• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Sabtu, Februari 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Perbankan

Babak Baru Konsolidasi Bank Daerah: Bank Jatim Resmi Suntik Modal, Bank NTT Siap Berbenah

oleh Sandy Romualdus
10 Oktober 2025 - 10:20
46
Dilihat
Bank NTT: 63 Tahun Menenun Asa, Membangun Negeri dari Timur
0
Bagikan
46
Dilihat

Stabilitas.id – Sebuah babak baru perbankan daerah tengah ditulis dari timur Indonesia. Di balik geliat pembangunan dan geliat digitalisasi, dua bank daerah tengah menenun sinergi untuk membangun kekuatan baru perbankan nasional.

Di penghujung September 2025, sinergi dua bank pembangunan daerah resmi dimulai. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menyalurkan penyertaan modal sebesar Rp100 miliar kepada PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT).

Langkah ini bukan sekadar transaksi antarbank, melainkan simbol dari tekad membangun kekuatan baru perbankan nasional—dari daerah, untuk daerah. Penyertaan modal itu menjadi tonggak awal terbentuknya Kelompok Usaha Bank (KUB) antara dua bank pembangunan daerah tersebut.

BERITA TERKAIT

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Dirut BRI: Fundamental Industri Perbankan Solid, Akselerasi Kredit Butuh Penguatan dari Sisi Demand

Economic Outlook 2026: OJK Perkuat Ketahanan Finansial dan Dorong Ekosistem Bullion

Maka langkah ini bukan hanya soal kepemilikan saham, tapi juga simbol penyatuan visi: memperkuat ketahanan BPD di tengah kompetisi yang kian ketat.

“Pada tanggal 30 September 2025 Bank Jatim telah melakukan pelimpahan penyertaan modal kepada Bank NTT sebesar Rp100 miliar,” tulis manajemen Bank Jatim dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (9/10/2025).

Penyertaan modal ini akan memperkuat posisi Bank NTT, baik dari sisi permodalan maupun tata kelola. Manajemen Bank Jatim menjelaskan bahwa transaksi ini akan diikuti konsolidasi laporan keuangan, menandakan sinergi yang lebih dalam antara kedua institusi.

Dari sisi Bank NTT, penyertaan modal ini tentu disambut dengan semangat optimisme. Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank NTT, Yohanis Landu Praing sebelumnya mengatakan seluruh skema kerja sama telah dituangkan dalam Shareholder Agreement (SHA) antara kedua belah pihak.

“Semua sudah disepakati. Tinggal realisasi dan proses administrasi terakhir. Bank Jatim akan membantu penguatan tata kelola, mitigasi risiko, hingga pengembangan sistem IT di Bank NTT,” ujar Yohanis belum lama ini di Kupang.

Menurutnya, kemitraan ini akan membuka ruang transformasi besar bagi Bank NTT, terutama dalam menghadapi persaingan yang semakin berbasis teknologi. “Kami ingin membawa Bank NTT menjadi lebih sehat, modern, dan siap bersaing dengan semangat dari timur,” ujarnya.

Dari Regulasi Menuju Kolaborasi

Kebijakan pembentukan KUB merupakan salah satu strategi OJK dalam memperkuat perbankan daerah. Tujuannya sederhana tapi strategis: agar BPD tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling menopang.

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank NTT yang digelar September lalu bahkan telah mengesahkan Bank Jatim sebagai pemegang saham pengendali kedua (PSP-2). Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena, selaku pemegang saham utama, menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari upaya memperkuat permodalan Bank NTT agar memenuhi ketentuan OJK mengenai modal inti minimum Rp3 triliun.

“Kami ingin Bank NTT tumbuh sehat dan kuat. Sinergi dengan Bank Jatim adalah bagian dari komitmen membangun kekuatan ekonomi daerah dari timur,” kata Melki dalam forum RUPS LB tersebut.

Langkah Bank Jatim dan Bank NTT memperlihatkan arah baru bagi perbankan daerah: dari kompetisi menuju kolaborasi. Bank Jatim, yang sebelumnya telah menggandeng Bank NTB Syariah, Bank Lampung, Bank Banten, dan Bank Sultra, kini menjangkau wilayah timur dengan semangat berbagi kekuatan.

Melalui KUB, Bank NTT akan mendapatkan dukungan dalam sistem perbankan digital, pengelolaan risiko, serta pembiayaan produktif untuk sektor unggulan daerah seperti pariwisata, pertanian, dan UMKM.

Di sisi lain, Bank Jatim memperluas jangkauan pengaruhnya sebagai poros utama BPD yang berperan aktif dalam penguatan ekonomi regional.

“Kerja sama ini bukan hanya soal modal, tapi juga tentang berbagi pengalaman dan kepercayaan,” ujar Yohanis Landu Praing. “Kami ingin Bank NTT berdiri sejajar dengan bank-bank besar, tapi tetap berpijak pada nilai lokal.”

Menuju Konsolidasi Nasional

Seperti diketahui, dua dekade lalu, BPD kerap dianggap hanya sebagai “bank daerah” yang terbatas oleh wilayah administratif dan kas daerah. Kini, lewat KUB, BPD perlahan menjelma menjadi jejaring finansial yang saling menopang — dari Surabaya hingga Kupang, dari barat hingga timur.

Bagi Bank Jatim, Rp100 miliar yang digelontorkan mungkin hanya sebagian kecil dari modalnya. Tapi bagi Bank NTT, itu adalah bahan bakar awal untuk mempercepat transformasi.

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi ke BEI, Bank NTT membukukan laba bersih Rp61,5 miliar per 30 Juni 2025. Meski menurun dibanding Rp81,4 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, pendapatan operasional bank kebanggaan masyarakat NTT ini masih tumbuh stabil.

Pendapatan bunga tercatat Rp807,0 miliar, sementara beban bunga turun tipis menjadi Rp279,1 miliar, menghasilkan pendapatan bunga bersih Rp527,9 miliar. Pendapatan nonbunga juga menguat dari Rp64,0 miliar menjadi Rp68,4 miliar, didorong peningkatan jasa komisi dan layanan.

Secara total, pendapatan operasional Bank NTT naik menjadi Rp596,3 miliar, dari Rp582,4 miliar pada Juni 2024. Namun, kenaikan beban tenaga kerja dan administrasi—dari Rp463,3 miliar menjadi Rp495,1 miliar—membuat laba operasional hanya tumbuh tipis menjadi Rp101,1 miliar.

Setelah memperhitungkan beban pajak dan item non-operasional, laba bersih turun 24,4 persen (yoy). Meski begitu, total laba komprehensif Bank NTT masih mencapai Rp66,6 miliar, menunjukkan ketahanan fundamental yang baik di tengah proses konsolidasi.

Kinerja semesteran ini menjadi latar penting bagi penyertaan modal dari Bank Jatim. Sebagai bank BUKU 2, Bank NTT masih perlu memperkuat modal inti agar mencapai Rp3 triliun, sesuai ketentuan OJK.

Penyertaan Rp100 miliar dari Bank Jatim menjadi salah satu langkah konkret menuju target tersebut. Dana ini akan menambah rasio kecukupan modal (CAR) serta memberi ruang ekspansi kredit produktif ke sektor perdagangan, pertanian, dan pariwisata lokal.

Koordinator Indonesia Financial Watch Abraham Runga Mali, menilai kolaborasi itu sebagai momentum strategis. “Kalau realisasi modal ini efektif, Bank NTT bisa naik kelas dari sisi daya tahan modal dan diversifikasi pembiayaan. Kepercayaan publik juga ikut meningkat,” ujarnya.

Maka dari itu, meski laba turun, arah bisnis Bank NTT jelas menuju penguatan struktur dan efisiensi. Kombinasi stabilitas kinerja dan dukungan modal baru dari Bank Jatim menjadi bekal penting menuju pertumbuhan jangka panjang.

“Kami tidak sekadar memperbesar aset, tapi membangun fondasi agar Bank NTT bisa menjadi pusat kekuatan ekonomi dari timur Indonesia,” ujar Yohanis.

Kolaborasi Bank Jatim dan Bank NTT memperlihatkan semangat baru perbankan daerah: bahwa kekuatan finansial tak melulu tumbuh dari Jakarta atau Jawa. Kadang, kekuatan itu justru datang dari Kupang — dari timur — dari kemauan untuk berbenah bersama. ***

Tags: bank jatimBank NTTbpdkinerja semester I 2025konsolidasi perbankan daerahkredit produktifKUBlikuiditasojkpenyertaan modalpenyertaan modal Rp100 miliarperbankan timur Indonesiapermodalan BUKU 2sinergi bank daerahYohanis Landu Praing
 
 
 
 
Sebelumnya

Contoh dan Cara Menghitung RAB Rumah 2 Lantai, Simak Tipsnya dari Semen Merah Putih!

Selanjutnya

KK Sentuh Titik Terendah Sejak 2022, Menkeu Purbaya Tetap Optimistis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Bank Indonesia Tetapkan Jadwal Rapat Dewan Gubernur Bulanan 2026, Fokus Transparansi Kebijakan

Outlook Moody’s Negatif, BI Pastikan Likuiditas Perbankan Jumbo Tetap Solid

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:11

Stabilitas.id – Bank Indonesia (BI) menegaskan ketahanan sektor perbankan nasional tetap kokoh di tengah langkah Moody’s Ratings yang merevisi outlook...

Dirut BRI: Fundamental Industri Perbankan Solid, Akselerasi Kredit Butuh Penguatan dari Sisi Demand

Dirut BRI: Fundamental Industri Perbankan Solid, Akselerasi Kredit Butuh Penguatan dari Sisi Demand

oleh Sandy Romualdus
20 Februari 2026 - 10:32

Stabilitas.id – Industri perbankan nasional masih memiliki ruang yang solid untuk menopang pertumbuhan kredit ke depan dengan kondisi likuiditas dan...

Laba Danamon Tumbuh 14% Jadi Rp4 Triliun pada 2025, Kredit Naik 9%

Laba Danamon Tumbuh 14% Jadi Rp4 Triliun pada 2025, Kredit Naik 9%

oleh Sandy Romualdus
19 Februari 2026 - 19:20

Stabilitas.id — PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp4 triliun sepanjang 2025, tumbuh 14% secara...

Transaksi SeaBank Tembus 10 Juta per Hari, Deposito Digital Jadi Tren Penahan Konsumsi Gen Z

Transaksi SeaBank Tembus 10 Juta per Hari, Deposito Digital Jadi Tren Penahan Konsumsi Gen Z

oleh Stella Gracia
19 Februari 2026 - 12:11

Stabilitas.id – Tren digitalisasi perbankan yang semakin lekat dengan gaya hidup generasi muda mendorong perbankan digital untuk memperkuat strategi pengelolaan...

Terjerat Fraud & Modal Cekak, Izin Usaha BPR Kamadana Dicabut OJK

Terjerat Fraud & Modal Cekak, Izin Usaha BPR Kamadana Dicabut OJK

oleh Stella Gracia
19 Februari 2026 - 10:47

Stabilitas.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mencabut izin usaha PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Kamadana yang berlokasi di Kintamani,...

Pendaftaran BTN Run 2026 Resmi Dibuka, Targetkan 7.600 Peserta

Pendaftaran BTN Run 2026 Resmi Dibuka, Targetkan 7.600 Peserta

oleh Sandy Romualdus
19 Februari 2026 - 07:22

Stabilitas.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk resmi membuka pendaftaran BTN RUN 2026 mulai 13 Februari 2026 melalui superapps...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Puncak BIK 2025: Ribuan Warga Banyumas Dapat Akses Keuangan Baru dari LJK

    OJK Tunjuk Friderica sebagai ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

Outlook Moody’s Negatif, BI Pastikan Likuiditas Perbankan Jumbo Tetap Solid

Barter Tarif: 1.819 Produk Ekspor RI Jadi 0%, Gandum & Kedelai AS Bebas Bea Masuk

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Defisit APBN Agustus 2025 Tembus Rp321,6 Triliun, Pemerintah Optimistis Keseimbangan Primer Tetap Positif

KK Sentuh Titik Terendah Sejak 2022, Menkeu Purbaya Tetap Optimistis

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance