menurut Hendrisman, berdasarkan pencapaian pertumbuhan ini, jelas terlihat bahwa industri asuransi asuransi jiwa terus tumbuh. Hal ini tercapai berkat komitmen para anggota dan peningkatan literasi yang terus digalakkan terhadap masyarakat Indonesia. “Kami optimistis kinerja industri asuransi jiwa akan meningkat signifikan di sepanjang tahun 2017 ini,” tandasnya.

Mengenai jumlah tertanggung, menurut Kepala Departemen Hubungan Antar Lembaga AAJI Nelly Husnayati, total tertanggung industri asuransi jiwa pada kuartal pertama 2017, mencatat pertumbuhan 7,0 persen menjadi 59.207.174 orang. Peningkatan ini sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan total tertanggung kumpulan meningkat 11,9 persen atau sebanyak 41.694.921 orang dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016 sebesar sebanyak 37.264.459 orang.

  • Baca juga: Bantu Pemulihan Gempa NTT, AAJI Kucurkan Donasi Rp315 Juta dan 60 Polis Asuransi Mikro

“Berdasarkan catatan kami, pertumbuhan selama dua tahun terakhir, jumlah tertanggung dalam periode awal tahun 2016 dan 2017 mengalami pertumbuhan adalah rata-rata sebesar 4,1 persen,” kata Nelly. Menurutnya, pertumbuhan total tertanggung ini, menandakan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap produk asuransi dan pemahaman tujuan berasuransi untuk jangka panjang sudah mulai semakin meningkat.

Terkait tenaga pemasar berlisensi, Nelly menjelaskan bahwa jumlah tenaga pemasar asuransi jiwa pada kuartal pertama tahun ini 566.356 orang. Jumlahnya meningkat 15,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2016 sebanyak 491.566 orang. “Dari jumlah tenaga pemasar itu, 90,9 persen berasal dari saluran keagenan,” tambah Nelly. Pada kuartal pertama ini jumlah agen tercatat sebanyak 514.906, jumlah pemasar bancassurance 26.880 orang, dan jumlah pemasar dari saluran alternatif  24.570 orang.

Tags: aaji,asuransi jiwa,pendapatan premi
 
 
 
 
 
Previous Post

OJK Dukung Kerjasama SBFIC dengan Asbanda

Next Post

Bayar Tagihan Lewat Aplikasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Aset Dapen Terpusat di Jakarta, BPA Brokers Bidik Pendampingan Korporasi di Sentra Ekonomi Daerah

Aset Dapen Terpusat di Jakarta, BPA Brokers Bidik Pendampingan Korporasi di Sentra Ekonomi Daerah

by Sandy Romualdus
20 Oktober 2026 - 17:46

BPA Brokers menghadirkan layanan konsultasi tata kelola DPPK dan DPLK guna membantu korporasi menyusun strategi dana pensiun karyawan yang berkelanjutan....

Literasi Asuransi di Angka 42,84 Persen, DAI Perkuat Edukasi UMKM di 7 Kota

Literasi Asuransi di Angka 42,84 Persen, DAI Perkuat Edukasi UMKM di 7 Kota

by Sandy Romualdus
20 Oktober 2026 - 11:53

Dewan Asuransi Indonesia (DAI) dan asosiasi industri asuransi memperingati Hari Asuransi 2026 dengan menggenjot literasi dan inklusi keuangan di 7...

Bantu Pemulihan Gempa NTT, AAJI Kucurkan Donasi Rp315 Juta dan 60 Polis Asuransi Mikro

Bantu Pemulihan Gempa NTT, AAJI Kucurkan Donasi Rp315 Juta dan 60 Polis Asuransi Mikro

by Sandy Romualdus
19 Oktober 2026 - 21:55

AAJI bersama 19 perusahaan anggota dan Yayasan Benih Baik menyalurkan donasi Rp315 juta serta 60 polis asuransi mikro bagi warga...

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

by Sandy Romualdus
17 Oktober 2026 - 00:22

LPS menargetkan aktivasi Program Penjaminan Polis asuransi berlaku mulai Juli 2027 dengan menerapkan skema pendaftaran bertahap dan seleksi kesehatan modal....

Perkuat Lini Bancassurance, IFG Life Bidik Basis Nasabah Bank Sulselbar

Perkuat Lini Bancassurance, IFG Life Bidik Basis Nasabah Bank Sulselbar

by Stella Gracia
8 Oktober 2026 - 11:50

IFG Life gandeng Bank Sulselbar perkuat bisnis bancassurance. Sinergi hadirkan proteksi asuransi jiwa terpadu bagi debitur di Sulsel dan Sulbar....

Apresiasi Inovasi Digital dan Kepatuhan PSAK 117: Media Asuransi Ganjar 82 Korporasi dan 31 CFO Terbaik

Apresiasi Inovasi Digital dan Kepatuhan PSAK 117: Media Asuransi Ganjar 82 Korporasi dan 31 CFO Terbaik

by Sandy Romualdus
6 Oktober 2026 - 23:47

Media Asuransi menggelar Top Digital Financial Award dan CFO Award 2026 bagi 82 perusahaan keuangan dan 31 direktur keuangan berprestasi....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Kredit Tembus Rp1.605 Triliun, Laba Bersih Bank Mandiri Melesat 20,7 Persen di Kuartal III/2026

Transformasi Digital dan Perang Talenta: Strategi BTN Merebut Takhta Bank Konsumer Terbesar

Sikapi Dinamika Bursa, BNI Pacu Aksi Buyback Terukur Berlandaskan Aset Rp1.434 Triliun

Di Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Janji Siapkan Pembiayaan Rakyat Rp400 Triliun

OJK Tegaskan Sanksi Denda Rp2,1 Triliun Bukan Akhir, Buka Peluang Jerat Pidana Pasar Modal

Redam Volatilitas Pasar, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

Perkuat Diplomasi Ekonomi, BRI Dorong Korporasi dan UMKM Lokal Masuk Rantai Pasok Global

Buka Akses Permodalan UMKM Perempuan, Kredivo Catat Lonjakan Pengguna hingga 10 Kali Lipat

Kick-Off HUT ke-131, BRI Pacu Transformasi BRIvolution Reignite dan Gerakan Ramah Lingkungan

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Bank Danamon Gandeng Investree Salurkan Kredit Usaha

Bayar Tagihan Lewat Aplikasi

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance