Jakarta, Stabilitas–Memasuki tahun 2017 yang mana pertumbuhan ekonomi diprediksi mencapai 5,1 sampai 5,3 persen, masih banyak kemungkinan yang akan terjadi dan perlu diantisipasi. Walaupun demikian, Bank Indonesia melihat potensi yang cukup baik sebagai turunan dari pencapaian di tahun 2016.
Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo mengemukakan akan adanya pertumbuhan diluar prediksi yang akan terjadi di tahun 2017. “Secara umum kita sudah melihat ada kenaikan di bulan Desember 2016. Kita udah membaca mereka memberikan sinyal di tahun 2017 akan ada kenaikan yang lebih dibandingkan prediksi sebelumnya,”ungkap Agus.
Walaupun demikian perlu adanya langkah antisipatif dari kemungkinan dampak kebijakan ekonomi global. 20 Januari mendatang, Amerika Serikat dengan Presiden barunya, Donald Trump akan mengumumkan kebijakan ekonomi Amerika yang memengaruhi keuangan global. Indonesia sebagai negara dengan ekonomi yang relatif baik, melalui Bank Indonesia telah mengantisipasi dampak yang bisa saja terjadi pada Indonesia.
“Masih takut karena ekonomi dunia menunjukkan kondisi yg penuh ketidakpastian terutama tentang Amerika setelah memiliki presiden barunya, bagaimana kebijakannya, tapi sebentar lagi tanggal 20 Januari, dunia sudah jelas tentang bagaimana ekonomi atau kebijakan ekonomi Amerika. Dan Indonesia sendiri sudah ada peningkatan bunga di bulan Desember untuk Fed Fund Rate. Jadi secara umum dengan kepastian lebih tinggi dan restrukturisasi bank sudah membaik dan harga komoditi dunia sudah lebih baik ini akan membuat bank siap dengan kenyataan kredit,”terang Agus.
BI menilai kebijakan yang dilakukan oleh Amerika tidak akan memengaruhi Indonesia secara drastis. Selain itu, langkah antisipatif lain yang dilakukan adalah konsolidasi antara fiskal dengan pembuat kebijakan dan perbankan dengan korposasi. Untuk itu Indonesia telah siap menghadapi ekonomi global.
“Kita akan konsolidasi bukan hanya di fiskal, tapi antara perbankan dengan korporasi sehingga cukup baik di tahun 2017 ini. Perlu diketahui kebijakan Presiden Amerika itu saya yakini tidak akan turun drastis karena bagaimana pun itu akan berdampak pada fundamental ekonomi Amerika. Kita di tahun 2016 sudah tahu bahwa walaupun ada perbaikan tapi tidak seperti yang diproyeksikan tentu ini masih meyisakan kebijakan. Jadi kalau nanti di 20 Januari Presiden Amerika menyampaikan bagaimana kebijakan ekonominya, kami di Indonesia merasa akan siap menghadapi ini karena sebetulnya ekonomi Indonesia masuk kedalam satu diatara sedikit antara negara yg memiliki ekonomi yang baik,”tegas Agus

















