• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Sabtu, Februari 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Kolom

Indikator Kekhawatiran

oleh Sandy Romualdus
9 Juli 2015 - 00:00
59
Dilihat
Indikator Kekhawatiran
0
Bagikan
59
Dilihat

BERITA TERKAIT

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Indikator adalah sesuatu ukuran yang menjadi petunjuk atau keterangan tentang sesuatu. Dalam ekonomi, indikator menjadi pertanda yang penting untuk menilai, minimal menebak, apa yang akan terjadi nanti. Di kalangan orang-orang yang bergelut di bidang ekonomi mereka menyebutnya: ekspektasi.
Di Indonesia, sepanjang tiga bulan pertama tahun ini beberapa indikator ekonomi muncul dan menunjukkan kesamaan pola yaitu penurunan. Pertumbuhan ekonomi, sebagai indikator utama, memperlihatkan angka yang lebih rendah dari periode sebelumnya, bahkan dari ekspektasi.
Pertumbuhan ekonomi sepanjang waktu itu hanya menyentuh level 4,7 persen, lebih rendah dari yang dijanjikan dalam APBN yaitu sebesar 5,7 persen. Memang masih ada tiga triwulan lagi untuk mencapainya, namun itu berarti setiap periodenya harus berada di level 5,7 persen.
Sebagai catatan pertumbuhan ekonomi terus menurun dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2011 pertumbuhan ekonomi 6,2 persen, tahun 2012 menurun menjadi 6,0persen, tahun 2013 menurun menjadi 5,6 persen, dan tahun 2014 merosot lagi menjadi 5 persen. Selain itu, nilai tukar rupiah juga terus melemah sejak awal tahun. Bahkan pada awal Juni angkanya nyaris menyentuh level 13.300, mendekati titik terlemahnya pada waktu krisis 1998. Yang menyebabkan rupiah terperosok ke level tersebut adalah aksi jual obligasi di pasar sekunder. Harga obligasi negara bertenor 10 tahun jatuh 1,17 persen sedangkan global bond pemerintah RI bertenor 10 tahun jatuh 1,49 persen pada awal Juni.
Di tengah pelemahan rupiah muncul berita tak sedap, pemecatan karyawan meningkat. Padahal secara logika, pelemahan rupiah memacu ekspor karena meningkatkan daya saing produk nasional, yang ujungnya seharusnya justru menambah daya serap pekerja. Namun karena ekonomi dunia melemah yang tercermin dari permintaan global yang melemah, kondisi itu tidak terjadi.
Indikator berikutnya adalah ekspor. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa ekspor April turun 4,04 persen dibanding ekspor di bulan sebelumnya. Sementara, apabila dibandingkan ekspor April tahun sebelumnya, tercatat penurunan sebesar 8,46 persen. bahkan jika dikumulatifkan sepanjang Januari- April ekspor tetap menunjukkan penurunan.
Pertumbuhan dan perdagangan luar negeri yang menurun tentu akan memukul sektor perbankan. Meski belum ada data resmi sepanjang triwulan pertama ini, namun beberapa bank sudah menyatakan bahwa kredit mereka turun. Pada kuartal pertama 2015, outstanding penyaluran kredit BCA menurun sekitar 5 persen dibandingkan posisi akhir tahun lalu. Hal itu membuat bank swasta terbesar di Indonesia itu akan menahan pertumbuhan kreditnya di level yang konservatif.
Data dari Bank Indonesia menunjukkan bahwa kredit perbankan hingga Februari 2015 melambat, karena hanya tumbuh 12 persen, sedangkan pertumbuhan kredit periode sama tahun lalu yang sebesar 19,9 persen. Jika sederet indikator ekonomi tersebut banyak yang menurun dan melemah, lalu apa yang meningkat? Mungkin, kekhawatiran.

 
 
 
 
Sebelumnya

Mobil Termahal di Fast and Furious 7

Selanjutnya

Mi 4i Pesaing Iphone 6

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Penurunan Mendalam Pasar Saham Indonesia 18 Maret 2025

Penurunan Mendalam Pasar Saham Indonesia 18 Maret 2025

oleh Sandy Romualdus
21 Maret 2025 - 09:16

Oleh : Dr. Katarina Setiawan, Chief Economist & Investment Strategist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Tanggal 18 Maret 2025 pasar...

Serangan Hacker terhadap Pusat Data Nasional: Sebuah Renungan Bernegara

Serangan Hacker terhadap Pusat Data Nasional: Sebuah Renungan Bernegara

oleh Stella Gracia
26 Juni 2024 - 15:05

Oleh Achmad Nur Hidayat, Pakar Kebijakan Publik dan Ekonom UPN Veteran Jakarta Baru-baru ini, Indonesia dikejutkan oleh serangan siber besar-besaran...

Praktik Sustainable: Harapan Besar pada Bank

Praktik Sustainable: Harapan Besar pada Bank

oleh Sandy Romualdus
21 September 2023 - 16:34

Oleh Ahmed Zulfikar, Relationship Manager LPPI SAAT ini isu perubahan iklim telah menjadi topik hangat yang hampir selalu dibahas dalam...

Strategi Penerapan Keamanan Siber di Perbankan

Strategi Penerapan Keamanan Siber di Perbankan

oleh Sandy Romualdus
11 Agustus 2023 - 12:32

Oleh : Novita Yuniarti, Assistant Programmer LPPI SERANGAN siber memiliki dampak yang serius dan menjadi isu kritis dalam digitalisasi keuangan...

Kilas Balik Pandemi COVID-19: Strategi Cermat India yang Terhambat Sistem Pasar Obat-Obatan Dunia

Kilas Balik Pandemi COVID-19: Strategi Cermat India yang Terhambat Sistem Pasar Obat-Obatan Dunia

oleh Sandy Romualdus
3 Juni 2023 - 20:20

Oleh : Baiq Shafira Salsabila, Diospyros Pieter Raphael Suitela, Muhammad Faiz Ramadhan * INDIA adalah salah satu negara berkembang dengan industri farmasi terbesar...

Fenomena Bank Digital: Tren Naik, Harus Diimbangi dengan Literasi Digital

Transformasi Digital vs Literasi Digital

oleh Sandy Romualdus
14 Februari 2023 - 08:10

Oleh Danal Meizantaka Daeanza - Assistant Programmer LPPI Perubahan yang terjadi di dunia selama satu dekade belakangan ini sangat signifikan....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Puncak BIK 2025: Ribuan Warga Banyumas Dapat Akses Keuangan Baru dari LJK

    OJK Tunjuk Friderica sebagai ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

Outlook Moody’s Negatif, BI Pastikan Likuiditas Perbankan Jumbo Tetap Solid

Barter Tarif: 1.819 Produk Ekspor RI Jadi 0%, Gandum & Kedelai AS Bebas Bea Masuk

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Danamon Siapkan Rp 2 Triliun untuk Penarikan Uang Tunai

Danamon Siapkan Rp 2 Triliun untuk Penarikan Uang Tunai

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance