• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Selasa, Oktober 6, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Finance

Bukan Menyerahkan Kendali ke Mesin, LPPI Dorong Bankir Berkolaborasi dengan AI

by Stella Gracia
25 September 2026 - 15:20
9
VIEWS
Kendalikan Risiko ‘Black Box’ dan Deepfake, OJK Rilis Kerangka Tata Kelola AI Berbasis Prinsip
0
SHARES
9
VIEWS

Dirut LPPI Heru Kristiyana menegaskan perbankan memasuki era Human-AI Workforce di tengah ekspansi kredit Rp9.135 triliun pada Virtual Seminar LPPI #109.

Stabilitas.id — Direktur Utama Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Heru Kristiyana, menegaskan bahwa transformasi digital perbankan nasional kini telah memasuki babak baru yang fundamental, yakni era Human–AI Workforce, di mana kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tidak lagi sekadar instrumen pendukung otomatisasi, melainkan rekan kerja digital (digital co-worker).

  • Baca juga: Luncurkan Roadmap 2026–2030: OJK Dorong Bank Masuk Era ‘Universal Banking’ dan Uji Risiko Iklim

Penegasan tersebut disampaikannya saat membuka Virtual Seminar LPPI #109 bertajuk “AI dan Masa Depan Perbankan Indonesia: Peluang Baru atau Ancaman Baru?”, Jumat (25/9).

Di tengah ekspansi kredit perbankan nasional yang menembus Rp9.135 triliun dan lonjakan volume transaksi digital hingga 5,50 miliar transaksi per Juli 2026, Heru mengingatkan bahwa tantangan utama perbankan bukan kelangkaan data, melainkan kecakapan mengonversi tumpukan data menjadi keputusan yang akuntabel dan bernilai tambah.

BERITA TERKAIT

Luncurkan Roadmap 2026–2030: OJK Dorong Bank Masuk Era ‘Universal Banking’ dan Uji Risiko Iklim

Tepis Stigma Kaku Perbankan, Fitur Talent Check-In LPPI Sedot Antusiasme Siswa Vokasi

Tak Cuma Jualan Polis, AAJI Gembleng Agen Asuransi Kuasai Manajemen Risiko Bareng LPPI

Pegang Teguh Stability over Growth, BI Fokus Amankan Target Inflasi dan Stabilitas Moneter

Heru menguraikan bahwa pesatnya adopsi teknologi cerdas di sektor perbankan berjalan seiring dengan akselerasi ekonomi makro. Pertumbuhan ekonomi nasional pada Triwulan II 2026 yang menyentuh 5,29 persen secara tahunan (5,45 persen pada Semester I 2026) secara simultan menuntut sistem keuangan yang kian gesit memproses informasi bervolume masif.

Di sektor intermediasi, kredit perbankan tercatat melesat 13,58 persen secara tahunan (year-on-year) mencapai sekitar Rp9.135 triliun per Juli 2026, diimbangi pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 11,21 persen menjadi sekitar Rp10.336 triliun.

Secara bersamaan, data Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital pada Juli 2026 mencapai 5,50 miliar transaksi (tumbuh 28,69 persen), dengan transaksi QRIS meroket 82,42 persen dan volume transaksi perbankan bergerak (mobile) naik 24,25 persen.

Skala perputaran transaksi raksasa tersebut, jelas Heru, menjadi bukti bahwa bank mengelola arus informasi dan eksposur risiko yang luar biasa besar.

  • Baca juga: Tepis Stigma Kaku Perbankan, Fitur Talent Check-In LPPI Sedot Antusiasme Siswa Vokasi

“Indonesia bukan kekurangan data. Tantangannya adalah bagaimana data tersebut dapat diubah menjadi insight, keputusan, efisiensi, dan nilai tambah yang nyata—tanpa mengorbankan keamanan dan kepercayaan,” ujar Heru dalam sambutannya.

