• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Sabtu, Februari 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Keuangan

Indonesia Re Dorong Transformasi ESG untuk Pengelolaan Risiko Bencana yang Inklusif dan Berkelanjutan

oleh Sandy Romualdus
1 Juli 2025 - 23:29
6
Dilihat
Indonesia Re Dorong Transformasi ESG untuk Pengelolaan Risiko Bencana yang Inklusif dan Berkelanjutan
0
Bagikan
6
Dilihat

JAKARTA, Stabilitas.id – PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi ESG (Environmental, Social, and Governance) untuk mendukung pengelolaan risiko bencana yang lebih inklusif dan berbasis data.

Hal ini disampaikan dalam seminar nasional bertajuk Sustainability Dialogue 2025, yang mengangkat tema “Advancing Sustainable Development and Climate Resilience through Parametric Disaster Insurance: A Pathway to Responsive, Reliable, and Responsible Risk Financing, akhir Juni 2025 di Jakarta.

Acara yang diselenggarakan oleh Indonesia Re ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, regulator, pelaku industri asuransi dan keuangan, akademisi, hingga mitra pembangunan. Tujuannya adalah untuk menggali peran ESG dalam membangun sistem pembiayaan risiko bencana yang tangguh dan berkelanjutan.

BERITA TERKAIT

OJK Keluarkan Kebijakan Perlakuan Khusus Kredit Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Indonesia Re Dorong Kolaborasi Strategis untuk Percepat Hilirisasi Sektor Keuangan dan Asuransi

Superbank Masih Tahan Suku Bunga Deposito Meski BI Rate Turun, Ini Alasannya

Tiga Reasuransi BUMN Akan Merger, Indonesia Re Siap Jadi Induk Holding

Asuransi Parametrik 

Dalam sambutannya, Direktur Utama Indonesia Re, Benny Waworuntu, menekankan pentingnya asuransi sebagai instrumen mitigasi risiko, khususnya asuransi parametrik. “Asuransi parametrik menjadi solusi yang relevan dalam membantu keuangan negara pada masa tanggap darurat bencana,” ungkap Benny.

Indonesia Re berkomitmen untuk menjadi motor penggerak di industri asuransi dalam membantu pemerintah dan masyarakat mengelola risiko. Benny menambahkan, bahwa pengembangan produk asuransi berbasis data dan riset akan memperkuat inklusi dan penetrasi asuransi, yang pada gilirannya mendukung ketahanan negara terhadap bencana alam.

Kepala Subdirektorat Pengelolaan Risiko Aset dan Kewajiban Negara Direktorat PRKN DJPPR Kementerian Keuangan, Herry Indratno, mengungkapkan bahwa kerugian akibat bencana alam di Indonesia rata-rata mencapai Rp22 triliun per tahun. Skema penanggulangan bencana konvensional yang mengandalkan dana APBN dan cadangan belum cukup efektif, terutama dalam menghadapi bencana berskala besar.

“Oleh karena itu, pemerintah tengah mengembangkan strategi pembiayaan dan asuransi risiko bencana yang lebih inovatif dan berkelanjutan, seperti asuransi parametrik, yang memberikan pencairan dana cepat, objektif, dan transparan,” jelas Herry.

Seminar ini juga menggarisbawahi hasil kajian kolaboratif antara Indonesia Re, Kementerian Keuangan, Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Maipark, yang mencakup desain, modeling risiko, skema, instrumen, dan mekanisme pembiayaan dampak bencana. Fokus utama kajian ini adalah pengembangan produk asuransi parametrik untuk risiko gempa dan banjir.

Produk ini diharapkan dapat melindungi posisi fiskal Pemerintah Daerah (APBD) dan memastikan ketersediaan dana cepat pasca-bencana untuk tanggap darurat. Rencananya, produk ini akan diluncurkan pada 2026, dengan melibatkan berbagai pihak terkait, terutama industri asuransi dan reasuransi.

Kolaborasi Multi-Pihak 

Direktur Teknik dan Operasi Indonesia Re, Delil Khairat, menjelaskan bahwa pengembangan asuransi parametrik ini merupakan hasil riset bersama antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri. “Indonesia Re bersama Kementerian Keuangan telah melakukan kajian mendalam tentang instrumen dan skema pembiayaan risiko, serta produk asuransi parametrik untuk mengatasi risiko bencana alam di Indonesia,” jelas Delil.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut menekankan pentingnya digitalisasi industri asuransi yang harus didukung dengan infrastruktur pengelolaan risiko yang andal. Deputi Direktur Pengawasan Asuransi Umum dan Reasuransi OJK, Kurnia Yuniakhir, menegaskan bahwa akselerasi transformasi digital di sektor asuransi harus dibarengi dengan penguatan sistem *Business Continuity Management* (BCM).

Ni Luh Ayounik Mahasabha, Sustainability Development Business Group Head di Surveyor Indonesia, dan Elrika Hamdi, Wakil Kepala Sekretariat Just Energy Transition Partnership (JETP) Indonesia, menyampaikan bahwa penerapan prinsip ESG bukan sekadar soal kepatuhan, tetapi juga sebagai fondasi untuk menciptakan sistem yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim dan bencana. “Penerapan ESG akan memperkuat ketahanan sistem nasional, baik dalam menghadapi risiko iklim maupun bencana,” ujar Elrika.

Sebagai bagian dari diskusi yang menekankan pentingnya ESG dalam pengelolaan risiko, para panelis sepakat bahwa perubahan iklim memerlukan pendekatan lintas sektor yang menyatukan dimensi energi, keuangan, dan kebencanaan. Oleh karena itu, penting untuk membangun ekosistem kebijakan dan instrumen pembiayaan yang saling terhubung, dari komitmen dekarbonisasi hingga kesiapsiagaan terhadap bencana.

Deputi Bidang Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati, menambahkan bahwa data kebencanaan yang akurat dan tata kelola berbasis risiko sangat penting untuk keberhasilan skema *Disaster Risk Financing and Insurance* (DRFI). “Kolaborasi erat antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mewujudkan sistem yang efektif dalam menghadapi bencana,” ujar Raditya.

Dengan keseriusan berbagai pihak dalam mendorong penerapan ESG, Indonesia diharapkan dapat menghadapi tantangan perubahan iklim dan bencana alam dengan lebih siap dan tangguh. ***

Tags: asuransi bencanaIndonesia RePengelolaan Risiko BencanaTransformasi ESG
 
 
 
 
Sebelumnya

YouGov: Pengeluaran Naik, Ubah Cara Masyarakat Indonesia Menabung, Berutang, dan Berinvestasi

Selanjutnya

BRI Borong 15 Penghargaan di Ajang FinanceAsia 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Gadai Emas Syariah

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

oleh Sandy Romualdus
20 Februari 2026 - 16:03

Stabilitas.id – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri mulai membongkar jaringan pencucian uang terkait aktivitas penambangan emas tanpa...

Gandeng UNEJ dan AAJI, OJK Luncurkan Beasiswa Riset Asuransi Jiwa di Jember

Gandeng UNEJ dan AAJI, OJK Luncurkan Beasiswa Riset Asuransi Jiwa di Jember

oleh Stella Gracia
15 Februari 2026 - 09:17

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memacu tingkat literasi dan inklusi keuangan di sektor perasuransian, dengan membidik generasi muda...

Riset HSBC: Baru 30 Persen Orang Indonesia Sadar Investasi

Menuju 2050, Sun Life Ingatkan Risiko Ledakan Populasi Lansia Tanpa Kesiapan Finansial

oleh Stella Gracia
13 Februari 2026 - 07:14

Stabilitas.id — Indonesia menghadapi ancaman kesenjangan kesiapan pensiun (retirement divide) yang kian lebar seiring dengan perubahan demografi. Riset terbaru Sun Life...

OJK Perketat Seleksi Bos Multifinance & Modal Ventura, Ini Alasannya

OJK Perketat Seleksi Bos Multifinance & Modal Ventura, Ini Alasannya

oleh Stella Gracia
10 Februari 2026 - 07:04

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperketat pengawasan industri Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan LJK Lainnya...

Bidik Penjualan Otomotif 2026, Danamon dan Adira Finance Hadir di IIMS Jakarta

Bidik Penjualan Otomotif 2026, Danamon dan Adira Finance Hadir di IIMS Jakarta

oleh Stella Gracia
8 Februari 2026 - 18:24

Stabilitas.id — PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) bersama PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF), dengan dukungan MUFG Bank,...

Profitabilitas TUGU Tetap Solid hingga Akhir 2025

Profitabilitas TUGU Tetap Solid hingga Akhir 2025

oleh Sandy Romualdus
6 Februari 2026 - 21:55

Stabilitas.id — Analis pasar modal menilai kinerja PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) tetap solid hingga akhir 2025, ditopang...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Puncak BIK 2025: Ribuan Warga Banyumas Dapat Akses Keuangan Baru dari LJK

    OJK Tunjuk Friderica sebagai ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

Outlook Moody’s Negatif, BI Pastikan Likuiditas Perbankan Jumbo Tetap Solid

Barter Tarif: 1.819 Produk Ekspor RI Jadi 0%, Gandum & Kedelai AS Bebas Bea Masuk

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
BRI Borong 15 Penghargaan di Ajang FinanceAsia 2025

BRI Borong 15 Penghargaan di Ajang FinanceAsia 2025

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance