• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Sabtu, Februari 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Internasional

Inflasi Inti AS Naik Jadi 3,1% di Juli, Tertinggi Sejak Awal 2025

oleh Stella Gracia
14 Agustus 2025 - 18:08
1
Dilihat
Inflasi Inti AS Naik Jadi 3,1% di Juli, Tertinggi Sejak Awal 2025
0
Bagikan
1
Dilihat

JAKARTA, Stabilitas.id – Inflasi inti Amerika Serikat (AS) melonjak pada Juli 2025, mencatat laju tahunan tertinggi sejak awal tahun, di tengah kenaikan signifikan harga jasa. Lonjakan ini memicu perdebatan baru terkait dampak tarif impor dan arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).

Berdasarkan data Bureau of Labor Statistics (BLS) yang dirilis Selasa (12/8), indeks harga konsumen inti (core Consumer Price Index/CPI)—yang mengecualikan komponen makanan dan energi—naik 0,3% secara bulanan dari Juni, sesuai perkiraan ekonom. Secara tahunan, inflasi inti mencapai 3,1%, naik dari bulan sebelumnya.

Harga jasa non-energi naik 0,4% pada Juli, tertinggi sejak awal 2025. Kenaikan terutama didorong lonjakan harga tiket pesawat—terbesar dalam tiga tahun terakhir—disusul perawatan medis dan rekreasi. Sementara itu, harga barang (non-makanan dan non-energi) meningkat dengan laju moderat.

BERITA TERKAIT

Rupiah Dibuka di Level Rp16.815, BI Ungkap Kondisi Stabilitas Terkini

Economist Danamon: Stimulus Rp54,6 Triliun dan Kebijakan BI Dorong Daya Beli hingga 2026

Emas Tembus USD 4.356 per Ounce, HRTA Optimistis Permintaan Tetap Kuat

DBS: Obligasi Masih Jadi Pilihan Utama, Saham Teknologi dan Asia Tetap Menarik di Kuartal IV 2025

Beberapa kategori barang yang terkena dampak tarif Presiden Donald Trump, seperti mainan, peralatan olahraga, dan perabot rumah tangga, juga naik, meski lebih lambat dibandingkan bulan sebelumnya.

Dampak ke Pasar dan Ekspektasi The Fed

Pasar obligasi pemerintah AS menguat, indeks berjangka S&P 500 naik, dan dolar AS melemah, seiring meningkatnya keyakinan pelaku pasar bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada September.

Namun, kenaikan harga jasa yang berkelanjutan menimbulkan dilema bagi The Fed. Meski fokus kebijakan selama ini diarahkan pada dampak tarif terhadap harga barang, penguatan permintaan konsumen berpotensi memperpanjang tekanan inflasi di sektor jasa.

Perumahan dan Indikator PCE

Biaya perumahan—komponen terbesar dalam CPI jasa—naik 0,2% dalam dua bulan terakhir, menunjukkan stabilitas setelah tren kenaikan sebelumnya. Harga penginapan hotel justru menurun.

Indeks jasa tanpa biaya perumahan dan energi—indikator yang dipantau ketat The Fed—melonjak 0,5%, salah satu kenaikan tercepat sejak awal 2024. Data ini menjadi masukan penting untuk proyeksi inflasi berbasis Personal Consumption Expenditures (PCE) yang akan dirilis akhir Agustus.

Konteks Politik dan Kebijakan Tarif

Kenaikan inflasi ini terjadi di tengah kebijakan tarif besar-besaran pemerintahan Trump. Beberapa pelaku usaha menunda kenaikan harga karena khawatir daya beli konsumen tergerus. Pasar kini menantikan laporan penjualan ritel dan sentimen konsumen pada Jumat untuk mengukur kekuatan permintaan domestik.

Di sisi politik, Presiden Trump baru saja menunjuk EJ Antoni, ekonom konservatif dari Heritage Foundation, sebagai Kepala BLS, menggantikan pejabat sebelumnya yang diberhentikan awal bulan ini. Antoni dikenal kritis terhadap metodologi BLS, sementara Trump menuduh lembaga tersebut memanipulasi data—klaim yang belum terbukti.

Pendapatan Riil Mulai Pulih

Laporan terpisah menunjukkan pendapatan riil rata-rata per jam naik 1,4% dari tahun sebelumnya, membalikkan penurunan yang terjadi pada Juni. Tren ini memberikan sedikit ruang optimisme bahwa daya beli konsumen dapat bertahan, meski inflasi kembali menguat.

Dengan inflasi inti yang menanjak, The Fed akan menghadapi ujian berat dalam menyeimbangkan kebijakan moneter antara mengendalikan harga dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. ***

Tags: BLSCPI inti ASDolar ASFederal Reserveharga jasa ASharga tiket pesawatInflasi ASinflasi inti Juli 2025PCES&P 500Suku Bunga AStarif Donald Trumpthe fed
 
 
 
 
Sebelumnya

Bisnis Bullion Bank Pegadaian Melesat, Spin Off Jadi Opsi Jangka Panjang

Selanjutnya

GOTO Catat Rugi Rp580 Miliar Semester I/2025, Efisiensi Biaya dan Kenaikan Pendapatan Dorong Perbaikan Kinerja

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Trump Ancam Tarif Baru ke Kanada dan Korea Selatan, Seoul Terancam Bea Masuk 25%

Trump Ancam Tarif Baru ke Kanada dan Korea Selatan, Seoul Terancam Bea Masuk 25%

oleh Stella Gracia
27 Januari 2026 - 13:56

Stabilitas.id — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan ancaman penerapan tarif impor baru terhadap Kanada dan Korea Selatan, yang berpotensi...

IMAS: Asia Tetap Menarik di 2026 Meski Risiko Geopolitik Meningkat

IMAS: Asia Tetap Menarik di 2026 Meski Risiko Geopolitik Meningkat

oleh Stella Gracia
20 Januari 2026 - 10:39

Stabilitas.id — Manajer investasi berbasis di Singapura memandang Asia tetap menjadi kawasan dengan peluang investasi kuat pada 2026, meskipun dibayangi...

Konflik AS–Venezuela Memanas, Indonesia Peringatkan Preseden Berbahaya

Konflik AS–Venezuela Memanas, Indonesia Peringatkan Preseden Berbahaya

oleh Sandy Romualdus
5 Januari 2026 - 10:30

Stabilitas.id - Pemerintah Indonesia menyampaikan keprihatinan atas serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela, serta menilai langkah tersebut berisiko menjadi preseden...

Manufaktur Dorong Ekonomi Singapura Tumbuh 5,7% pada Akhir 2025

Manufaktur Dorong Ekonomi Singapura Tumbuh 5,7% pada Akhir 2025

oleh Sandy Romualdus
5 Januari 2026 - 10:14

Stabilitas.id - Perekonomian Singapura mencatat pertumbuhan 5,7% secara tahunan (year on year/YoY) pada kuartal IV 2025, meningkat dibandingkan ekspansi 4,3%...

Respon AS Tangkap Presiden Maduro, Paus Leo XIV: Rakyat Venezuela Harus Diutamakan

Respon AS Tangkap Presiden Maduro, Paus Leo XIV: Rakyat Venezuela Harus Diutamakan

oleh Stella Gracia
5 Januari 2026 - 09:25

Stabilitas.id - Paus Leo XIV menegaskan bahwa kesejahteraan rakyat Venezuela tetap harus menjadi prioritas utama setelah Presiden Nicolas Maduro ditangkap Amerika Serikat (AS)....

Inflasi di Atas Target, The Fed Didesak Tunda Akselerasi Pemangkasan Suku Bunga

Inflasi di Atas Target, The Fed Didesak Tunda Akselerasi Pemangkasan Suku Bunga

oleh Sandy Romualdus
3 Oktober 2025 - 11:25

Stabilitas.id – Presiden Federal Reserve Bank of Dallas, Lorie Logan, menilai langkah pemangkasan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Puncak BIK 2025: Ribuan Warga Banyumas Dapat Akses Keuangan Baru dari LJK

    OJK Tunjuk Friderica sebagai ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

Outlook Moody’s Negatif, BI Pastikan Likuiditas Perbankan Jumbo Tetap Solid

Barter Tarif: 1.819 Produk Ekspor RI Jadi 0%, Gandum & Kedelai AS Bebas Bea Masuk

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Gandeng LinkAja, Gojek Hadirkan Pilihan Pembayaran Baru

GOTO Catat Rugi Rp580 Miliar Semester I/2025, Efisiensi Biaya dan Kenaikan Pendapatan Dorong Perbaikan Kinerja

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance