Stabilitas.id — Memiliki rumah pertama masih menjadi salah satu impian sekaligus prioritas utama bagi pasangan suami istri (pasutri) baru. Namun, untuk mewujudkannya dibutuhkan perencanaan keuangan yang matang agar kepemilikan rumah tidak menimbulkan tekanan finansial di kemudian hari.
Menjawab kebutuhan tersebut, Pinhome bersama Sharia Financial Advisor Safi Dewi menggelar sesi online talk show bertajuk “New Chapter, New Home: Financial Hacks for Newlyweds”. Kegiatan ini membahas strategi keuangan yang perlu dipersiapkan pasutri baru dalam merencanakan pembelian rumah pertama.
Safi Dewi menjelaskan bahwa kesiapan finansial menjadi fondasi utama sebelum pasutri memutuskan membeli rumah. Salah satu indikator penting adalah kepemilikan dana darurat minimal enam bulan pengeluaran. “Idealnya, dana darurat diselesaikan terlebih dahulu sebelum menabung kebutuhan lain seperti rumah,” ujar Safi, Kamis (8/1/2026).
BERITA TERKAIT
Selain dana darurat, pasutri juga disarankan telah memiliki tabungan uang muka (down payment/DP) serta dana tambahan untuk biaya di luar DP. Kesiapan finansial dinilai semakin kuat apabila pasutri memiliki tabungan cadangan, proteksi berbasis prinsip syariah, serta tetap mampu menabung untuk tujuan keuangan lainnya.
Setelah aspek finansial dinilai siap, pasutri dapat masuk ke tahap perencanaan kepemilikan rumah. Safi menekankan pentingnya menyesuaikan pilihan rumah dengan kemampuan finansial secara menyeluruh, baik dari sisi DP maupun kemampuan membayar cicilan bulanan. “Tidak harus ideal, yang terpenting cicilan tetap terjangkau dan tidak mengganggu pos keuangan lainnya,” jelasnya.
Ia menyebutkan tiga faktor utama yang perlu diperhatikan dalam memilih rumah, yakni harga properti, lokasi, serta kesesuaian cicilan dengan arus kas bulanan.
Dari sisi pembiayaan, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Syariah menjadi salah satu opsi yang semakin diminati masyarakat. Data Pinhome mencatat kenaikan minat KPR Syariah sebesar 4 persen pada Semester I 2025 dibandingkan Semester II 2024.
CEO Founder Pinhome Dayu Dara Permata menilai tren tersebut mencerminkan meningkatnya ketertarikan masyarakat terhadap pembiayaan berbasis syariah.
“KPR Syariah menawarkan kepastian cicilan, akad yang transparan, serta sistem pembiayaan tanpa bunga, sehingga memberikan rasa aman dalam perencanaan jangka panjang,” ujarnya.
Meski demikian, Safi mengingatkan pasutri agar cermat sebelum mengambil KPR Syariah. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain memahami mekanisme akad sejak awal, mengetahui total harga rumah secara transparan, menghitung besaran DP secara realistis, serta memilih bank syariah yang amanah dan memiliki program yang jelas.
Sebagai upaya membantu masyarakat dalam memilih mitra pembiayaan, Pinhome menyediakan akses ke berbagai pilihan bank syariah dan konvensional. Saat ini, Pinhome telah bermitra dengan lebih dari 25 bank, termasuk Bank Muamalat, Bank Syariah Indonesia (BSI), dan CIMB Niaga Syariah.
“Pinhome juga menyediakan fitur simulasi KPR serta layanan bantuan pengajuan KPR secara gratis, sehingga calon pembeli dapat memperoleh rekomendasi yang objektif dan sesuai kemampuan finansial,” tutup Dara. ***





.jpg)










