• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Rabu, April 22, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Kolom

Penurunan Mendalam Pasar Saham Indonesia 18 Maret 2025

oleh Sandy Romualdus
21 Maret 2025 - 09:16
73
Dilihat
Penurunan Mendalam Pasar Saham Indonesia 18 Maret 2025
0
Bagikan
73
Dilihat

Oleh : Dr. Katarina Setiawan, Chief Economist & Investment Strategist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI)

Tanggal 18 Maret 2025 pasar saham Indonesia mengalami koreksi dalam. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun lebih dari -5%, sebelum mengalami penghentian perdagangan selama 30 menit. Setelah perdagangan dibuka kembali, penurunan ternyata masih terus berlanjut sempat mencapai lebih dari -6%. Pada saat laporan ini dibuat pukul 15.00 WIB, IHSG berangsur berbalik arah menguat, mengurangi pelemahan ke kisaran -3.9%.

Kami melihat kekhawatiran atas dinamika domestik dan global terkini adalah pemicu utama aksi jual yang terjadi tanggal 18 Maret 2025 ini:

  • Postur fiskal
    Dalam dua bulan pertama tahun ini, anggaran negara mencatat defisit fiskal sebesar -0.13% dari PDB, yang pertama sejak 2021. Secara tahunan pendapatan pemerintah turun -20,9%, sementara penerimaan pajak turun -30,2% karena faktor musiman, restitusi, dan harga komoditas. Salah satu penyebab rendahnya penerimaan pajak adalah hambatan yang ada dalam sistem perpajakan baru Core Tax.
  • Pelemahan ekonomi:
    – PHK besar-besaran di sejumlah perusahaan menimbulkan kekhawatiran terhadap ketersediaan pekerjaan dan stabilitas ekonomi
    – Pada bulan Februari 2025, terjadi deflasi sebesar -0,09 % YoY, deflasi tahunan pertama sejak Maret 2000.
  • Pelaksanaan inisiatif Danantara
  • Kekhawatiran atas perombakan kabinet, termasuk posisi Menteri Keuangan.
  • Potensi perubahan dalam manajemen bank milik negara, pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang akan dilaksanakan sebelum akhir bulan Maret.
  • Ditunggunya kejelasan regulasi mengenai diperbolehkannya personel militer aktif menjabat beberapa pos tambahan di pemerintahan.
  • Ketegangan geopolitik dan perdagangan di tengah ekonomi global yang lemah.

Hal-hal tersebut di atas, dan ketidakpastian terkait keputusan The Fed dan Bank Indonesia pada pertemuan dalam dua hari ke depan mendorong aksi jual besar-besaran karena investor berupaya mengurangi kepemilikan sebelum libur panjang Idulfitri yang mencapai total 11 hari kalender atau 7 hari kerja internasional.

BERITA TERKAIT

Manulife Akuisisi Schroders Indonesia, Dana Kelolaan Gabungan Rp157 Triliun

Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.300, Asing Borong SBN Rp6,27 Triliun

Merdeka Bateray Melantai di BEI, Raih Dana Segar Rp9,2 Triliun

Kasus Adani Group Picu Kekhawatiran di Pasar India

Penghentian perdagangan saham sementara (circuit breaker) ini adalah yang pertama kali terjadi sejak era pandemi lima tahun yang lalu. Jika kita berkaca dari penghentian perdagangan sementara sebelumnya, penurunan indeks secara tajam karena aksi jual panik biasanya akan diikuti oleh kenaikan di kemudian hari setelah invetor lebih tenang mencerna dinamika yang ada serta ketidakpastian mereda. Di bulan September 2020, IHSG sempat turun lebih dari 5% dalam sehari dan menyebabkan penghentian perdagangan sementara. Pelemahan mendalam tersebut disebabkan oleh penerapan kembali PSBB di DKI Jakarta setelah angka penularan COVID-19 kembali melejit.  Keesokan harinya, IHSG naik 2,6% di dan terus melanjutkan kenaikan sampai akhir tahun.

Sumber: Bloomberg

Saat ini valuasi saham Indonesia sudah sangat atraktif bagi investor jangka panjang, di bawah 9.5 kali rasio P/E. Di saat aksi jual melanda dan kepanikan meningkat, investor sebaiknya berupaya tetap rasional dalam mengambil keputusan. Konsistensi dalam mengevaluasi keputusan investasi sesuai tujuan, profil risiko serta horison investasi tetap menjadi acuan investasi yang lebih baik dalam jangka panjang. ***

Tags: analisis pasar sahamKatarina SetiawanMAMIManulife Aset Manajemen IndonesiaPasar Saham
 
 
 
 
Sebelumnya

Moody’s Menilai Ekonomi Indonesia Tetap Resilien

Selanjutnya

CEO Baru Manulife Indonesia: Lauren Sulistiawati

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Reformasi Pasar Modal: OJK Siap Hadapi Asesmen MSCI Juni 2026

Reformasi Pasar Modal: OJK Siap Hadapi Asesmen MSCI Juni 2026

oleh Stella Gracia
22 April 2026 - 08:15

Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut baik pengumuman Update on Free Float Assessment of Indonesian Securities yang dirilis oleh...

Forecrete, Inovasi Beton Merah Putih untuk Konstruksi Perkotaan Berkelanjutan

Cemindo Gemilang (CMNT) Kantongi Rating idA dari Pefindo, Ini Analisisnya

oleh Sandy Romualdus
21 April 2026 - 12:56

Stabilitas.id – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan peringkat idA dengan prospek stabil untuk PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT). Peringkat...

IHSG Sepekan Melesat 6,14 Persen, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rekor Rp13.189 Triliun

IHSG Dibuka Melemah ke 7.560, Investor Mencerna Kebijakan Terbaru MSCI

oleh Sandy Romualdus
21 April 2026 - 09:36

Stabilitas.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada perdagangan Selasa (21/4/2026). Sentimen pasar pagi ini dipengaruhi...

Biaya Dana Merangkak Naik, Korporasi Pilih ‘Wait and See’ Masuk Pasar Obligasi

Biaya Dana Merangkak Naik, Korporasi Pilih ‘Wait and See’ Masuk Pasar Obligasi

oleh Sandy Romualdus
17 April 2026 - 14:48

Stabilitas.id – Biaya dana (cost of fund) korporasi untuk penerbitan surat utang mulai merangkak naik dalam tiga bulan terakhir. Meski...

Libur Paskah 2026, BNI Siapkan Layanan Terbatas dan Digital 24 Jam

Uji Selera Investor Global, BNI Bidik Dana Segar Lewat Obligasi AT1 Dolar AS

oleh Stella Gracia
17 April 2026 - 10:42

Stabilitas.id – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) tengah menjajaki pasar modal internasional melalui rencana penerbitan instrumen Additional Tier...

Pasar Global Pantau Negosiasi Trump-Iran, Nasdaq Cetak Rekor Terpanjang Sejak 2009

Pasar Global Pantau Negosiasi Trump-Iran, Nasdaq Cetak Rekor Terpanjang Sejak 2009

oleh Stella Gracia
17 April 2026 - 10:10

Stabilitas.id – Indeks saham utama di bursa Amerika Serikat kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada penutupan perdagangan Kamis (16/4/2026)....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Investasi Emas Menggeliat, Penjualan Galeri 24 Tembus 6,5 Ton

    Harga Emas Hari Ini: Antam Tembus Rp2,94 Juta, Galeri 24 Paling Kompetitif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • CIMB Niaga (BNGA) Tebar Dividen Rp4,07 Triliun, Angkat Budiman Tanjung Jadi Direktur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BBRI Targetkan Dividen Rp52 Triliun, Fokus Jaga CAR di Level 20 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Minta BNI Tuntaskan Kasus Penyimpangan Dana Nasabah KCP Aek Nabara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST BRI 2026: Setujui Dividen Rp52,1 Triliun, Setara 92 Persen dari Laba Bersih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • IHSG Dibuka Rebound Pasca-Lebaran, Intip Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Kemnaker Salurkan Rp32,2 Miliar untuk Pemulihan Ekonomi Korban Bencana Sumut-Aceh

Penantian 22 Tahun Berakhir, UU PPRT Resmi Disahkan Bertepatan Hari Kartini

Wanti-wanti OJK ke Mahasiswa: Waspada Risiko di Balik Kemudahan Pembiayaan Digital

Reformasi Pasar Modal: OJK Siap Hadapi Asesmen MSCI Juni 2026

Peringati Hari Kartini, BRI Perkuat Inklusivitas dan Pemberdayaan Jutaan UMKM Perempuan

SIG Perluas Kolaborasi Global, Garap Potensi 89% Pasar Material Konstruksi

Reni Wulandari, Direktur Operasi Perempuan Pertama SIG: Dobrak Bias Gender di Industri Semen

Cetak Kartini Modern: Jajaran Manajemen BRI Raih Predikat 500 Most Outstanding Women 2026

Bank Mandiri Catat Laba Bersih Rp15,4 Triliun di Kuartal I 2026, Kukuhkan Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
CEO Baru Manulife Indonesia: Lauren Sulistiawati

CEO Baru Manulife Indonesia: Lauren Sulistiawati

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance