• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Kamis, Oktober 8, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Finance

Bukan Pengganti Bankir: BTN Beberkan Jurus ‘Digital Coworker’ Pangkas Beban Kerja hingga 80%

by Sandy Romualdus
25 September 2026 - 15:42
24
VIEWS
Kendalikan Risiko ‘Black Box’ dan Deepfake, OJK Rilis Kerangka Tata Kelola AI Berbasis Prinsip
0
SHARES
24
VIEWS

Division Head BTN Aldo Bimantoro menegaskan strategi AI sebagai rekan kerja digital terkelola guna mendongkrak efisiensi perbankan pada Seminar LPPI #109.

Stabilitas.id — Human Capital Strategy Division Head PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Aldo Bimantoro, menegaskan bahwa integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di sektor perbankan harus diperlakukan sebagai rekan kerja digital (digital coworker) yang terkelola secara ketat, bukan instrumen pengganti tenaga kerja manusia.

  • Baca juga: Pacu Strategi ‘Beyond Mortgage’: BTN Rangkul Inovasi Rumah Masa Depan Ala Gen Z

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam Virtual Seminar LPPI #109 bertajuk “AI dan Masa Depan Perbankan Indonesia: Peluang Baru atau Ancaman Baru?”, Jumat (25/9).

Melalui cetak biru kolaborasi ini, BTN menargetkan pemangkasan beban operasional pemrosesan kredit hingga 80 persen pada unit Loan Factory, sembari mereposisi peran bankir dari pemroses data manual menjadi penasihat (advisory) dan pengambil keputusan strategis.

BERITA TERKAIT

Pacu Strategi ‘Beyond Mortgage’: BTN Rangkul Inovasi Rumah Masa Depan Ala Gen Z

Kendalikan Risiko ‘Black Box’ dan Deepfake, OJK Rilis Kerangka Tata Kelola AI Berbasis Prinsip

Bom Waktu Disruption of Trust: Saat Algoritma AI Menguji Tata Kelola dan Kredibilitas Institusi

Minat Pasar Membeludak, Dana Obligasi Sosial BTN Siap Mengalir ke Sektor MBR dan UMKM

Langkah strategis BTN berpijak pada data struktural global yang menempatkan perbankan sebagai sektor paling terdampak disrupsi teknologi cerdas. Mengutip riset industri, sekitar 73 persen alokasi jam kerja pegawai bank memiliki potensi tinggi untuk dibentuk ulang oleh AI generatif—mencakup 39 persen otomatisasi dan 34 persen augmentasi—dengan potensi nilai ekonomi global mencapai USD 200 hingga USD 340 miliar per tahun, setara 9–15 persen dari total laba operasi perbankan dunia.

Kendati potensi pasarnya masif, Aldo mengingatkan adanya jurang produktivitas (AI value gap). Data menunjukkan hampir 9 dari 10 korporasi global telah memanfaatkan AI secara berkala, namun hanya 6 persen yang tergolong berkinerja tinggi dalam menghasilkan nilai laba sebelum bunga dan pajak (EBIT). Kunci keberhasilan kelompok minoritas tersebut, jelas Aldo, terletak pada perombakan alur kerja secara mendasar.

  • Baca juga: Kendalikan Risiko ‘Black Box’ dan Deepfake, OJK Rilis Kerangka Tata Kelola AI Berbasis Prinsip

“AI creates value when it works as a governed digital coworker—redesigning work so our people move from processing to advising and deciding,” kata Aldo dalam pemaparannya.

Di BTN sendiri, kesiapan infrastruktur telah dirintis melalui kehadiran format kantor cabang BTN Digital Store, integrasi ekosistem transaksi balé, dan sentralisasi Loan Factory. Ke depan, rekan kerja digital diproyeksikan mengambil alih tugas repetitif, seperti verifikasi kelengkapan berkas, ekstraksi laporan keuangan, hingga penyusunan draf awal memo kredit pemilikan rumah (KPR). Dengan demikian, para analis kredit dan relationship manager dapat mengalokasikan waktu luangnya untuk memperdalam analisis risiko, memperkuat relasi kemitraan, serta mengeksekusi penutupan transaksi.

Namun, Aldo memberi catatan tebal terkait lonjakan profil risiko seiring bergesernya fungsi AI dari sekadar alat bantu pengetikan (assisting) menjadi entitas mandiri yang mengambil tindakan lintas sistem (acting). Risiko berupa halusinasi informasi, kebocoran data rahasia nasabah (UU PDP No. 27/2022), bias algoritma persetujuan kredit, ketergantungan vendor eksternal, hingga ancaman rekayasa penipuan siber (deepfake) menuntut pengawasan yang ketat.

Guna mencegah penyimpangan tersebut, BTN menetapkan prinsip tata kelola yang menyamakan rekan kerja digital dengan pegawai biasa. “Manage AI coworkers like employees: a defined role, a named human owner, least-privilege access, autonomy matched to risk, and ongoing review,” ujar Aldo.

Selaras dengan Panduan Tata Kelola Kecerdasan Artifisial Perbankan Indonesia yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BTN memetakan otonomi AI ke dalam tiga tingkatan risiko. Tingkat 1 (Rendah) mencakup efisiensi internal seperti pencarian dan perangkuman data. Tingkat 2 (Menengah) mencakup komunikasi nasabah dan penyusunan draf memo kredit, di mana setiap draf wajib disetujui langsung oleh manusia.

  • Baca juga: Bom Waktu Disruption of Trust: Saat Algoritma AI Menguji Tata Kelola dan Kredibilitas Institusi

Pada Tingkat 3 (Tinggi), yang mencakup keputusan persetujuan kredit, penetapan suku bunga (pricing), serta kebijakan ketenagakerjaan, AI secara mutlak hanya diperbolehkan memberikan rekomendasi, sementara keputusan final dan tanggung jawab hukum tetap berada di tangan manusia. Seluruh siklus kerja AI ini diawasi terintegrasi melalui kerangka tiga lini pertahanan (three lines of defence) dan dilaporkan secara berkala kepada Dewan Komisaris. ***

Editor : Sandy Romualdus
Tags: Aldo Bimantorobank btnDigital CoworkerSeminar LPPItata kelola AI
 
 
 
 
 
Previous Post

Kendalikan Risiko ‘Black Box’ dan Deepfake, OJK Rilis Kerangka Tata Kelola AI Berbasis Prinsip

Next Post

Jaga Defisit di Bawah 3 Persen: Kemenkeu dan Bank Indonesia Kunci 5 Pilar Sinergi Hadapi Gejolak Global

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Teken PKS dengan Kementerian UMKM, Bank BSN Siap Guyur Pembiayaan KUR

Teken PKS dengan Kementerian UMKM, Bank BSN Siap Guyur Pembiayaan KUR

by Sandy Romualdus
8 Oktober 2026 - 17:03

Bank BSN resmi menandatangani PKS dengan Kementerian UMKM untuk menyalurkan KUR syariah didukung pertumbuhan pembiayaan Rp64,6 triliun. Stabilitas.id - PT Bank...

Outstanding Tembus Rp4,93 Triliun: Bank BJB Salurkan KPR FLPP ke 41 Ribu Debitur

Outstanding Tembus Rp4,93 Triliun: Bank BJB Salurkan KPR FLPP ke 41 Ribu Debitur

by Sandy Romualdus
8 Oktober 2026 - 16:48

Bank BJB membukukan portofolio KPR FLPP sebesar Rp4,93 triliun untuk 41.383 debitur serta menyalurkan pembiayaan baru Rp404,98 miliar per Oktober...

Manjakan Nasabah Tajir: BNI Perkuat Layanan Digital Emerald dan Private via Wondr

Manjakan Nasabah Tajir: BNI Perkuat Layanan Digital Emerald dan Private via Wondr

by Sandy Romualdus
8 Oktober 2026 - 15:10

BNI memperkaya fitur aplikasi wondr by BNI bagi nasabah Emerald dan Private guna mempermudah akses investasi terpadu dan fasilitas global...

Menyatukan Akar Lokal dan Jaringan Global: Lahirnya Bank MUFG Danamon

Menyatukan Akar Lokal dan Jaringan Global: Lahirnya Bank MUFG Danamon

by Stella Gracia
8 Oktober 2026 - 11:54

Danamon dan MUFG Indonesia usulkan nama baru Bank MUFG Danamon. Penyatuan jaringan global dan lokal, layanan nasabah dipastikan tetap berjalan...

Meringankan Beban 14 Juta Ibu-Ibu Prasejahtera, Bunga Pembiayaan PNM Mekaar Anjlok dari 20% ke 8%

Oversubscribed 1,73 Kali, Orange Bond PNM Serap Dana Segar Rp2,59 Triliun

by Sandy Romualdus
8 Oktober 2026 - 11:45

PNM serap Rp2,59 triliun lewat Orange Bond dan Sukuk 2026 yang oversubscribed 1,73 kali. Dana perkuat pembiayaan perempuan ultra mikro...

Siapkan 22 Pemimpin Cabang Pembantu: Bank NTT Gandeng LPPI Gelar Pelatihan Manajemen Eksekutif

Gandeng Pelita Jaya Basket: Bank Jakarta Padukan Edukasi Finansial dan Olahraga di SMAK 1 Penabur

by Stella Gracia
7 Oktober 2026 - 18:10

Bank Jakarta menggelar program Goes to School di SMAK 1 Penabur dengan memadukan edukasi literasi Program KEJAR dan coaching clinic...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Teken PKS dengan Kementerian UMKM, Bank BSN Siap Guyur Pembiayaan KUR

Saham Melonjak 31 Persen: Bank Banten Buka Suara ke BEI dan Tegaskan Nihil Aksi Korporasi

Outstanding Tembus Rp4,93 Triliun: Bank BJB Salurkan KPR FLPP ke 41 Ribu Debitur

Manjakan Nasabah Tajir: BNI Perkuat Layanan Digital Emerald dan Private via Wondr

Melesat 142 Persen di Tengah Likuiditas Ketat, BEI Tetapkan BSWD Masuk Radar Konsentrasi Tinggi

Menyatukan Akar Lokal dan Jaringan Global: Lahirnya Bank MUFG Danamon

Merambah Wall Street dari Satu Aplikasi: Siasat Ajaib Perluas Akses Saham AS dan ETF

Saham JARR Digadaikan ke Bank Mandiri, Manajemen Pastikan Kendali Tak Bergeser

Perkuat Lini Bancassurance, IFG Life Bidik Basis Nasabah Bank Sulselbar

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Jaga Defisit di Bawah 3 Persen: Kemenkeu dan Bank Indonesia Kunci 5 Pilar Sinergi Hadapi Gejolak Global

Jaga Defisit di Bawah 3 Persen: Kemenkeu dan Bank Indonesia Kunci 5 Pilar Sinergi Hadapi Gejolak Global

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance