• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Senin, Agustus 10, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Teknologi

Kemenperin Kembangkan Teknologi Pengolahan Kakao dan Kopi

oleh Stella Gracia
11 Februari 2020 - 11:40
14
Dilihat
Menperin Optimis Kinerja Industri Manufaktur Meroket
0
Bagikan
14
Dilihat

MAKASSAR, Stabilitas– Kementerian Perindustrian semakin aktif mendorong pengembangan teknologi hilirisasi untuk lebih meningkatkan nilai tambah komoditas di dalam negeri. Contohnya, yang dilakukan oleh Balai Besar Industri Hasil Perkebunan (BBIHP) di Makassar, dengan membuat Showcase Kakao 4.0.

“Teknologi pengolahan kakao ini kami rancang sesuai kebutuhan petani. Kami berharap, ke depannya, para petani itu bisa kami dorong menjadi petani produsen. Dengan konsep end-to-end process, dari mulai pascapanen sampai benar-benar menghasilkan produk cokelat,” kata Kepala BBIHP Tirta Wisnu Permana di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (11/2/2020).

Wisnu optimistis, melalui upaya strategis tersebut, akan menumbuhkan jumlah wirausaha baru di Tanah Air terutama sektor industri kecil dan menengah (IKM). “Kami harus mendorong petani kita agar bisa meningkatkan nilai tambah komoditasnya. Oleh karena itu, kami bikin teknologi fermentasi,” tuturnya.

BERITA TERKAIT

Menurut Wisnu, teknologi fermentasi konvensional biasanya memakan waktu lima sampai tujuh hari. Tetapi inovasi yang dikembangkan oleh BBIHP bisa memangkas waktu fementasi biji kakao hanya menjadi satu hari. Diharapkan, dengan proses lebih efisien, IKM nasional bisa semakin berdaya saing.

“Insya Allah tahun ini akan kami patenkan teknologi smart fermentor ini,” ujarnya. Kemudian, masih dilanjutkan lagi proses hilirnya dengan meningkatkan nilai tambah dari lemak atau pasta kakao menjadi olahan cokelat. “Kami juga sedang coba membuat dark chocolate yang punya nutrisi tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan,” imbuhnya.

Wisnu menambahkan, pihaknya aktif memberikan edukasi kepada masyarakat, seperti siswa sekolah, mengenai konsumsi cokelat yang baik. “Kami sering mengundang sekolah-sekolah untuk melihat langsung proses pengolahan cokelat hingga menghasilkan produk jadi. Sebab, di lingkungan mereka punya potensi besar dari lahan kakao yang ada,” paparnya.

Tidak hanya menyasar kepada peningkatan nilai tambah kakao, BBIHP juga sedang merancang teknologi yang diberi nama Mini Point 4.0 untuk pengolahan kopi dengan kapasitas 15-20 Kg. “Kami lagi membuat anggaran aplikasinya, alat-alatnya, dan mesin roasting-nya,” tandasnya.

Sebelumnya, Plt. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto telah melakukan kunjungan kerja di BBIHP Makassar. Dirinya memberikan apresiasi terhadap berbagai terobosan yang telah dilakukan unit kerja di bawah BPPI tersebut.

“BBIHP di Makassar ini adalah salah satu unit litbang yang dimiliki oleh Kemenperin di wilayah Timur Indonesia, selain di Manado dan Ambon,” jelasnya. Adapun dua tugas utamanya, yaitu melakukan kegiatan pengembangan produk hasil perkebunan serta memfasilitasi industri dalam bentuk layanan pengujian dan sertifikasi.

“Kita tahu sejak lama, bahkan beratus tahun yang lalu, wilayah Sulawesi terutama Sulawesi Selatan ini adalah penghasil komoditas yang sangat dicari atau dibutuhkan oleh pasar dunia, antara lain kakao dan kopi. Dari tempat ini sebagian besar komoditas itu diekspor dalam bentuk mentah,” paparnya.

Oleh karena itu, BBIHP fokus terhadap upaya hilirisasi komoditas hasil perkebunan, seperti kakao dan kopi. Melalui peningkatan nilai tambah ini, diyakini dapat memacu perekonomian wilayah setempat hingga nasional.

