• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Senin, Oktober 19, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Finance

Fraud Mengincar Program KUR

by Sandy Romualdus
7 Agustus 2016 - 00:00
57
VIEWS
0
SHARES
57
VIEWS

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Kejahatan memang tidak bisa dihilangkan, begitu pula fraud di industri perbankan. Meski demikian hal itu tidak mengurangi upaya otoritas dan manajemen perusahaan untuk menekan kesalahan yang berujung pada kerugian. Dan hingga kini kejahatan yang dilakukan baik oleh pihak internal atau eksternal tetap menjadi ancaman perbankan, kendati pelbagai macam aturan terus diperketat dan disempurnakan.
Lihat saja pada program penyaluran Kredit Usaha Rakyat, yang menjadi andalan pemerintahan Joko Widodo untuk mendongkrak kinerja pembiayaan bank di masa sulit ini, tidak luput dari penyelewengan. Bulan lalu, Kejaksaan Negeri Surabaya, Jawa Timur membongkar dugaan pembobolan kredit fiktif KUR di BRI Unit Benowo, Surabaya senilai Rp 1,3 miliar. Modusnya menerima ratusan foto kopi kartu identitas dan memprosesnya orang yang namanya tercantum itu tidak pernah mengajukan kredit.
Di Bandung, Jawa Barat, pada April terungkap juga modus membuat perusahaan fiktif untuk mendapatkan KUR. Akibatnya dana sebesar Rp12,5 miliar yang sedianya untuk pengusaha mikro yang membutuhkan jatuh ke tangan pihak yang keliru.
Sementara itu yang lebih besar menimpa Bank Jatim yang telah digerogoti karyawannya sendiri senilai Rp19 miliar terkait penyaluran KUR. Modusnya dengan mengajukan kredit fiktif dari setidaknya 55 debitur.
Kenyataan itu, tak pelak lagi membuat coreng di muka bank terkait, dan lebih jauh lagi akan memberi ganjalan pada program kredit andalan pemerintah serta menghambat kinerja kredit bank. Menurut Direktur Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Krisna Wijaya, kejadian-kejadian tersebut harus menjadi perhatian utama pelaku industri jasa keuangan untuk mengantisipasinya baik dari segi pengawasan maupun meningkatkan kewaspadaan. Kondisi tersebut juga menjadi tantangan bank, terutama perbankan untuk menggenjot pertumbuhan, tanpa mengurangi prinsip governance dan kehati-hatian (prudent).
“Jika Industri Jasa Keuangan tidak hati-hati, akan berpeluang memunculkan tindakan fraud di perbankan. Apalagi, risiko yang muncul akibat penyalahgunaan fraud dari ulah manusia telah memberikan kerugian besar bagi perusahaan maupun nasabah,” papar Krisna saat membuka Seminar Anti Fraud 2016 yang diselenggarakan Majalah Stabilitas, di Jakarta, Rabu (1/6).
Krisna menegaskan, dari beragam kejadian yang ada, risiko fraud bisa terjadi karena beberapa sebab. Pertama, karena ada niat dari pegawai dan peluangnya juga ada. Kedua, karena ada niat dari pegawai padahal peluangnya sebenarnya tidak ada. Ketiga, karena adanya kesempatan, walaupun pada awalnya pegawai tidak punya niat melakukan fraud.
Dia menyebutkan, bahwa kejadian fraud bisa saja dilakukan oleh karyawan perusahaan itu sendiri dengan orang luar maupun akibat kerjasama antara karyawan dengan orang luar. Namun kendati perusahaan itu sudah melakukan manajemen anti-fraud, tetap saja masih terjadi berulangkali. “Contohnya, yang terjadi pada April lalu ketika salah satu bank daerah terkena risiko kredit gara-gara adanya kredit fiktif pada program kredit usaha rakyat (KUR) senilai Rp19 miliar,” kata mantan Direktur BRI itu.
Dirinya juga sangat menyayangkan adanya aksi fraud di program KUR. Mengingat, KUR merupakan program pemerintah dengan total dana yang disiapkan disepanjang 2016 ini mencapai puluhan triliun rupiah. Apalagi 90 persen dari total dana KUR tersebut akan disalurkan oleh bank milik negara. “Jangan sampai peluang yang diberikan pemerintah untuk meningkatkan kredit UMKM menjadi bumerang bagi kita karena pihak industri keuangan tidak prudent pada penyaluran kredit di sektor tersebut,” ucap Krisna.
Bank BRI, sebagai bank terdepan di sektor kredit mikro dan juga yang terbesar memberikan KUR tentu salah satu bank yang paling waspada. Hal itu diakui oleh Susy Liestiowaty, Direktur BRI yang membawahi kredit UMKM. Menurut dia, karena BRI tersebar sampai ke pelosok-pelosok desa dalam bentuk unit BRI maka pihaknya biasa mengalami masalah dari perbedaan sikap dari berbagai kalangan masyarakat dan juga pegawai. “Oleh karena itu fungsi kontrol atasan betul-betul sangat ditegakkan. Apakah yang mereka (pegawai) proses itu memang betul-betul sesuai fakta. Kita juga punya sistem monitoring online untuk laporan kunjungan nasabah selama seminggu,” kata dia.
Kendati demikian, Susy menyebut tetap ada risiko yang dihadapi oleh BRI, salah satunya risiko penyelahgunaan jabatan, apalagi banyak masyarakat desa yang belum terlalu paham mengenai kerja dan sistem perbankan. “Sehingga mereka biasa memercayakan dananya pada pegawai kami.”
Oleh karena secara internal BRI selalu menggaungkan budaya anti fraud dan saat ini secara tersistem pihaknya banyak melakukan sosialisasi anti fraud melalui pendidikan yang dilakukan di setiap outlet. Kita juga mempunyai sistem untuk menggalakan budaya risiko fraud. “Untuk fraud yang terjadi, kami langsung menyusun kebijakan tentang knowledge employee dan juga budaya sadar risiko salah satunya terus menerus melakukan pendidikan sosialisasi sekaligus budaya pencegahan dengan memberikan lebih banyak arahan tentang penanggulangan agar terhindar risiko kecurangan,” kata Susy.

  • Baca juga: BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Gaya Hidup

Sejatinya manajemen perbankan bisa mendeteksi sejak dini jika pegawainya terindikasi melakukan fraud. Salah satunya dengan mendeteksi perubahan gaya hidup pegawainya. Menurut Koordinator Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK), Bagus D. Reksojoedo, dalam beberapa tahun belakangan, aksi fraud di dunia perbankan kerap dilakukan oleh manajemen hanya untuk melakukan hura-hura atau menghabiskan uang di ‘dunia malam’.
Untuk membiayai kegiatan itu, kata dia, kerap kali menggunakan dana perusahaan dengan nominal yang tidak sedikit. Dalam sehari bisa menghabiskan antara Rp15-20 juta per malam. “Dari data yang pernah kami olah, para manajemen bank itu melakukan fraud dengan menggunakan dana perusahaan hanya untuk dugem. Bisa mencapai Rp15-20 juta per malam,” papar Bagus.
Dengan gaya hidup mereka yang mulai meningkat drastis, lanjut Bagus, sejatinya mereka telah mengorbankan para nasabahnya. Bahkan sampai ada kasus yang ditemukan, para frauder menghabiskan dana mencapai Rp20 miliar hanya untuk biaya hura-hura itu. “Itu kejadian waktu dulu. Sekarang sudah mulai tidak lagi. Jadi, ada korelasi antara life style manajemen yang memengaruhi aksi fraud,” ujar Bagus.
Untuk mengikis fraud, saran dia, harus dimulai dari top management, staf pimpinan, karyawan, dan pihak intermediary. Sehingga nantinya, harus dicanangkan dan dicontohkan oleh para pimpinan itu dan dilaksankaan oleh segenap pihak di perusahaan. “Dan konkretnya, diwujudkan dalam bentuk kebijakan, keputusan serta proses bisnis dan kerja di perusahaan. Maka, di jajaran manajemen dan staf akan tertanam kesadaran akan risiko fraud dan mesti ditumbuhkan semangat menolak dan melawan fraud,” papar Bagus.
Menurutnya, dalam setiap keputusan di manajemen itu harus dilandasi oleh semangat untuk mencegah, mendeteksi, menangani, dan memperbaiki potensi fraud. “Dan untuk itu, pihak manajemen harus memastikan adanya keterkaitan antar kebijakan, sehingga saling melengkapi dalam menangkal potensi fraud di industri jasa keuangan tersebut,” kata dia.
Selain itu, menurut Imam Budi Sarjito, Direktur Bank Negara Indonesia, untuk mencegah pencegahan penipuan atau fraud, perseroan bisa menerapkan strategi yang sudah digariskan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam bentuk empat pilar. Empat pilar itu pun terdiri dari pencegahan, deteksi, investigasi, dan evaluasi. “Dalam pencegahan yang harus dilakukan adalah bagaimana kami harus mengenali detail setiap pegawai dan identifikasi kerawanan. Lalu, pada tahap deteksi lewat kebijakan dan mekanisme whistleblowing, tahap investigasi lewat standar investigasi, mekanisme pelaporan, dan sanksi, terakhir tahap evaluasi yang dilakukan adalah pemantauan dan tindak lanjut,” kata dia.

  • Baca juga: Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026
 
 
 
 
 
Previous Post

Langkah Medco Kuasai Newmont

Next Post

Counter Attack dari Singapura

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 21:02

BNI menyabet peringkat keempat Top 10 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026 berkat penguatan kanal digital wondr...

Porsi Kredit Produktif Tembus 62 Persen: Bank BPD Bali Salurkan Pembiayaan UMKM Rp14,15 Triliun

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

by Sandy Romualdus
16 Oktober 2026 - 20:36

Bank BPD Bali meraup laba Rp1 triliun dan menyalurkan kredit UMKM Rp14,43 triliun per kuartal III/2026 dengan NPL Gross terjaga...

Bicara di Forum IMF-World Bank: Wadirut Bank BSN Dorong Integrasi Pasar Syariah ASEAN

Bicara di Forum IMF-World Bank: Wadirut Bank BSN Dorong Integrasi Pasar Syariah ASEAN

by Sandy Romualdus
15 Oktober 2026 - 15:56

Wadirut Bank BSN Arga M. Nugraha menyerukan integrasi pasar keuangan syariah ASEAN guna melayani 250 juta umat Muslim di forum...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Lebih dari Sekadar Modal, KUR BRI Dorong Toko Grosir Fitriani Ciptakan Lapangan Kerja di Pesawaran

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 11:48

Berkat pembiayaan KUR BRI, Fitriani berhasil kembangkan kios kecil di Pesawaran jadi toko grosir sembako dan buka lapangan kerja warga...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 09:49

Shifa Celluler di Binjai Utara jadi ujung tombak inklusi dan literasi keuangan BRI, layani 4.500 transaksi bulanan serta dampingi nasabah...

Porsi Kredit Produktif Tembus 62 Persen: Bank BPD Bali Salurkan Pembiayaan UMKM Rp14,15 Triliun

Apresiasi Layanan Pensiun Prima: Dirut Bank BPD Bali Nyoman Sudharma Tegaskan Komitmen Sinergi Digital

by Sandy Romualdus
14 Oktober 2026 - 20:31

Bank BPD Bali meraih predikat Terbaik II Mitra Kerja Pembayaran Pensiun dari PT Taspen dan Ditjen Perbendaharaan atas layanan prima...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Dukung Pariwisata, CIMB Niaga Serahkan Bus Wisata TransJakarta

Dukung Pariwisata, CIMB Niaga Serahkan Bus Wisata TransJakarta

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance