Stabilitas.id — Emiten kontraktor pelat merah, PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) membukukan kemajuan signifikan dalam program penyehatan keuangan perseroan. Melalui eksekusi restrukturisasi yang agresif, emiten konstruksi BUMN ini sukses memangkas total utang sebesar 20,16% menjadi Rp67,1 triliun hingga akhir 2025.
Sebagai komparasi, pada periode 2023 total liabilitas Waskita sempat bertengger di level Rp84 triliun. Pemangkasan utang ini berdampak langsung pada efisiensi operasional, di mana beban keuangan perseroan menyusut dari Rp4,34 triliun menjadi Rp4,00 triliun.
Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita menjelaskan, pemulihan fundamental ini dikawal melalui implementasi kesepakatan tata kelola utang Master Restructuring Agreement (MRA) yang diteken bersama 21 bank komersial sejak 2024.
BERITA TERKAIT
“Sejak restrukturisasi tersebut efektif di tahun 2024 sampai dengan Desember 2025, Waskita Karya telah berhasil menurunkan nilai outstanding utang MRA semula Rp26,2 triliun menjadi Rp24,1 triliun,” urai Ermy dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (18/5/2026).
Penyehatan neraca keuangan perseroan juga tecermin dari komitmen penyelesaian kewajiban jangka pendek. Utang vendor yang jatuh tempo (past due) dipangkas drastis hingga 96,1% dari Rp1,62 triliun menjadi tersisa Rp63,4 miliar per Desember 2025. Selain itu, WSKT berhasil melunasi 100% utang pajak past due pada 2024.
Restrukturisasi Obligasi
Di ceruk pasar modal, Waskita mengonfirmasi telah menggelontorkan dana senilai Rp707 miliar per Desember 2025 untuk membayar kupon dua seri obligasi dan satu sukuk berpenjaminan. Sementara untuk portofolio obligasi non-penjaminan senilai Rp3,35 triliun, perseroan telah mengantongi restu restrukturisasi lewat Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) atas tiga dari empat seri yang diterbitkan.
Dari sisi kinerja operasional, penyehatan aspek finansial ini berjalan beriringan dengan pemulihan kapasitas produksi (topline):
-
Pendapatan Usaha (Revenue): Tercatat mencapai Rp8,82 triliun pada tahun buku 2025.
-
Laba Bruto: Menanjak 12% secara tahunan menjadi Rp1,58 triliun dari posisi sebelumnya Rp1,41 triliun.
-
Nilai Kontrak Baru (NKB): Mengalami lompatan signifikan menjadi Rp12,52 triliun dari perolehan periode sebelumnya sebesar Rp9,5 triliun.
Formasi Pengurus
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Buku 2025 yang digelar di Gedung Waskita Karya, Jakarta, Jumat (8/5/2026), pemegang saham sepakat mempertahankan formasi kepengurusan perseroan guna menjaga kesinambungan transformasi bisnis.
Berikut susunan Dewan Komisaris dan Direksi Waskita Karya (WSKT) terbaru:
Dewan Komisaris
-
Komisaris Utama: Sutrisno
-
Komisaris Independen: Aqila Rahmani
-
Komisaris Independen: Muhammad Harrifar Syafar
-
Komisaris Independen: Muhammad Abdullah Syukri
-
Komisaris: Ade Abdul Rochim
-
Komisaris: Hasby Muhammad Zamri
Direksi
-
Direktur Utama: Muhammad Hanugroho
-
Direktur Keuangan: Wiwi Suprihatno
-
Direktur Business Strategic, Portfolio, & HC: Rudi Purnomo
-
Direktur Operasi I: Ari Asmoko
-
Direktur Operasi II: Paulus Budi Kartiko
***

















