• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Figur

Dari Surabaya Menggenggam Australia

by Sandy Romualdus
31 Maret 2015 - 00:00
25
VIEWS
Dari Surabaya Menggenggam Australia
0
SHARES
25
VIEWS

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Di dalam bukunya yang berjudul “The Speed of Trust”, Stephen R. Covey Jr mengatakan bahwa kepercayaan mempunyai nilai ekonomi. “When trust go down, speed will also go down and costs will go up. When trust goes up, speed will also go up and costs will go down.”
“Semakin tinggi kepercayaan seseorang, semakin cepat transaksi bisnis dapat terjadi dan semakin kecil ongkos transaksi yang perlu ditanggung karena tidak perlu memalui proses yang sulit. Semakin rendah kepercayaan seseorang, semakin lambat transaksi bisnis terjadi karena tidak adanya kepercayaan dan semakin besar ongkos transaksi yang ditanggung karena kelambatan untuk proses transaksi,” begitu kata Iwan Sunito mengutip tulisan Covey yang juga dikenal luas berkat buku best seller “The 7 Habits of Highly Effective People”.
Dengan modal kepercayaan itulah, Iwan Sunito bisa membawa perusahaan yang didirikannya, Crown International Holdings Group, merintis bisnis dengan dana awal yang cukup besar dan mampu mengerjakan proyek yang berskala cukup besar. Hebatnya, pria kelahiran Surabaya tahun 1966 silam yang besar di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah ini banyak mengerjakan proyek propertinya di Australia. Crown Group saat ini dikenal sebagai salah satu perusahaan properti swasta terbesar di Australia. Kota Sidney menjadi basis utama perusahaan ini.
“Ada yang bertanya, apa kuncinya untuk bisa mengumpulkan dana yang besar? Jawaban saya adalah pendirian Crown Group semata-mata diawali dari kepercayaan beberapa teman untuk bergabung bersama,” papar peraih Entrepreneur of The Year 2013 di Australia.
Kepercayaan itu, katanya, adalah sesuatu yang dibangun dari awal dia merintis bisnis arsitektur. Kepercayaan yang besar (big trust) itu bisa diraih karena bisa dipercaya dengan hal-hal yang kecil (small trust). Mulai mengerjakan proyek kecil sewaktu dirinya masih kuliah, Iwan mengaku memegang prinsip bahwa dirinya harus dapat dipercaya. “Kepercayaan yang melebihi dari sebagai orang yang jujur, tapi dipercaya bisa mengerjakan pekerjaan dengan hasil yang melebihi dari ekpekstasi klien saya,” papar pria yang pada Juni 2014 silam meluncurkan buku berjudul “From Borneo to Bloomberg.”
Buku itu bercerita tentang keuletan dan kesuksesan Iwan Sunito. Sebuah kisah perjalanan seorang anak manusia yang lahir di Surabaya, sebelum menghabiskan masa kecilnya di kota kecil Pangkalan Bun, Kalteng, yang dikenal juga sebagai Borneo, kembali ke Surabaya untuk meneruskan SMP dan SMA sebelum akhirnya pindah ke Australia dan mendapatkan gelar Bachelor of Architecture, Honours and Masters of Construction Management dari University of New South Wales. Pada tahun 1994, Iwan membangun perusahaan arsiteknya sebelum mendirikan Crown Group dengan mitra bisnisnya, Paul Sathio.

  • Baca juga: Srikandi di Benteng Finansial: Saat Kepemimpinan Intuisi dan Presisi Menjaga Marwah Otoritas

Crown Group yang didirikan pada 1996, menggarap proyek pertama hunian di Sidney dengan nilai proyek Rp280 miliar, kini berkembang dengan pesat dengan menggarap proyek-proyek properti prestius di Sidney. Sampai 2014 lalu, Crown bisa mengembangkan asetnya menjadi 3,5 miliar dollar AS.
Setiap bisnis memiliki risiko, karena itulah dalam setiap proses pembelian dan perencanaan setiap proyek Iwan selalu mempertimbangkan apa saja “Multiple Exit Strategies” yang diterapkan pada proyek tersebut. Prinsip ini membuat Crown Group tidak tergesa-gesa untuk membeli proyek dan juga merupakan faktor yang menyelamatkan bisnisnya sewaktu krisis ekonomi Asia, resesi di Sidney pada 2004 dan krisis ekonomi dunia pada 1998.
Periode 2007 sampai 2012 yang diwarnai krisis ekonomi global merupakan periode pertumbuhan yang jauh melebihi proyeksi Crown Group. Bisa dibilang, krisis finansial global yang melanda dunia justru menjadi batu loncatan bagi Crown Group untuk “terbang” lebih tinggi lagi. Pihaknya mengambil kesempatan itu untuk membeli proyek dari developer lain yang harus menjual tanah mereka karena mereka memerlukan dana menghadapi krisis. Crown juga melakukan akuisisi demi akuisisi yang membuat nilai proyeknya di tahun 2012 mencapai 2,8 triliun dollar Australia.
Langkah-langkah strategis yang dilakukannya dalam periode ini untuk bertumbuh besar adalah membangun perusahaan yang unggul dalam “Scale’ (skala proyek yang besar), “Speed” (kecepatan dalam proses pembangunan dan penjualan proyek) dan “Space” (Security, Profit, Architecture, Convenient and Ego).
“Prinsip saya, It’s not the bis that will beat the small, but it’s the fast that will beat the slow,” tutur bapak tiga anak ini.

  • Baca juga: Dari LPPI ke Malta: Siasat CEO Prospero Taklukkan Monopoli GRC Global
 
 
 
 
 
Previous Post

Dalam Pusara Perang Mata Uang

Next Post

5 Mobil Ternyaman 2015

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Modal Asing Masuk US$ 8,5 Miliar di Q2 2026, BI Pastikan Cadangan Devisa Tetap Tebal

Srikandi di Benteng Finansial: Saat Kepemimpinan Intuisi dan Presisi Menjaga Marwah Otoritas

by Sandy Romualdus
10 Agustus 2026 - 20:17

Rupiah melonjak ke level Rp17.753 per dolar AS usai Surpres Gubernur BI diserahkan. Simak analisis lengkap rekam jejak Destry Damayanti...

Dari LPPI ke Malta: Siasat CEO Prospero Taklukkan Monopoli GRC Global

Dari LPPI ke Malta: Siasat CEO Prospero Taklukkan Monopoli GRC Global

by Sandy Romualdus
3 Juni 2026 - 22:47

Stabilitas.id – Panggung Global Startup Awards (GSA) 2026 di Valletta, Malta, pada 7–8 Mei 2026 menjadi saksi runtuhnya dominasi barat...

Dari AO Jadi Dirut, Kindaris Resmi Pimpin PNM Gantikan Arief Mulyadi

Dari AO Jadi Dirut, Kindaris Resmi Pimpin PNM Gantikan Arief Mulyadi

by Stella Gracia
12 Mei 2026 - 14:14

Stabilitas.id – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) resmi mengumumkan nakhoda baru untuk memimpin perusahaan pembiayaan ultra mikro tersebut. Kindaris ditunjuk...

Reni Wulandari, Direktur Operasi Perempuan Pertama SIG: Dobrak Bias Gender di Industri Semen

Reni Wulandari, Direktur Operasi Perempuan Pertama SIG: Dobrak Bias Gender di Industri Semen

by Stella Gracia
21 April 2026 - 18:54

Stabilitas.id – Industri semen yang selama ini identik dengan dominasi laki-laki kini memiliki wajah baru dalam kepemimpinannya. Reni Wulandari, seorang...

Obituari Michael Bambang Hartono: Berpulangnya Sang Arsitek Diversifikasi Bisnis Djarum

Obituari Michael Bambang Hartono: Berpulangnya Sang Arsitek Diversifikasi Bisnis Djarum

by Stella Gracia
21 Maret 2026 - 16:49

Stabilitas.id – Dunia usaha Indonesia berduka. Michael Bambang Hartono, salah satu pilar utama di balik imperium bisnis Djarum Group dan...

Friderica Widyasari Dewi: Menjaga Marwah Otoritas dengan Intuisi dan Presisi

Friderica Widyasari Dewi: Menjaga Marwah Otoritas dengan Intuisi dan Presisi

by Sandy Romualdus
12 Maret 2026 - 00:05

Stabilitas.id - Sejarah sering kali ditulis melalui langkah-langkah sunyi yang konsisten sebelum akhirnya meledak dalam sebuah panggung besar. Di lantai...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
CIMB Niaga Berinovasi dari Hati

CIMB Niaga Berinovasi dari Hati

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance