Stabilitas.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) memperkokoh posisinya sebagai pemimpin industri keuangan syariah dengan menyabet tiga penghargaan bergengsi dari Kementerian Keuangan sebagai Mitra Distribusi Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Terbaik 2025.
Capaian ini diraih atas performa solid BSI dalam memasarkan instrumen investasi negara, dengan total penjualan SBSN ritel melampaui Rp4,9 triliun sepanjang tahun 2025. Sebagai satu-satunya bank syariah yang memegang lisensi Primary Dealer SBSN, BSI dinilai memiliki peran krusial dalam menjaga likuiditas dan memperdalam pasar sekunder syariah di Indonesia.
BERITA TERKAIT
Adapun tiga kategori penghargaan yang dimenangkan BSI meliputi:
-
Mitra Distribusi SBSN Ritel Terbaik 2025 (Kategori Bank Syariah).
-
Mitra Distribusi SBSN Ritel Terbaik (Kategori Skema Investasi Sosial).
-
Peringkat Ketiga Dealer Utama (DU) SBSN Terbaik 2025.
Direktur Treasury & International Banking BSI, Firman Nugraha, menegaskan bahwa BSI tidak hanya berperan sebagai distributor, tetapi juga sebagai katalisator integrasi antara sektor keuangan komersial dan sosial. Hal ini diwujudkan melalui pemasaran instrumen seperti Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) yang menggabungkan investasi dengan aspek wakaf produktif.
“BSI berkomitmen memperluas basis investor dan meningkatkan literasi guna menciptakan pasar modal syariah yang lebih dalam, likuid, dan efisien,” ujar Firman dalam keterangan resmi, Rabu (8/4/2026).
Akselerasi via BYOND by BSI
Penguatan infrastruktur digital menjadi kunci keberhasilan BSI dalam menjangkau investor ritel secara inklusif. Melalui platform superapp BYOND by BSI, BSI Net Banking, dan BSI Mobile, nasabah dapat mengakses pembelian Sukuk Ritel maupun Sukuk Tabungan secara seamless.
Selain sebagai mitra distribusi, BSI turut memperkuat ekosistem pasar modal syariah melalui berbagai layanan pendukung, seperti Agen Penjual Reksa Dana Syariah, Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek (bekerja sama dengan perusahaan sekuritas), Penyedia Rekening Dana Syariah (RDS) untuk transaksi saham syariah.
Dengan strategi transformasi digital yang agresif, BSI optimis dapat membawa pasar modal syariah Indonesia lebih kompetitif di tingkat global pada sisa tahun 2026, sekaligus mendukung pembiayaan pembangunan nasional yang berkelanjutan. ***
















