Stabilitas.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) resmi melakukan pemanggilan ulang Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025 yang semula dijadwalkan pada 17 April menjadi Selasa, 5 Mei 2026. Penundaan ini dilakukan menyusul adanya penambahan agenda strategis, termasuk rencana ekspansi ke bisnis bank emas atau bullion bank.
Manajemen BSI menjelaskan bahwa perubahan jadwal ini sesuai dengan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (POJK), yang mewajibkan pemanggilan ulang jika terdapat perubahan mata acara rapat. Secara total, terdapat sembilan agenda yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut.
“Agenda ketujuh menjadi sorotan karena mencakup perubahan anggaran dasar, termasuk rencana penambahan kegiatan usaha bullion bank atau bisnis emas berbasis prinsip syariah,” tulis manajemen BSI dalam keterbukaan informasi, dikutip Kamis (16/4/2026).
BERITA TERKAIT
Dividen dan Perombakan Pengurus
Selain rencana bisnis emas, para pemegang saham akan dimintai persetujuan mengenai penggunaan laba bersih tahun buku 2025, termasuk besaran dividen yang akan dibagikan. Sepanjang tahun lalu, emiten bersandi saham BRIS ini memang mencatatkan performa positif yang membuka ruang bagi pemberian imbal hasil kepada investor.
Agenda lain yang tidak kalah krusial adalah perubahan susunan anggota Dewan Komisaris pada mata acara kedelapan. Perubahan ini diusulkan langsung oleh pemegang saham Seri A Dwiwarna (Pemerintah Republik Indonesia).
BSI juga akan membahas pendelegasian kewenangan untuk Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) periode 2026–2030 serta Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2027 pada agenda kelima.
Sebagai bagian dari penguatan tata kelola (governance), BSI memasukkan agenda penegasan masa jabatan Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas Syariah. Langkah ini bertujuan untuk menyelaraskan masa tugas pengurus hingga penutupan RUPST kelima sejak pengangkatan, sesuai dengan ketentuan terbaru yang berlaku.
Rapat tersebut tetap akan digelar secara elektronik melalui platform eASY.KSEI pada pukul 14.00 WIB. Adapun investor yang berhak hadir adalah mereka yang terdaftar sebagai pemegang saham per 10 April 2026 pukul 16.15 WIB. ***
















