Stabilitas.id — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini menunjukkan dinamika yang cukup tinggi di tengah sentimen pasar yang masih berhati-hati usai gejolak pekan lalu. Merujuk pada data pasar real-time, IHSG tercatat bergerak di kisaran 7.904–8.313 poin, dengan posisi terakhir sekitar 7.960,68 poin pada pukul 09.25 WIB, turun signifikan dibanding penutupan akhir pekan lalu. Data ini merefleksikan tekanan jual yang belum sepenuhnya mereda setelah indeks sempat jatuh karena kekhawatiran investor terhadap risiko fundamental dan eksternal.
IHSG pagi ini dibuka di posisi 8.308,73 poin namun segera menunjukkan volatilitas tinggi akibat aksi jual pada saham-saham besar. Rentang pergerakan harian memperlihatkan fluktuasi antara 7.904,17 poin sebagai titik terendah dan 8.313,06 poin sebagai titik tertinggi.
Sentimen pasar pagi ini masih dibayangi oleh kekhawatiran terhadap sentimen global dan domestik yang belum menguat, termasuk respons pelaku pasar terhadap sinyal kebijakan yang terus diamati oleh investor institusi maupun ritel. Faktor volatilitas global turut memengaruhi keputusan investasi sehingga IHSG cenderung bergerak di luar tren yang jelas pada sesi pagi ini.
Kurs Rupiah Masih Melemah, Tekanan Valuta Asing Terlihat Jelas
Di sisi valuasi mata uang, kurs USD/IDR pagi ini menunjukkan nilai tukar yang tetap berada pada level tekanan. Meskipun belum ada rilis resmi JISDOR oleh Bank Indonesia (BI) pada pagi ini, data pasar indikatif mencerminkan rupiah bergerak mendekati Rp 16.780–Rp 16.800 per dolar AS seiring arus modal keluar dan permintaan dolar yang masih tinggi dari pelaku pasar valuta asing. Kurs ini digunakan sebagai acuan pasar spot dan transaksi antar bank di tengah volatilitas likuiditas.
Nilai tukar yang cenderung melemah sejalan dengan tekanan pada aset berisiko, termasuk saham Indonesia, di mana preferensi investor terhadap aset safe haven seperti dolar AS meningkat. Kondisi ini mencerminkan ketidakpastian pasar yang masih dominan di sesi perdagangan awal bulan Februari 2026.
Sentimen & Prospek Perdagangan Hari Ini
Sejumlah analis melihat pasar masih dalam fase wait and see sambil memantau data ekonomi domestik dan kebijakan suku bunga Bank Indonesia serta dinamika ekonomi global. Prospek IHSG pada sisa perdagangan hari ini diperkirakan masih akan bergerak dalam rentang tekanan, dengan support teknikal kuat di area 7.800–8.100 poin dan kemungkinan rebound jika aliran modal masuk kembali. Sementara itu, rupiah kemungkinan masih berfluktuasi dalam rentang Rp 16.700–Rp 16.900 per USD sebelum indikator fundamental membaik. ***





.jpg)










