• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Senin, September 28, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Finance

Imbal Hasil Tembus 15 Persen: Riset Citi Wealth Ungkap Manuver Agresif Family Office Asia Pasifik

oleh Stella Gracia
28 September 2026 - 13:26
2
Dilihat
Jangkau 114 Ribu Siswa di 77 Kota: Cara CIMB Niaga Tanamkan Budaya Finansial Digital Sejak Dini
0
Bagikan
2
Dilihat

Survei Citi Wealth 2026 mencatat 26% family office Asia Pasifik raih imbal hasil di atas 15% dan 80% fokus pada investasi langsung sektor AI.

Stabilitas.id — Riset terbaru Citi Wealth bertajuk Global Family Office Report 2026 mengungkap bahwa entitas pengelola dana keluarga kaya (family office) di kawasan Asia Pasifik mencatatkan kinerja portofolio investasi di atas rata-rata global, sekaligus memimpin partisipasi investasi langsung di sektor kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Jumat (25/9).

  • Baca juga: Incar 65% Dana Keluarga Kaya Dunia, PFII Diproyeksi Jadi Magnet Baru Family Office

Sebanyak 26 persen family office di kawasan ini sukses membukukan imbal hasil (yield) melampaui 15 persen secara tahunan, dengan 22 persen di antaranya memasang target imbal hasil tahunan melebihi 15 persen—hampir dua kali lipat lebih agresif dibandingkan rata-rata pemodal global.

Laporan komprehensif yang dirilis Global Family Office Group dari Citi Wealth ini merangkum pemikiran lebih dari 350 family office di lebih dari 40 negara, dengan rata-rata kekayaan bersih keluarga mencapai USD 2,1 miliar (sekitar Rp31,5 triliun). Porsi responden asal Asia Pasifik berkontribusi sebesar 22 persen terhadap total survei.

BERITA TERKAIT

Incar 65% Dana Keluarga Kaya Dunia, PFII Diproyeksi Jadi Magnet Baru Family Office

Usulkan ‘One-Stop Service’ hingga ‘Family Office’, PERBANAS dan Himbara Minta Kepastian Hukum PFII

Bidik Dana Rp8.950 Triliun, DEN Siapkan Karpet Merah Family Office di Bali

Kinerja moncer portofolio keluarga kaya di Asia Pasifik didorong oleh reli pasar ekuitas publik regional—seperti indeks Nikkei 225 yang melonjak sekitar 30 persen hingga pertengahan Juni 2026—serta pendekatan taktis yang sangat lincah. Tercatat, 62 persen investor Asia Pasifik menerapkan manajemen portofolio aktif dan 49 persen memasang strategi lindung nilai (hedging) guna mengantisipasi volatilitas pasar.

Head of Integrated Client Solutions and the Global Family Office Group Citi Wealth, Dawn Nordberg, memaparkan bahwa kelas investor institusional privat ini berhasil menjaga disiplin di tengah turbulensi makroekonomi.

“Family office secara global menyeimbangkan keyakinan dengan ketahanan, peluang dengan disiplin, dan pertumbuhan dengan pengelolaan yang baik. Sebagai investor institusional terkemuka, mereka menempatkan modal, membangun kapabilitas, dan menciptakan kesinambungan dengan cara yang akan membentuk generasi mendatang,” kata Dawn dalam siaran pers resminya, Senin (28/9/2026).

Keunggulan distingtif Asia Pasifik terlihat pada aktivitas investasi langsung (direct investment), dengan tingkat partisipasi mencapai 79 persen—tertinggi di dunia. Sebanyak 77 persen responden di kawasan ini bahkan mengandalkan tim riset internal (in-house) untuk menyaring peluang investasi, mencerminkan derajat profesionalisme dan kapabilitas pencarian aset yang setara institusi keuangan kawakan.

  • Baca juga: Usulkan 'One-Stop Service' hingga 'Family Office', PERBANAS dan Himbara Minta Kepastian Hukum PFII

Di sektor riil, teknologi kecerdasan buatan menjadi magnet utama. Sebanyak 80 persen family office Asia Pasifik menetapkan AI sebagai fokus sektor investasi langsung prioritas, melampaui kawasan lain, diiringi minat ekspansif pada industri kesehatan, robotika, dan perangkat lunak. Selain itu, separuh dari investor kaya Asia mengaku nyaman dan tidak melihat hambatan signifikan dalam mengalokasikan aset digital.

Head of Asia for Integrated Client Solutions and Global Family Office Citi Wealth, Bernard Wai, menilai lanskap pengelolaan kekayaan di Asia telah bertransformasi secara struktural.

“Temuan survei 2026 menunjukkan lanskap family office yang semakin matang di Asia Pasifik, yang ditandai oleh pemikiran kewirausahaan, praktik investasi berkualitas institusional, dan selera yang kuat untuk konektivitas global. Family office di seluruh Asia Pasifik telah berevolusi menjadi semakin canggih, dengan kebutuhan bakat, penataan, dan tata kelola berpola pikir investasi layaknya dana kekayaan negara (Sovereign Wealth Fund/SWF),” ujar Bernard.

Kendati agresif memburu pertumbuhan, investor Asia Pasifik tetap memasang kewaspadaan tinggi. Sebanyak 53 persen responden mencemaskan stabilitas sistem keuangan global dan 52 persen menyoroti volatilitas pasar. Kekhawatiran ini berkaitan erat dengan friksi geopolitik energi, mengingat sekitar 85 persen pasokan minyak mentah yang dikonsumsi pasar Asia melintasi jalur rawan Selat Hormuz.

Secara global, riset Citi Wealth mencatat hampir 90 persen family office membukukan imbal hasil positif sepanjang tahun berjalan (year-to-date), dengan ekuitas publik di pasar negara maju kembali menjadi instrumen primadona alokasi modal likuid. Pemanfaatan AI pun bergeser dari sekadar eksperimen menuju implementasi analisis data dan otomasi uji tuntas (due diligence), dengan prinsip kendali keputusan akhir tetap berada di tangan manusia.

Di sisi kelembagaan, suksesi kepemimpinan lintas generasi menjadi tantangan mendesak, di mana sepertiga family office global mengantisipasi transisi komando bisnis keluarga dalam rentang lima tahun ke depan.

Head of Family Office Advisory Citi Wealth Alexandre Monnier menyimpulkan bahwa keunggulan bersaing keluarga kaya bertumpu pada tata kelola lintas batas yang adaptif.

  • Baca juga: Bidik Dana Rp8.950 Triliun, DEN Siapkan Karpet Merah Family Office di Bali

“Seiring dunia di sekitar kita menjadi lebih kompleks, family office ada pada posisi yang unik untuk membangun portofolio yang tangguh, menata kembali operasi mereka, dan melakukan profesionalisasi dengan cara yang memungkinkan keluarga mereka mencapai tujuan ambisius,” pungkas Alexandre.***

Editor : Sandy Romualdus
Tags: Bernard WaiCiti WealthFamily OfficeInvestasi AIPasar Ekuitas
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Pionir ATM hingga Bank Online: Rayakan HUT ke-71, CIMB Niaga Pacu Inovasi Digital dan Ekosistem Hijau

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Jangkau 114 Ribu Siswa di 77 Kota: Cara CIMB Niaga Tanamkan Budaya Finansial Digital Sejak Dini

Pionir ATM hingga Bank Online: Rayakan HUT ke-71, CIMB Niaga Pacu Inovasi Digital dan Ekosistem Hijau

oleh Stella Gracia
28 September 2026 - 13:19

CIMB Niaga memperingati HUT ke-71 dengan mempertegas inovasi perbankan digital, komitmen empat pilar CSR keberlanjutan, dan festival Kejar Mimpi FEST...

Jangkau 114 Ribu Siswa di 77 Kota: Cara CIMB Niaga Tanamkan Budaya Finansial Digital Sejak Dini

Jangkau 114 Ribu Siswa di 77 Kota: Cara CIMB Niaga Tanamkan Budaya Finansial Digital Sejak Dini

oleh Stella Gracia
28 September 2026 - 09:54

CIMB Niaga menggelar program Goes to School bagi 250 pelajar di Denpasar untuk memperkuat literasi finansial digital pada rangkaian Road...

Kinerja Finansial Melejit, Bank BSN Rangkul IARMI Perluas Penetrasi Syariah

Kinerja Finansial Melejit, Bank BSN Rangkul IARMI Perluas Penetrasi Syariah

oleh Sandy Romualdus
27 September 2026 - 17:53

Bank BSN meluncurkan KTA co-branding multifungsi bersama IARMI guna memperluas ekosistem digital Bale Syariah di tengah lonjakan laba bersih 36,7...

Tinggalkan Celengan Tradisional, BNI Bimbing Siswa Sekolah Rakyat Miliki Rekening Bank Formal

Sentuh Pelajar Prasejahtera: BNI Masuk Ekosistem Kesejahteraan Sosial Lewat Empat Pilar Strategis

oleh Sandy Romualdus
26 September 2026 - 17:39

BNI bersama Kemensos meluncurkan BNI Sahabat Sekolah Rakyat di Sulsel guna memperkuat literasi finansial yang akan diperluas ke 172 sekolah....

Tinggalkan Celengan Tradisional, BNI Bimbing Siswa Sekolah Rakyat Miliki Rekening Bank Formal

Tinggalkan Celengan Tradisional, BNI Bimbing Siswa Sekolah Rakyat Miliki Rekening Bank Formal

oleh Sandy Romualdus
26 September 2026 - 12:09

BNI mengenalkan rekening bank dan literasi keuangan formal bagi pelajar melalui program BNI Sahabat Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan. Stabilitas.id...

Kendalikan Risiko ‘Black Box’ dan Deepfake, OJK Rilis Kerangka Tata Kelola AI Berbasis Prinsip

Bukan Pengganti Bankir: BTN Beberkan Jurus ‘Digital Coworker’ Pangkas Beban Kerja hingga 80%

oleh Sandy Romualdus
25 September 2026 - 15:42

Division Head BTN Aldo Bimantoro menegaskan strategi AI sebagai rekan kerja digital terkelola guna mendongkrak efisiensi perbankan pada Seminar LPPI...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Imbal Hasil Tembus 15 Persen: Riset Citi Wealth Ungkap Manuver Agresif Family Office Asia Pasifik

Pionir ATM hingga Bank Online: Rayakan HUT ke-71, CIMB Niaga Pacu Inovasi Digital dan Ekosistem Hijau

Konflik Keluarga dan Pajak Hantui Warisan, Riset Sun Life Ungkap Urgensi Penasihat Finansial Profesional

Jangkau 114 Ribu Siswa di 77 Kota: Cara CIMB Niaga Tanamkan Budaya Finansial Digital Sejak Dini

Menakar Transmisi Moneter, Efek Short Selling, dan Rekomendasi Top 10 Saham

Kinerja Finansial Melejit, Bank BSN Rangkul IARMI Perluas Penetrasi Syariah

Akhiri Puasa 28 Tahun, BNI Rayakan Keberhasilan Regenerasi Atlet PBSI di Asian Games 2026

Sentuh Pelajar Prasejahtera: BNI Masuk Ekosistem Kesejahteraan Sosial Lewat Empat Pilar Strategis

Tinggalkan Celengan Tradisional, BNI Bimbing Siswa Sekolah Rakyat Miliki Rekening Bank Formal

STABILITAS CHANNEL

 
 
  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance