Jakarta – Bank Mandiri bekerjasama dengan PT Modern PutraIndonesia (7-Eleven) untuk memperluas jaringan elektronik. Selain pemasangan Electronic Data Capture (EDC) Bank Mandiri di outlet 7-Eleven, Bank Mandiri juga akan menempatkan mesin ATM serta mengelola transaksi keuangan 7-Eleven melalui Mandiri Cash Management.
Penandatanganan kerjasama tersebut dilakukan oleh Senior Vice President Jakarta Commercial Sales Bank Mandiri Winarsih Budiriani dan Direktur Utama PT. Modern PutraIndonesia Henri Honoris yang juga dihadiri oleh Direktur Commercial & Business Banking Bank Mandiri Sunarso, Direktur Micro & Retail Banking Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin dan Komisaris Utama PT. Modern PutraIndonesia Sungkono Honoris di Plaza Mandiri, Rabu (28/9). Selanjutnya, mesin Electronic Data Capture Bank Mandiri akan terpasang di outlet-outlet 7-Eleven. Sementara mesin ATM akan ditempatkan di outlet-outlet yang berada di lokasi strategis.
Direktur Commercial & Business Banking Bank Mandiri Sunarso mengatakan Bank Mandiri akan terus memperkuat jaringan elektronik untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan. “Penguatan jaringan ini juga dapat mendorong pertumbuhan transaksi nasabah melalui jaringan elektronik Bank Mandiri, sehingga nantinya Mandiri dapat menjadi pemain utama dalam transactional banking di Tanah Air,” kata Sunarso.
BERITA TERKAIT
Sampai akhir Agustus 2011, jaringan elektronik Bank Mandiri telah dilengkapi 8.960 ATM, yang tersambung ke lebih dari 21.000 jaringan ATM Link dan 30.000 jaringan ATM bersama serta 68.034 unit Electronic Data Capture. Upaya penambahan jaringan itu mampu meningkatkan transaksi melalui jaringan elektronik hingga mencapai 24,85 juta transaksi hingga bulan Agustus 2011 atau tumbuh 30 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sunarso optimis, kerjasama dengan 7-Eleven ini dapat mendukung peningkatan transaksi elektronik Bank mandiri pada tahun ini. Mengingat, rata-rata jumlah transaksi di setiap outlet 7-Eleven mencapai lebih dari 1.000 transaksi per hari.
Bank Mandiri juga akan mengelola transaksi keuangan 7-Eleven dengan layanan cash management, mandiri virtual account dan mandiri cash pick up service untuk meningkatkan efisiensi operasional, sehingga mampu mendukung ekspansi usaha 7-Eleven di Indonesia.
Menurut Sunarso, pada 2011 permintaan terhadap produk makanan dan minuman diperkirakan akan meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan konsumsi domestik yang menguat. Pemerintah pun menargetkan pertumbuhan sektor industri ini sebesar 7,9% sampai akhir tahun 2011. Kinerja industri ritel tahun 2011 juga diperkirakan akan lebih baik dengan peningkatan omzet dapat mencapai 15% di tahun ini.
Asumsi tersebut, lanjut Sunarso, merupakan peluang yang baik bagi pelaku industri untuk terus melakukan ekspansi usaha. Hal ini juga merupakan momentum yang menarik untuk meningkatkan ekspansi di sektor industri ini. Sebab, pola bisnis industri makanan yang melibatkan banyak jaringan membuka peluang bisnis transaksional yang dipermudah dengan kecanggihan teknologi cash management.
“Dalam setiap peluang, Mandiri selalu ingin tumbuh bersama dengan setiap mitranya. Untuk itu, kami juga ingin mendorong 7-Eleven untuk terus tumbuh melalui peningkatan efisiensi operasional dengan memanfaatkan layanan Cash Management Bank Mandiri,” ujar Sunarso.
Secara keseluruhan, bisnis Cash Management Bank Mandiri mengalami pertumbuhan signifikan pada Agustus 2011 dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yaitu mencapai 80%. Jumlah transaksi tumbuh dari 10,52 juta transaksi pada akhir Agustus 2010 menjadi lebih dari 18 juta transaksi di akhir Agustus 2011. Peningkatan transaksi itu diikuti pula dengan pertumbuhan nilainya, dari Rp 368,01triliun pada Agustus 2010 menjadi Rp 519,23 triliun di Agustus 2011.






.jpg)










