Stabilitas.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap sejumlah aduan masyarakat yang masuk ke kanal internal Kementerian Keuangan terkait dugaan praktik penyelundupan, suap hingga perilaku tidak pantas oknum pegawai.
Dalam keterangannya di Kantor Pusat Kemenkeu, Jumat (24/10), Purbaya membacakan salah satu laporan yang menjadi sorotan publik: dugaan penyelundupan kontainer berisi garmen dari Batam yang diduga diiringi suap sebesar Rp 20 juta per kontainer. “Ini sedang kami dalami,” ujar Purbaya.
Purbaya menegaskan bahwa kanal “Lapor Pak Purbaya” dibuka sebagai sarana pengaduan masyarakat untuk menyalurkan dugaan pelanggaran di lingkungan Kemenkeu. Namun ia menambahkan bahwa tidak semua laporan terbukti setelah verifikasi. Beberapa laporan ternyata bersifat rumor atau tidak dapat dikonfirmasi.
BERITA TERKAIT
Contoh laporan yang dinyatakan tidak terbukti: tudingan terhadap pegawai Bea Cukai yang “sering nongkrong di kedai kopi setiap hari” terbukti keliru setelah pemeriksaan lapangan. Selain itu, beberapa dugaan lain masih dalam proses klarifikasi, seperti penjualan kembali pita cukai di Madura serta penyimpangan pemberantasan rokok ilegal di Bea Cukai Tanjung Balai Karimun.
Purbaya menekankan pentingnya verifikasi dan pendalaman sebelum mengambil tindakan lebih lanjut. Ia menyatakan bahwa Kemenkeu akan bekerja sama dengan unit pengawas untuk memastikan integritas dan akuntabilitas dalam pengelolaan sektor keuangan dan kepabeanan.
Dengan langkah ini, Kemenkeu menunjukkan sikap tegas terhadap aduan masyarakat dan mencoba meningkatkan transparansi internal, sebagai bagian dari upaya memperkuat kepercayaan publik. ***





.jpg)