“Kalau kita bergantung pada komoditas yang masih belum diolah itu kan nilai tambahnya sedikit. Per kilo biji kakao itu di sini sekitar Rp20.000. Tetapi kalau kita proses lagi, dengan smart factory ini bisa 10 kali lipat nilai tambahnya, sekitar Rp200.000 atau Rp250.000 per kilogram,” ungkap Eko.

Di samping itu, BBIHP Makassar juga memfasilitasi pelaku IKM agar bisa tumbuh dan berkembang. “Jadi, mereka akan punya kemampuan untuk mengolah, memproduksi, mengemas, branding, hingga menjual produknya itu sendiri,” imbuhnya.

Bahkan, BBIHP Makassar sedang disiapkan menjadi Halal Center di wilayah Indonesia Timur. “Jadi, bukan hanya melakukan pengujian, tetapi juga akan bisa mensertifikasi jaminan produk halal, terutama porduk makanan,” ujar Eko.

Jawab tantangan pasar

Masih di Makassar, Kemenperin memiliki Balai Diklat Industri (BDI) Makassar, yang punya tugas untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) industri pengolahan ikan dan rumput laut serta desain kemasan produk pangan. Hal ini guna menjawab kebutuhan tenaga kerja di sektor tersebut.

“Oleh karena itu, kami menyelenggarakan Diklat 3 in 1 untuk bisa menjawab tantangan dari pasar saat ini. Mereka inilah yang kami harap bisa menjawab tantangan market, yang kita ketahui bersama sangat dinamis,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, kemarin.

Pada kesempatan tersebut, Menperin membuka secara langsung Diklat 3 in 1 Aneka Olahan Berbasis Ikan angkatan ke-4, Diklat 3 in 1 Aneka Olahan Berbasis Rumput Laut angkatan ke-1, dan Diklat 3 in 1 Desain Kemasan Produk Pangan angkatan ke-2. Keseluruhan diklat tersebut diikuti sebanyak 150 orang peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

“Ini merupakan salah satu program rutin Kemenperin, terutama dalam hal untuk meningkatkan kualitas SDM industri di Indonesia, yang sejalan dengan program prioritas pemerintah saat ini,” ungkap Agus. Kegiatan diklat tersebut, diselenggarakan mulai tanggal 10 sampai 16 Februari 2020.

Dalam kunjungannya itu, Menperin menyempatkan diri melihat langsung workshop pengolahan kakao dan mencicipi cokelat Candy, salah satu produk andalan BDI Makassar. Selanjutnya, Agus mengunjungi workshop aneka olahan, penyajian kopi dan barista, serta workshop pengolahan rumput laut.

Saat berinteraksi dengan para peserta diklat, Menperin bertanya kepada para peserta diklat mengenai informasi pelaksanaan diklat dan biaya pelatihan. Para peserta pun mengapresiasi BDI Makassar yang menyebarluaskan informasi pendaftaran diklat secara terbuka serta tidak memungut biaya diklat dari para peserta.

Sementara itu, Kepala BDI Makassar C. Elisa M. Katili mengatakan, 150 peserta Diklat 3 In 1 ini berasal dari seluruh Indonesia, selain dari Pulau Sulawesi, ada juga yang berasa dari Pulau Jawa, Kalimantan dan Sumatera. “Para peserta ini tidak semuanya sudah bekerja atau memiliki usaha. Karena ada yang mau mengembangkan lagi usaha orang tua atau bangun usaha,” ungkapnya.

Tags: #Kemenperin, #Kakao, #Balai Besar Industri Hasil Perkebunan
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Centratama Akuisisi Menara Milik XL Axiata

Selanjutnya

Kominfo Buka Program TIK 2020

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Bukan Sekadar Konsumen, Menko Airlangga Tegaskan Indonesia Siap Jadi Pemain AI Global

Bukan Sekadar Konsumen, Menko Airlangga Tegaskan Indonesia Siap Jadi Pemain AI Global

oleh Sandy Romualdus
22 Juli 2026 - 12:01

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto tegaskan Indonesia siap jadi pemain utama AI global di WAIC 2026 Shanghai dan susun National AI...

Waspada Efek Perang Timur Tengah, KSSK Siapkan Langkah Mitigasi ‘Forward Looking’

Strategi 4C Lintasarta: Amankan Infrastruktur AI dan Cloud untuk Korporasi Indonesia

oleh Stella Gracia
7 Mei 2026 - 14:54

Stabilitas.id – Merayakan hari jadi ke-38, Lintasarta menegaskan komitmennya untuk melangkah lebih jauh dari sekadar penyedia teknologi dengan bertransformasi menjadi...

ITD Summit 2026: Telkom (TLKM) Pamerkan 24 Solusi AI, Dari Legal hingga Satu Data

ITD Summit 2026: Telkom (TLKM) Pamerkan 24 Solusi AI, Dari Legal hingga Satu Data

oleh Sandy Romualdus
4 Mei 2026 - 11:43

Stabilitas.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) kembali menegaskan posisinya sebagai motor transformasi digital nasional melalui gelaran IT and...

Dampak Ekonomi Talenta Digital Tembus Rp6,5 Triliun, Sektor Non-IT Jadi Penyerap Utama

Dampak Ekonomi Talenta Digital Tembus Rp6,5 Triliun, Sektor Non-IT Jadi Penyerap Utama

oleh Stella Gracia
27 April 2026 - 12:01

Stabilitas.id – Peran talenta digital sebagai mesin penggerak ekonomi nasional semakin krusial. Platform edukasi teknologi Dicoding mencatat bahwa dampak ekonomi...

Adopsi Teknologi VR, Eduhajj Targetkan Digitalisasi Edukasi Haji bagi Gen Z dan Alpha

Adopsi Teknologi VR, Eduhajj Targetkan Digitalisasi Edukasi Haji bagi Gen Z dan Alpha

oleh Sandy Romualdus
10 April 2026 - 10:31

Stabilitas.id – Platform teknologi Eduhajj resmi memperkenalkan inovasi digital terbarunya yang bertujuan merevolusi ekosistem edukasi haji dan umrah di Indonesia....

Bahaya! Bug PayPal Bocorkan Data SSN hingga Alamat Bisnis Ratusan Pelanggan

Bahaya! Bug PayPal Bocorkan Data SSN hingga Alamat Bisnis Ratusan Pelanggan

oleh Stella Gracia
26 Februari 2026 - 10:09

Stabilitas.id — Raksasa teknologi finansial global, PayPal, mengakui adanya kerentanan data pada aplikasi pinjaman PayPal Working Capital (PPWC) akibat kesalahan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Danamon – Manulife Hadirkan Primajaga100

    Danamon-Manulife Indonesia Rilis Primajaga100

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tekanan Geopolitik Membayangi, Sinergi Fiskal-Moneter Jadi Kunci Stabilitas Sektor Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bidik US$ 1 Miliar, Pemerintah Terbitkan Panda Bonds Berperingkat AAA di Pasar China Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kemenkeu Monitor 490 Daerah Tertekan Fiskal, Siapkan Suntikan Dana Belanja Pegawai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Persaingan Asuransi Makin Ketat, Ini Daftar Market Leaders 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Srikandi di Benteng Finansial: Saat Kepemimpinan Intuisi dan Presisi Menjaga Marwah Otoritas

Dukung Jakarta Hijau, Bank Jakarta Bangun Biodigester Komunal di Rorotan & Rawa Badak

Sokong Pengembangan Talenta Digital, BNI Tautkan Solusi Keuangan dengan Prasetiya Mulya

Bank Jakarta – Persija “United for Jakarta”: Dari Sponsorship Menuju Strategic Partnership

Melandai di Akhir Juli 2026, Ini Deretan Tren Cadangan Devisa Indonesia Sepanjang 2026

Akomodir Penghasilan Sampingan Gen Z, Danantara Rancang Skema KPR Adaptif

Bank Jakarta Perkuat Fondasi Transformasi Berkelanjutan melalui Investasi Talenta Teknologi

Sokong Properti Hijau, Bank Mandiri Serahkan Sertifikat Pengurangan Emisi ke Paramount

Borong Lima Penghargaan di PRIMA Awards 2026, Bank bjb Ungguli Layanan Transaksi Digital

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Kominfo Buka Program TIK 2020

Kominfo Buka Program TIK 2020

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance