• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Sabtu, Februari 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Bursa

ETF, Produk Reksa Dana Baru dari Indopremier

oleh Sandy Romualdus
31 Oktober 2012 - 00:00
7
Dilihat
Kupong Obligasi Bank Saudara Ditawar 11%-13%
0
Bagikan
7
Dilihat

 

Jakarta – PT Indopremier Investment Management (IPIM) meluncurkan produk ETF IDX30 sebagai acuan investasi reksa dana. Produk ini dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (30/10).

Direktur Utama PT Indo Premier Investment Management (IPIM) John D Item mengatakan fluktuatif perdagangan saham di seluruh bursa global, termasuk BEI, membuat investor sulit mengambil posisi dalam melakukan investasi portofolio. Kehadiran produk Exchange Traded Fund (ETF) dapat menjadi solusi bagi investor untuk berinvestasi secara jangka pendek dan panjang.

BERITA TERKAIT

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Menurut John, investor akan mendapatkan puluhan saham unggulan yang terdapat dalam produk ETF secara online. Dengan demikian, investor dapat meningkatkan atau menurunkan porsi saham dengan cepat ketika kondisi pasar saham naik atau turun secara signifikan. "Investor dapat secara cepat pula merealisasikan keuntungan atau menghindari kerugian. Premier ETF IDX30 dan ETF LQ-45 akan menyederhanakan investasi investor di pasar saham," ujarnya.

Sementara itu, Direktur IPIM Diah Sofiyanti mengatakan untuk ETF IDX30 dijual Rp35 juta per keranjang bagi investor yang ingin membeli di pasar primer. Artinya investor akan mendapatkam 200 lot kumpulan saham yang ada di Indeks IDX30. Sedangkan di pasar sekunder ETF IDX30 dijual Rp190 ribu per satu lot. "Kami sendiri menargetkan dana kelolaan produk ETF IDX30 dapat tumbuh menjadi Rp75 miliar di akhir tahun ini dan Rp100 miliar-Rp150 miliar di akhir 2013. Target investornya beragam dari insitusi hingga investor ritel," terangnya.

Diah mengungkapkan ETF IDX30 diluncurkan untuk meraih kesuksesan pasca pihaknya meluncurkan ulang ETF LQ-45 di tahun lalu. Sebelumnya, produk tersebut diluncurkan pada 2007, namun likuiditasnya sangat minim. "Pasalnya harganya sangat mahal dimana satu keranjang produk ETF LQ-45 dijual Rp7 miliar, kemudian kami ubah menjadi Rp70 juta per satuan basket produk ETF. Saat ini dana kelolaan produk ETF LQ-45 sudah Rp75 miliar dan diperkirakan akan meningkat menjadi RP100 miliar sampai dengan akhir 2012," terangnya.

Sampai dengan akhir 2012, Indopremier sendiri menargetkan total dana kelolaan untuk semua produk investasinya sekitar Rp 1,2 triliun-Rp1,5 triliun dari posisi saat ini di kisaran Rp 800 miliar. Hingga kini, total dana kelolaan terbesar berasal dari produk Kontrak Pengelolaan Dana sekitar Rp 100 miliar dan sisinya Rp 700 miliar berasal dari produk reksadana konvensional lainnya, dan ETF.

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Uriep Budhi Prasetyo menambahkan produk ETF IDX30 merupakan produk ketiga yang bertujuan meningkatkan investor di pasar modal dimana produk sebelumnya kurang likuid karena belum dikenal masyarakat.

"Ketika berinvestasi di produk ETF IDX30, investor bisa lebih leluasa dalam melakukan aksi jual dan beli langsung terhadap 30 saham unggulan yang dikelola oleh manager investasi. Jika pada reksa dana biasa investor dapat melakukan pemesanan lewat agen dalam bentuk rupiah, maka melalui produk ini investor dapat berinvestasi langsung layaknya bertransaksi saham," paparnya.

Uriep menjelaskan produk ETF IDX30 mendorong investor melakukan aksi jual dan beli langsung terhadap 30 saham unggulan yang dikelola oleh manager investasi. "Kalau pada reksa dana biasa kita melakukan pemesanan lewat agen dalam bentuk rupiah, kalau ini bisa langsung seperti layaknya main saham," tambahnya.

 
 
 
 
Sebelumnya

Q III, Kimia Farma Cetak Laba Rp148,637 Miliar

Selanjutnya

Indosat Hadirkan Kartu Indosat SUPERGADGET

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

oleh Sandy Romualdus
20 Februari 2026 - 19:31

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengambil langkah tegas terhadap praktik manipulasi pasar yang melibatkan pegiat media sosial. Otoritas resmi...

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

oleh Sandy Romualdus
20 Februari 2026 - 15:53

Stabilitas.id – Arus modal asing (capital inflow) yang diproyeksikan masuk ke pasar modal Indonesia berpotensi menembus angka US$70 miliar atau...

IHSG Parkir di 7.935, OJK Bentuk Satgas Khusus Reformasi Integritas Pasar

IHSG Parkir di 7.935, OJK Bentuk Satgas Khusus Reformasi Integritas Pasar

oleh Stella Gracia
10 Februari 2026 - 09:12

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) bergerak cepat melakukan reformasi struktural pasar modal Indonesia. Langkah ini...

Profitabilitas TUGU Tetap Solid hingga Akhir 2025

Profitabilitas TUGU Tetap Solid hingga Akhir 2025

oleh Sandy Romualdus
6 Februari 2026 - 21:55

Stabilitas.id — Analis pasar modal menilai kinerja PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) tetap solid hingga akhir 2025, ditopang...

Asosiasi Emiten Dukung Reformasi Integritas Pasar Modal OJK

Asosiasi Emiten Dukung Reformasi Integritas Pasar Modal OJK

oleh Stella Gracia
4 Februari 2026 - 14:45

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperoleh dukungan dari Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) dalam pelaksanaan agenda reformasi penguatan integritas pasar...

Danantara Nilai Integritas Pasar Modal Jadi Kunci Tarik Investasi Asing

Danantara Nilai Integritas Pasar Modal Jadi Kunci Tarik Investasi Asing

oleh Stella Gracia
2 Februari 2026 - 11:17

Stabilitas.id — Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara Rosan Roeslani menegaskan integritas dan transparansi pasar modal menjadi faktor krusial dalam menarik...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Puncak BIK 2025: Ribuan Warga Banyumas Dapat Akses Keuangan Baru dari LJK

    OJK Tunjuk Friderica sebagai ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

Outlook Moody’s Negatif, BI Pastikan Likuiditas Perbankan Jumbo Tetap Solid

Barter Tarif: 1.819 Produk Ekspor RI Jadi 0%, Gandum & Kedelai AS Bebas Bea Masuk

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Bank Mandiri Dukung Indonesia Investor Day di Hong Kong

Mandiri -Telkom Rilis Paket Hemat Internet

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance