Jakarta – PT Indopremier Investment Management (IPIM) meluncurkan produk ETF IDX30 sebagai acuan investasi reksa dana. Produk ini dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (30/10).
Direktur Utama PT Indo Premier Investment Management (IPIM) John D Item mengatakan fluktuatif perdagangan saham di seluruh bursa global, termasuk BEI, membuat investor sulit mengambil posisi dalam melakukan investasi portofolio. Kehadiran produk Exchange Traded Fund (ETF) dapat menjadi solusi bagi investor untuk berinvestasi secara jangka pendek dan panjang.
BERITA TERKAIT
Menurut John, investor akan mendapatkan puluhan saham unggulan yang terdapat dalam produk ETF secara online. Dengan demikian, investor dapat meningkatkan atau menurunkan porsi saham dengan cepat ketika kondisi pasar saham naik atau turun secara signifikan. "Investor dapat secara cepat pula merealisasikan keuntungan atau menghindari kerugian. Premier ETF IDX30 dan ETF LQ-45 akan menyederhanakan investasi investor di pasar saham," ujarnya.
Sementara itu, Direktur IPIM Diah Sofiyanti mengatakan untuk ETF IDX30 dijual Rp35 juta per keranjang bagi investor yang ingin membeli di pasar primer. Artinya investor akan mendapatkam 200 lot kumpulan saham yang ada di Indeks IDX30. Sedangkan di pasar sekunder ETF IDX30 dijual Rp190 ribu per satu lot. "Kami sendiri menargetkan dana kelolaan produk ETF IDX30 dapat tumbuh menjadi Rp75 miliar di akhir tahun ini dan Rp100 miliar-Rp150 miliar di akhir 2013. Target investornya beragam dari insitusi hingga investor ritel," terangnya.
Diah mengungkapkan ETF IDX30 diluncurkan untuk meraih kesuksesan pasca pihaknya meluncurkan ulang ETF LQ-45 di tahun lalu. Sebelumnya, produk tersebut diluncurkan pada 2007, namun likuiditasnya sangat minim. "Pasalnya harganya sangat mahal dimana satu keranjang produk ETF LQ-45 dijual Rp7 miliar, kemudian kami ubah menjadi Rp70 juta per satuan basket produk ETF. Saat ini dana kelolaan produk ETF LQ-45 sudah Rp75 miliar dan diperkirakan akan meningkat menjadi RP100 miliar sampai dengan akhir 2012," terangnya.
Sampai dengan akhir 2012, Indopremier sendiri menargetkan total dana kelolaan untuk semua produk investasinya sekitar Rp 1,2 triliun-Rp1,5 triliun dari posisi saat ini di kisaran Rp 800 miliar. Hingga kini, total dana kelolaan terbesar berasal dari produk Kontrak Pengelolaan Dana sekitar Rp 100 miliar dan sisinya Rp 700 miliar berasal dari produk reksadana konvensional lainnya, dan ETF.
Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Uriep Budhi Prasetyo menambahkan produk ETF IDX30 merupakan produk ketiga yang bertujuan meningkatkan investor di pasar modal dimana produk sebelumnya kurang likuid karena belum dikenal masyarakat.
"Ketika berinvestasi di produk ETF IDX30, investor bisa lebih leluasa dalam melakukan aksi jual dan beli langsung terhadap 30 saham unggulan yang dikelola oleh manager investasi. Jika pada reksa dana biasa investor dapat melakukan pemesanan lewat agen dalam bentuk rupiah, maka melalui produk ini investor dapat berinvestasi langsung layaknya bertransaksi saham," paparnya.
Uriep menjelaskan produk ETF IDX30 mendorong investor melakukan aksi jual dan beli langsung terhadap 30 saham unggulan yang dikelola oleh manager investasi. "Kalau pada reksa dana biasa kita melakukan pemesanan lewat agen dalam bentuk rupiah, kalau ini bisa langsung seperti layaknya main saham," tambahnya.





.jpg)