Kendati AI menawarkan peluang strategis untuk mempercepat analisis kredit, mempersonalisasi layanan, memperkuat deteksi kecurangan (fraud), hingga mendukung manajemen risiko, mantan petinggi pengawas perbankan ini memperingatkan bahwa teknologi cerdas secara bersamaan memperkenalkan kelas risiko baru (new risk classes).

Oleh sebab itu, Heru menaruh perhatian sentral pada kesiapan sumber daya manusia. Mengutip laporan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum (WEF), transformasi pasar kerja global diproyeksikan memengaruhi sekitar 22 persen pekerjaan saat ini hingga 2030—dengan 170 juta pekerjaan baru tercipta dan 92 juta pekerjaan terdisrupsi secara global. Tantangan tersebut menuntut industri perbankan segera mengeksekusi pelatihan ulang (reskilling), peningkatan kompetensi (upskilling), perancangan ulang proses kerja, serta penataan budaya organisasi yang adaptif.

Heru menegaskan komitmen etis bahwa adopsi AI tidak boleh menggeser akuntabilitas manusia sebagai pengambil keputusan akhir. “Kita tidak sedang membangun organisasi yang seluruh keputusannya diserahkan kepada mesin. Sebaliknya, kita ingin membangun organisasi yang mampu menggabungkan kecepatan dan kemampuan analitik AI dengan pengalaman, pertimbangan, empati, serta akuntabilitas manusia,” tegas Heru.

Forum strategis LPPI ini mempertemukan perspektif regulator dan praktisi industri perbankan terkemuka, yang dihadiri oleh Deputi Komisioner Pengaturan, Perizinan, dan Pengendalian Kualitas OJK Deden Firman Hendarsyah; Head of Enterprise Data Management and Analytics BRI Ajutorius Pinem; Chief Economist BCA David E. Sumual; Human Capital Strategy Division Head BTN Aldo Bimantoro; serta SEVP Digital Delivery BNI Heri Atmoko.

Menutup sambutannya, Heru berpesan bahwa masa depan perbankan tidak ditentukan oleh seberapa canggih teknologi yang dimiliki semata.

  • Baca juga: Tak Cuma Jualan Polis, AAJI Gembleng Agen Asuransi Kuasai Manajemen Risiko Bareng LPPI

“Masa depan perbankan tidak akan ditentukan hanya oleh seberapa canggih teknologi yang dimiliki sebuah bank. Masa depan perbankan akan sangat ditentukan oleh kemampuan bank untuk mengintegrasikan teknologi, manusia, data, tata kelola, dan kepercayaan publik dalam satu ekosistem yang utuh,” pungkasnya. ***

Editor : Sandy Romualdus
Tags: Heru KristiyanaHuman-AI WorkforceKecerdasan BuatanLPPIperbankan IndonesiaVirsem LPPI
 
 
 
 
 
Previous Post

Kerek 2,3 Juta Debitur Naik Kelas: Konsistensi Inklusi Finansial Antar BRI Raih Trofi WOTM 2026

Next Post

Kendalikan Risiko ‘Black Box’ dan Deepfake, OJK Rilis Kerangka Tata Kelola AI Berbasis Prinsip

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Kerek Cuan Penenun Baduy, BCA Promosikan Wastra Ramah Lingkungan ke Nasabah Kaya

Kerek Cuan Penenun Baduy, BCA Promosikan Wastra Ramah Lingkungan ke Nasabah Kaya

by Sandy Romualdus
5 Oktober 2026 - 15:46

Bakti BCA berkolaborasi dengan kelompok disabilitas memproduksi 1.800 tas tenun Baduy pewarna alami sebagai suvenir BCA Wealth Summit 2026. Stabilitas.id...

Transaksi Obligasi Melesat 112 Persen: CIMB Niaga Rilis Inisiatif ‘OCTO untuk Pejuang Mimpi’

Transaksi Obligasi Melesat 112 Persen: CIMB Niaga Rilis Inisiatif ‘OCTO untuk Pejuang Mimpi’

by Stella Gracia
5 Oktober 2026 - 08:53

CIMB Niaga meluncurkan inisiatif OCTO untuk Pejuang Mimpi guna mempermudah generasi muda menabung dan berinvestasi di era digital. Stabilitas.id - PT...

Tembus 3 Juta Rekening: Fitur Open Bundling Emas BRImo Melesat 1.004 Persen

Tembus 3 Juta Rekening: Fitur Open Bundling Emas BRImo Melesat 1.004 Persen

by Stella Gracia
5 Oktober 2026 - 07:53

Pengguna Rekening Emas BRImo melesat 1.004 persen ke 3,04 juta rekening per September 2026 berkat inovasi fitur Open Bundling Emas....

Melepas Perangkap Kerdil: Jurus KB Bank Pacu Fondasi Tata Kelola dan Manajemen Risiko UMKM

Melepas Perangkap Kerdil: Jurus KB Bank Pacu Fondasi Tata Kelola dan Manajemen Risiko UMKM

by Sandy Romualdus
3 Oktober 2026 - 12:51

KB Bank gelar literasi finansial perkuat GCG dan manajemen risiko UMKM. Simak analisis peran platform KBstarbiz dan supply chain financing...

Sasar Kemandirian Finansial Gen Z, CIMB Niaga Gelar Kejar Mimpi FEST 2026 di Senayan City

Sasar Kemandirian Finansial Gen Z, CIMB Niaga Gelar Kejar Mimpi FEST 2026 di Senayan City

by Sandy Romualdus
3 Oktober 2026 - 12:37

CIMB Niaga menggelar Kejar Mimpi FEST 2026 di Senayan City. Festival ini mengintegrasikan edukasi finansial, promosi UMKM, dan tata kelola...

Sinergi BNI dan InJourney, Layanan Asistensi Bandara Joumpa Kini Hadir di Aplikasi wondr

Sinergi BNI dan InJourney, Layanan Asistensi Bandara Joumpa Kini Hadir di Aplikasi wondr

by Stella Gracia
2 Oktober 2026 - 14:09

BNI menggandeng InJourney Aviation Services (IAS) untuk menghadirkan layanan asistensi bandara Joumpa langsung melalui aplikasi digital wondr by BNI. Stabilitas.id...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Daftar Forbes 2026: BCA Peringkat 1 Bank Terbaik RI, SeaBank Juara di Kategori Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Kerek Cuan Penenun Baduy, BCA Promosikan Wastra Ramah Lingkungan ke Nasabah Kaya

Ubah Sampah Jadi Biogas: DPRD DKI Apresiasi Inovasi Biodigester Bank Jakarta di Rusunawa Rorotan

Inflasi September 2026 Terjaga 3,28 Persen: Bank Indonesia Kunci Target Sasaran 2,5 Persen

Laba Turun 19 Persen: Astra Tetap Guyur Dividen Interim Rp3,9 Triliun di Tengah Buyback Jumbo

Tercepat Sejak Pandemi: Ekonomi Vietnam Tumbuh 9,95 Persen di Kuartal III/2026

Tawarkan 76 Proyek Strategis: Pemerintah Buka Peluang Investasi KPBU Senilai US$63 Miliar

Guyur Stimulus Rp31 Triliun: Prabowo Siapkan Bansos Beras, BSU, dan Diskon Pajak

Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

Targetkan 5 Bank Syariah Jumbo pada 2027: OJK Dorong Konversi dan Wajibkan Merger Bank Kecil

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Kendalikan Risiko ‘Black Box’ dan Deepfake, OJK Rilis Kerangka Tata Kelola AI Berbasis Prinsip

Kendalikan Risiko ‘Black Box’ dan Deepfake, OJK Rilis Kerangka Tata Kelola AI Berbasis Prinsip

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance