PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dan CrowdStrike menandatangani MoU untuk mendorong transformasi keamanan siber berbasis AI di Indonesia.
Stabilitas.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan perusahaan keamanan siber global, CrowdStrike (NASDAQ: CRWD), untuk mendorong transformasi pelindungan data dan sistem digital berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di Indonesia.
Kolaborasi ini menggabungkan keunggulan platform AI-native CrowdStrike Falcon® dengan jangkauan infrastruktur serta basis pelanggan luas milik Telkom, baik di sektor publik maupun swasta.
Melalui kesepakatan tersebut, BUMN telekomunikasi berkode saham TLKM ini berencana melakukan standardisasi sistem pertahanan sibernya menggunakan platform Falcon, sekaligus mengeksplorasi pengembangan layanan keamanan terkelola (managed security services) untuk mengamankan adopsi AI di lingkungan korporasi.
BERITA TERKAIT
Vice President and Managing Director Japan and Asia Pacific CrowdStrike Jonathon Dixon mengungkapkan bahwa pesatnya pemanfaatan AI menuntut pendekatan baru dalam membendung kejahatan siber.
“AI mengubah cara organisasi beroperasi dan menjalankan program keamanan siber. Telkom memiliki komitmen yang sama dengan kami untuk mengamankan masa depan AI di Indonesia dengan menghadirkan perlindungan berbasis AI serta keamanan untuk AI bagi organisasi yang mendorong transformasi digital,” ujar Jonathon dalam keterangan resmi, dikutp Senin (31/8/2026).
Bentuk Tim Gabungan Pengamanan AI
Sebagai langkah konkrit, kedua perusahaan berencana membentuk tim gabungan untuk mengembangkan solusi pertahanan yang mampu mengamankan agen, model, dan sistem AI. Inisiatif ini termasuk mendorong adopsi Falcon AI Detection and Response (AIDR) untuk memberikan visibilitas menyeluruh dan penegakan hukum runtime dari endpoint hingga ekosistem perusahaan.
Director of Strategic Business Development & Portfolio Telkom Indonesia Seno Soemadji menegaskan bahwa kemitraan ini difokuskan untuk memperkuat kapabilitas teknis para analis dan tim keamanan Telkom dalam merespons ancaman siber berkecepatan tinggi.
“Melalui kolaborasi dengan CrowdStrike, kami bertujuan untuk membantu organisasi meningkatkan keamanan siber mereka melalui kapabilitas keamanan yang telah terbukti mampu menghadapi kecepatan dan kecanggihan serangan saat ini,” jelas Seno.
Ia menambahkan bahwa kerja sama ini juga diarahkan untuk membangun ketahanan siber jangka panjang, termasuk mengantisipasi risiko keamanan yang ditimbulkan oleh teknologi-teknologi baru seperti kemajuan AI dan komputasi kuantum (quantum computing) di masa depan. ***

















