• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Minggu, Februari 22, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Humaniora

Ketika Resolusi Pulang ke Rumah Kota

oleh Sandy Romualdus
27 Januari 2026 - 13:03
16
Dilihat
Ketika Resolusi Pulang ke Rumah Kota
0
Bagikan
16
Dilihat

Stabilitas.id – Di kota-kota besar, awal tahun sering dimulai dengan ritme yang sama: target baru, kalender yang padat, dan ambisi untuk bergerak lebih cepat dari waktu. Resolusi tahun baru pun kerap disusun dengan nada kompetitif—lebih produktif, lebih sukses, lebih tahan banting. Namun, di balik hiruk pikuk urban itu, kelelahan mental perlahan menjadi bagian dari keseharian.

Memasuki 2026, muncul kesadaran baru di kalangan warga kota. Resolusi tidak lagi semata tentang mengejar capaian, tetapi tentang bertahan dengan sehat—secara fisik maupun emosional. Self improvement dipahami sebagai upaya membangun kualitas hidup yang lebih manusiawi, dan titik awalnya justru berada di ruang paling personal: rumah.

Bagi masyarakat urban, rumah sering kali tereduksi menjadi tempat singgah. Apartemen berukuran kompak, rumah deret dengan jarak rapat, hingga hunian vertikal yang minim ruang bersama, menjadi lanskap keseharian. Tekanan mobilitas, keterbatasan lahan, dan mahalnya harga properti membentuk pola hidup yang efisien, tetapi sering kali miskin ruang pemulihan.

BERITA TERKAIT

Dari Desain Betawi hingga Teknologi Thermatech®, JIS Jadi Ikon Berkelanjutan

Di sinilah arsitektur memainkan peran yang lebih dari sekadar fungsi. Arsitektur hunian di kawasan urban tidak hanya menjawab kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga kualitas hidup penghuninya. Tata ruang, pencahayaan alami, sirkulasi udara, hingga keberadaan ruang komunal menentukan bagaimana seseorang berinteraksi, beristirahat, dan memulihkan diri setelah berhadapan dengan tekanan kota.

Hunian yang dirancang tertutup dan terisolasi cenderung memperkuat rasa terasing. Sebaliknya, rumah dengan bukaan cahaya, keterhubungan visual dengan lingkungan sekitar, serta ruang bersama yang mendorong interaksi keluarga dan tetangga, dapat menghadirkan rasa keterikatan sosial—sesuatu yang semakin langka di kota besar.

Konsep urban living yang sehat kini mulai menggeser orientasi pembangunan hunian. Rumah tidak lagi dilihat hanya dari jumlah kamar atau nilai investasi, melainkan dari kemampuannya menciptakan keseimbangan antara ruang privat dan ruang sosial. Ruang makan yang menjadi titik temu keluarga, teras yang membuka dialog dengan lingkungan, atau ruang tengah yang fleksibel, menjadi elemen penting dalam arsitektur hunian masa kini.

Head of Marketing Semen Merah Putih, Nyiayu Chairunnikma, menilai bahwa desain hunian memiliki hubungan langsung dengan kesejahteraan emosional penghuninya.

“Rumah yang dirancang dengan memperhatikan pola interaksi penghuninya dapat membangun energi positif. Ketika rumah mampu mendukung kondisi emosi yang sehat, penghuni akan lebih siap menghadapi dinamika kehidupan di luar,” ujarnya.

Awal tahun pun dimanfaatkan banyak keluarga urban untuk menata ulang rumah. Bukan sekadar renovasi fisik, tetapi penyesuaian ruang agar lebih inklusif, lebih terang, dan lebih adaptif terhadap kebutuhan keluarga. Hunian yang aman, nyaman, dan mendukung kesehatan mental menjadi bagian dari resolusi hidup yang lebih berkelanjutan.

Dalam konteks kota yang kian padat dan kompetitif, rumah berfungsi sebagai ruang perlindungan psikologis. Dari sanalah ketahanan keluarga dibangun, termasuk dalam menghadapi tekanan sosial seperti perundungan, isolasi, dan kecemasan yang kerap muncul dalam kehidupan urban.

Pada akhirnya, resolusi tahun baru di kota tidak selalu tentang bergerak lebih cepat. Ia juga tentang tahu kapan harus berhenti, menata ruang, dan pulang. Dari hunian yang dirancang dengan kesadaran akan kebutuhan manusia, tumbuh keseharian yang lebih seimbang dan keberanian untuk menjalani hidup kota dengan cara yang lebih beradab.

Sebab di tengah kepadatan urban, rumah bukan sekadar tempat tinggal. Ia adalah ruang jeda—tempat manusia kota kembali menemukan dirinya. ***

Tags: arsitektur berkelanjutandesain rumah perkotaanhunian sehatkesehatan mental masyarakat kotaruang komunalruang privatrumah di perkotaanrumah sebagai ruang pemulihanself improvementtata ruang hunian
 
 
 
 
Sebelumnya

Komisi XI DPR Pilih Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Ini Alasannya

Selanjutnya

Mencari Tenang di Kota yang Tak Pernah Diam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Pasar Properti 2026: Stok Rumah Sekunder Melimpah di Tengah Stagnasi Suplai Baru

Pasar Properti 2026: Stok Rumah Sekunder Melimpah di Tengah Stagnasi Suplai Baru

oleh Stella Gracia
18 Februari 2026 - 11:10

Stabilitas.id – Pasar properti residensial Indonesia memasuki babak baru di awal 2026 dengan pergeseran peta kekuatan dari pasar rumah primer...

BTN Incar Pembiayaan 20 Ribu Rumah Rendah Emisi di 2026

BTN Incar Pembiayaan 20 Ribu Rumah Rendah Emisi di 2026

oleh Stella Gracia
5 Februari 2026 - 17:01

Stabilitas.id – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berharap dapat mendukung pembiayaan rumah rendah emisi hingga 20.000 unit pada...

Ambil Posisi sebagai Banknya Para Developer, BSN Gerak Cepat Bangun Ekosistem Perumahan di Indonesia

Ambil Posisi sebagai Banknya Para Developer, BSN Gerak Cepat Bangun Ekosistem Perumahan di Indonesia

oleh Sandy Romualdus
4 Februari 2026 - 20:23

Stabilitas.id - Meski baru beroperasi secara resmi pada tanggal 22 Desember 2025, PT Bank Syariah Nasional (BSN) langsung bergerak cepat...

Tutup BTN Expo 2026, BTN Housingpreneur 2025 Lahirkan Inovator Muda Ekosistem Perumahan

Tutup BTN Expo 2026, BTN Housingpreneur 2025 Lahirkan Inovator Muda Ekosistem Perumahan

oleh Sandy Romualdus
1 Februari 2026 - 14:55

Stabilitas.id – BTN Expo 2026 resmi menjadi penutup rangkaian program BTN Housingpreneur 2025. Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero)...

BTN Expo 2026, Etalase Transformasi BTN Menuju Bank Modern

BTN Expo 2026, Etalase Transformasi BTN Menuju Bank Modern

oleh Sandy Romualdus
28 Januari 2026 - 20:34

Stabilitas.id — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) menegaskan arah transformasinya sebagai bank modern berbasis ekosistem terintegrasi melalui pembukaan...

Mencari Tenang di Kota yang Tak Pernah Diam

Mencari Tenang di Kota yang Tak Pernah Diam

oleh Sandy Romualdus
27 Januari 2026 - 13:17

Stabilitas.id - Kota jarang benar-benar berhenti. Bahkan ketika lampu lalu lintas berganti merah dan kantor mulai sepi, layar-layar digital tetap menyala,...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Puncak BIK 2025: Ribuan Warga Banyumas Dapat Akses Keuangan Baru dari LJK

    OJK Tunjuk Friderica sebagai ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

HPSN 2026: BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah, Perkuat Komitmen Tumbuh Berkelanjutan

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Mencari Tenang di Kota yang Tak Pernah Diam

Mencari Tenang di Kota yang Tak Pernah Diam

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance