Jakarta – PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF), anak usaha PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga), berhasil membukukan total pembiayaan sebesar Rp8,28 triliun per Desember 2011. Jumlah ini mengalami kenaikan sebesar 111 persen, dibandingkan dengan posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,93 triliun.
Frengkie Natawijaya, Presiden Direktur CNAF mengatakan dari total kredit otomotif CIMB Niaga yang mencapai Rp15,12 triliun per Desember 2011, CNAF memberikan kontribusi terbesar yakni sebesar 55 persen. Penyaluran kredit tersebut, lanjutnya, juga disertai dengan kualitas aset yang tetap terjaga dengan baik. Hal ini terlihat dari angka non performing loan/NPL CNAF per Desember 2011 sebesar 0,55 persen, turun dibandingkan dengan posisi kuartal III-2011 yang sebesar 0,64 persen.
Menurut Frengkie, agresivitas CNAF mengembangkan pembiayaan di bisnis kendaraan bermotor, tak lepas dari pertumbuhan industri di segmen ini yang terus meningkat. “Diversifikasi pembiayaan ke kendaraan roda dua, membuat kami semakin leluasa menyalurkan pembiayaan setelah sebelumnya hanya berfokus pada kendaraan roda empat”, terangnya di Jakarta, Kamis (15/3/2012).
BERITA TERKAIT
Khusus untuk kendaraan roda dua yang diluncurkan sejak Juli 2011 lalu, pertumbuhannya juga terus meningkat. “Hingga akhir Desember 2011, jumlahnya telah mencapai Rp104,4 miliar, meningkat dibandingkan dengan posisi kuartal III-2011 yang baru mencapai Rp12,8 miliar”, jelas Frengkie.
Kemudahan nasabah untuk mengakses fasilitas pembiayaan CNAF, juga menjadi kunci dari pengembangan bisnis CNAF kedepan. Menurut Frengkie, pihaknya telah melayani nasabah melalui berbagai kantor cabang yang tersebar di berbagai wilayah Tanah Air.
Atas kinerjanya yang baik, CNAF berhasil meraih sejumlah penghargaan, diantaranya peringkat kedua perusahaan pembiayaan terbaik Indonesia 2011, untuk kategori aset di atas Rp500 miliar, versi Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI). Selain itu, CNAF juga meraih peringkat pertama perusahaan pembiayaan terbaik 2011 untuk kategori aset di atas Rp500 miliar – Rp1 triliun, versi Majalah Investor.
“Pengakuan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap perkembangan bisnis CNAF dalam menjalankan fungsi intermediasi guna mendukung perekonomian masyarakat. Hal ini sekaligus penyemangat bagi kami untuk terus berinovasi mengembangkan produk dan layanan untuk masyarakat luas”, tutup Frengkie.

















