• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Kamis, Agustus 13, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Info Otoritas

Fundamental Kokoh, BI Sebut Tekanan Rupiah Murni Terkerek Sentimen Global

oleh Stella Gracia
17 Juli 2026 - 07:23
17
Dilihat
Modal Asing Rp8,12 Triliun Kabur dari RI Pekan Lalu, Investor Ramai Jual SBN & SRBI
0
Bagikan
17
Dilihat

DGS BI Destry Damayanti menegaskan fundamental RI tetap kokoh di level BBB S&P. BI guyur insentif likuiditas Rp 479 triliun dan perluas LCT untuk kurangi ketergantungan dolar AS.

Stabilitas.id – Bank Indonesia (BI) pasang badan terkait fluktuasi nilai tukar rupiah yang terjadi belakangan ini. Bank sentral menegaskan bahwa pelemahan mata uang Garuda lebih dominan dipicu oleh faktor sentimen global dan dinamika persepsi investor, alih-alih mencerminkan pemburukan pada fundamental ekonomi domestik.

  • Baca juga: Srikandi di Benteng Finansial: Saat Kepemimpinan Intuisi dan Presisi Menjaga Marwah Otoritas

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit (sovereign credit rating) Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil merupakan pengakuan nyata atas kokohnya fondasi ekonomi nasional.

“Fundamental kita sebenarnya oke. Kalau dibandingkan negara lain, berapa banyak yang masih bisa tumbuh di atas 5% dengan inflasi yang tetap terjaga,” kata Destry dalam ajang CMBC Investment Forum, Rabu (15/7/2026).

BERITA TERKAIT

Srikandi di Benteng Finansial: Saat Kepemimpinan Intuisi dan Presisi Menjaga Marwah Otoritas

Melandai di Akhir Juli 2026, Ini Deretan Tren Cadangan Devisa Indonesia Sepanjang 2026

Kemenkeu Buka Peluang Perpanjang Dana SAL di Himbara, BRI Siap Pacu Sektor Riil

Modal Asing Masuk US$ 8,5 Miliar di Q2 2026, BI Pastikan Cadangan Devisa Tetap Tebal

Destry membeberkan sejumlah indikator utama yang menunjukkan bahwa sektor keuangan dan likuiditas domestik masih berada dalam zona aman:

  • Pertumbuhan Ekonomi: Konsisten bertahan di atas level 5%.

  • Inflasi: Tetap terkendali dalam rentang sasaran target pemerintah dan BI.

  • Cadangan Devisa: Berada di posisi kuat, setara 5,8 hingga 5,9 bulan impor. Angka ini jauh melampaui standar kecukupan internasional yang hanya mematok batas minimal 3 bulan impor.

Menurut Destry, tingginya tekanan terhadap rupiah saat ini murni akibat dari aksi flight to quality para investor global yang memburu aset aman (safe haven) berbasis dolar AS, menyusul indeks dolar yang terus menguat. Kondisi ini membuat rupiah sempat menguat 0,2% pasca-pengumuman S&P, menjadi salah satu yang terbaik di kawasan regional.

  • Baca juga: Melandai di Akhir Juli 2026, Ini Deretan Tren Cadangan Devisa Indonesia Sepanjang 2026

Insentif Likuiditas Rp 479 Triliun

Demi menjinakkan volatilitas nilai tukar, BI telah mengambil langkah pre-emptive dengan menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 100 basis poin (bps) sepanjang periode Mei hingga Juni 2026, hingga kini bertengger di level 5,75%.

Kendati melakukan pengetatan moneter, BI tidak ingin roda intermediasi perbankan tersendat. Bank sentral menerapkan bauran kebijakan makroprudensial yang longgar melalui pemberian insentif likuiditas.

Bank-bank yang rajin menyalurkan kredit ke sektor prioritas mendapatkan kelonggaran berupa pengurangan kewajiban penempatan dana di BI. Per Juni 2026, total insentif likuiditas yang digelontorkan BI ke industri perbankan mumpuni mencapai Rp 479 triliun.

Efeknya, fungsi intermediasi berjalan lancar. Pertumbuhan kredit perbankan per Mei 2026 mampu melesat di atas 12%, dan performa pada Juli 2026 diperkirakan tetap konsisten mendekati level dua digit tersebut.

Pangkas Ketergantungan Dolar AS

Strategi jangka panjang BI untuk meredam keperkasaan dolar AS dilakukan dengan memperluas implementasi kerja sama Local Currency Transaction (LCT) atau transaksi menggunakan mata uang lokal dengan negara mitra dagang utama, khususnya China dan Jepang.

Langkah de-dolarisasi ini membuahkan hasil yang signifikan. Per Mei 2026, nilai transaksi perdagangan dengan China yang menggunakan skema LCT telah menembus angka ekuivalen US$ 9 miliar.

  • Baca juga: Kemenkeu Buka Peluang Perpanjang Dana SAL di Himbara, BRI Siap Pacu Sektor Riil

Untuk mempermudah para pelaku usaha, BI juga telah memfasilitasi transaksi spot langsung untuk mata uang Yuan (CNY) dan Yen (JPY) terhadap Rupiah (IDR) di pasar domestik. Walhasil, eksportir dan importir tidak perlu lagi melakukan konversi ganda (double conversion) melewati mata uang dolar AS, yang pada gilirannya sukses menekan permintaan terhadap greenback. ***

Tags: ank Indonesiabi rateDestry DamayantiLCTlikuiditas perbankanLocal Currency TransactionmakroprudensialrupiahS&P Global Ratings
 
 
 
 
 
Sebelumnya

BI Rate Mendaki, OJK Tegaskan Likuiditas Perbankan Tetap Tebal dan Kredit Tumbuh 11,51%

Selanjutnya

Pasar Volatil Bukan Halangan, Laba Bisnis Wealth Management DBS Indonesia Melesat 24%

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Implementasi POJK 19/2025, OJK dan Pemerintah Perluas Akses Kredit UMKM Tanpa Agunan Tambahan

Implementasi POJK 19/2025, OJK dan Pemerintah Perluas Akses Kredit UMKM Tanpa Agunan Tambahan

oleh Sandy Romualdus
11 Agustus 2026 - 20:26

Pembiayaan UMKM tembus Rp1.948,72 triliun per Juni 2026. Di UMKM Finance Summit 2026, OJK dan Kementerian UMKM bentuk Working Group...

Tekan Angka Stunting di Lereng Merapi, BRI Peduli Pugar Posyandu Matahari di Desa Brilian Sleman

Rombak Strategi Edukasi, Ketua DK LPS Anggito Abimanyu Beberkan 5 Pilar Literasi Penjaminan

oleh Sandy Romualdus
11 Agustus 2026 - 14:40

Hasil SNLIK 2026 tunjukkan 62,51% nasabah tahu simpanan dijamin, tapi baru 46,31% kenal LPS. Anggito Abimanyu dorong strategi literasi terarah...

Lampaui Target RPJMN 2029 Lebih Cepat, OJK Beberkan 5 Strategi Tutup Gap Literasi-Inklusi

Lampaui Target RPJMN 2029 Lebih Cepat, OJK Beberkan 5 Strategi Tutup Gap Literasi-Inklusi

oleh Sandy Romualdus
11 Agustus 2026 - 10:18

SNLIK 2026 catat literasi 69,57% dan inklusi 93,61%, lampaui target RPJMN 2029. OJK luncurkan 5 strategi tutup gap inklusi dan...

Indeks Literasi dan Inklusi 2026 Naik, Ada Lompatan Pesat di Perdesaan dan Kalangan Perempuan

Indeks Literasi dan Inklusi 2026 Naik, Ada Lompatan Pesat di Perdesaan dan Kalangan Perempuan

oleh Stella Gracia
11 Agustus 2026 - 09:51

Indeks literasi keuangan 2026 naik ke 55,3% dan inklusi 89,2%. OJK, BPS, dan LPS soroti kesenjangan wilayah timur serta risiko...

HUT Ke-49 Pasar Modal Indonesia: OJK Perkuat Integritas dan Hadiahkan ETF Emas

HUT Ke-49 Pasar Modal Indonesia: OJK Perkuat Integritas dan Hadiahkan ETF Emas

oleh Stella Gracia
11 Agustus 2026 - 09:43

HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia: OJK luncurkan ETF Emas dan perkuat integritas pasar. Jumlah investor SID tembus 30,27 juta di...

Modal Asing Masuk US$ 8,5 Miliar di Q2 2026, BI Pastikan Cadangan Devisa Tetap Tebal

Srikandi di Benteng Finansial: Saat Kepemimpinan Intuisi dan Presisi Menjaga Marwah Otoritas

oleh Sandy Romualdus
10 Agustus 2026 - 20:17

Rupiah melonjak ke level Rp17.753 per dolar AS usai Surpres Gubernur BI diserahkan. Simak analisis lengkap rekam jejak Destry Damayanti...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Keras Dan Menghantam

    Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tekanan Geopolitik Membayangi, Sinergi Fiskal-Moneter Jadi Kunci Stabilitas Sektor Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bidik US$ 1 Miliar, Pemerintah Terbitkan Panda Bonds Berperingkat AAA di Pasar China Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kemenkeu Monitor 490 Daerah Tertekan Fiskal, Siapkan Suntikan Dana Belanja Pegawai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Ekspansi Global BUMN: K&K Advocates dan Bird & Bird Bedah Mitigasi Risiko Hukum Lintas Negara

Pacu Semen Hijau dan Bahan Bakar Alternatif, SIG Buktikan Competitive Advantage Berbasis ESG

Dominasi Sektor Pertanian 42,6%, Penyaluran KUR BRI Tembus Rp103,81 Triliun per Juni 2026

Dari Den Haag hingga Amsterdam, BNI Dampingi Waroeng Padang Lapek Bawa Cita Rasa Minang ke Eropa

Pacu Ekonomi Syariah di Kawasan FTZ, CIMB Niaga Syariah Resmikan Syariah Digital Branch di Batam

Momentum Hari UMKM Nasional, Bank Mandiri Dorong 56 Ribu Debitur KUR Naik Kelas

BNI Perkuat Tata Kelola SDM lewat LSP dan Sertifikasi ISO

Tembus Rp1.211 Triliun, BRI Bersama Danantara Perkuat Ekosistem Pembiayaan UMKM Nasional

Kemenkeu: 91 Persen Pembiayaan Investasi 2027 Bergantung pada Sektor Swasta

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Bank DBS Indonesia-Mirae Asset Sekuritas Luncurkan Online Onboarding RDN, Permudah Akses Investasi Digital

Pasar Volatil Bukan Halangan, Laba Bisnis Wealth Management DBS Indonesia Melesat 24%

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance