Stabilitas.id – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) terus memperkuat penetrasi layanan perbankan berbasis ekosistem. Terbaru, emiten bersandi saham BTN ini menjalin kemitraan strategis dengan PT Mitra Kasih Perkasa (MKP) untuk mendorong digitalisasi sektor pariwisata di Bali melalui sistem ticketing terintegrasi dan layanan keuangan digital.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menjelaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk mengintegrasikan seluruh perjalanan wisatawan (customer journey) ke dalam sistem keuangan yang efisien. Layanan ini nantinya akan terhubung langsung dengan super apps Bale by BTN.
“Kerja sama ini adalah langkah strategis BTN dalam memperluas kehadiran pada sektor dengan potensi transaksi tinggi. Kami tidak hanya hadir sebagai penyedia layanan perbankan, tetapi juga mendukung lifestyle dan transaction ecosystem masyarakat,” ujar Nixon di Jakarta, Senin (11/5/2026).
BERITA TERKAIT
Dalam kemitraan ini, MKP berperan sebagai penyedia sistem ticketing terpadu, sementara BTN bertindak sebagai exclusive banking partner. Seluruh proses settlement transaksi akan ditempatkan pada rekening BTN, mencakup transaksi tunai maupun non-tunai melalui EDC dan QRIS bagi merchant serta UMKM di kawasan wisata.
Potensi bisnis dari kolaborasi ini terbilang besar. Total trafik pada ekosistem MKP saat ini mencapai lebih dari 4 juta pengunjung per tahun dengan estimasi volume transaksi mencapai Rp280 miliar per tahun.
“Sektor pariwisata Bali memiliki potensi devisa hingga Rp176 triliun dengan kunjungan mencapai 16,3 juta orang pada 2025. Kami ingin masuk lebih dalam ke ekosistem ini,” tambah Nixon.
Digitalisasi Pelabuhan Strategis dan Desa Wisata
Kerja sama ini mencakup sejumlah titik krusial di Bali, di antaranya:
-
Pelabuhan Matahari Terbit Sanur: Melayani sekitar 1,25 juta pengunjung per tahun.
-
Desa Wisata Penglipuran: Destinasi ikonik dengan 724 ribu pengunjung per tahun.
-
Pelabuhan Nusa Penida & Denpasar: Mencakup Pelabuhan Sampalan, Serangan, dan Bias Munjul.
CEO & Co-Founder MKP Nicholas Anggada menekankan bahwa pariwisata masa kini harus terkoneksi secara seamless mulai dari pemesanan (booking), pembayaran, hingga keberangkatan (boarding).
“Bersama BTN, kami membangun connected tourism ecosystem. MKP merupakan satu-satunya perusahaan teknologi yang terverifikasi Kementerian Perhubungan melalui SE DJPL Nomor 33 Tahun 2023 terkait implementasi e-ticketing pelayaran penumpang,” ungkap Nicholas.
Selain penguatan sistem, BTN juga memperoleh peran sebagai exclusive branding partner di berbagai area strategis pelabuhan dan destinasi wisata, mulai dari ticketing gate hingga fasilitas pendukung lainnya, guna memperkuat brand exposure di mata wisatawan domestik maupun mancanegara. ***
Cakupan Ekosistem Wisata Digital BTN-MKP (Mei 2026):
| Lokasi Strategis | Estimasi Pengunjung / Tahun | Fokus Layanan |
| Pelabuhan Sanur | 1,25 Juta | E-ticketing & Settlement Perbankan |
| Desa Penglipuran | 724 Ribu | Layanan UMKM & QRIS BTN |
| Nusa Penida (Sampalan) | 465 Ribu | Sistem Pembayaran Terintegrasi |
| Pelabuhan Serangan | 284 Ribu | EDC & Fasilitas CRM BTN |
| Platform Digital | – | Integrasi Super Apps Bale by BTN |

















