• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Senin, Oktober 19, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Life Style

Mencari Tenang di Kota yang Tak Pernah Diam

by Sandy Romualdus
27 Januari 2026 - 13:17
27
VIEWS
Mencari Tenang di Kota yang Tak Pernah Diam
0
SHARES
27
VIEWS

Stabilitas.id – Kota jarang benar-benar berhenti. Bahkan ketika lampu lalu lintas berganti merah dan kantor mulai sepi, layar-layar digital tetap menyala, pikiran tetap bekerja, dan tekanan hidup terus mengalir. Di ruang urban yang serba cepat, kelelahan mental kerap hadir tanpa gejala yang kentara—menumpuk perlahan, lalu meledak dalam bentuk kecemasan, sulit tidur, atau rasa hampa yang sulit dijelaskan.

Isu kesehatan mental masyarakat urban kini tidak lagi dapat dipisahkan dari bagaimana kota dirancang dan dialami. Rumah, ruang publik, bahkan koridor-koridor transisi seperti halte dan taman kota, memainkan peran penting dalam membentuk kondisi emosional warganya. Di tengah kesadaran inilah, pendekatan warna dan desain ruang kembali dipertanyakan: mampukah kota menyediakan ruang untuk menurunkan ritme?

  • Baca juga: Pacu Strategi ‘Beyond Mortgage’: BTN Rangkul Inovasi Rumah Masa Depan Ala Gen Z

Peluncuran Colours of The Year 2026 dari Dulux bertajuk Rhythm of Blues™ hadir dalam konteks tersebut. Lebih dari sekadar tren warna, pendekatan ini berangkat dari riset tentang relasi manusia dengan ruang di tengah tekanan hidup modern. Melalui kampanye #TemukanTenangmu, Dulux mencoba menempatkan warna sebagai medium yang membantu masyarakat menemukan jeda—baik di rumah maupun di ruang publik.

BERITA TERKAIT

No Content Available

Pendekatan ini terasa relevan di kota-kota besar, di mana ruang publik sering kali didesain untuk efisiensi dan pergerakan cepat, bukan untuk berhenti. Padahal, berbagai kajian urban menunjukkan bahwa kota yang sehat membutuhkan ruang-ruang transisi—tempat warga bisa duduk, bernapas, dan menenangkan diri tanpa tuntutan produktivitas.

Dalam Rhythm of Blues™, spektrum biru dihadirkan sebagai respons atas kebutuhan tersebut. Slow Swing™, biru gelap yang menenangkan, memberi rasa teduh dan aman—nuansa yang kerap dibutuhkan di ruang-ruang pemulihan seperti kamar tidur, ruang baca, atau sudut refleksi. Mellow Flow™, biru lembut yang terang, menawarkan keseimbangan yang cocok untuk ruang komunal, baik di rumah maupun fasilitas publik. Sementara Free Groove™, biru yang lebih ekspresif, memberi energi kreatif tanpa menghadirkan stimulasi berlebihan.

Warna biru telah lama dikaitkan dengan stabilitas dan ketenangan emosional. Dalam konteks desain ruang publik, biru membantu menurunkan intensitas visual kota yang kerap dipenuhi warna kontras dan cahaya buatan. Warna menjadi alat yang bekerja halus, tetapi berdampak nyata dalam pengalaman ruang.

Head of Marketing AkzoNobel Decorative Paints Indonesia, Niluh Putu Ayu Setiawati, menyampaikan bahwa pendekatan ini berangkat dari kesadaran akan keberagaman ritme hidup masyarakat urban.

  • Baca juga: Efisiensi Tata Ruang Properti: Furnitur Ganda dan Built-in Kunci Optimalisasi Aset Hunian

“Setiap orang memiliki cara berbeda dalam menemukan ketenangan. Melalui Rhythm of Blues™, kami ingin mengajak masyarakat melihat warna sebagai bagian dari solusi ruang—baik di rumah maupun di ruang publik—yang mendukung rasa aman dan seimbang,” ujarnya.

Dari perspektif perancangan kota, Teguh Aryanto, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta, menilai bahwa isu kesehatan mental semakin memengaruhi praktik desain ruang publik.

“Kota tidak bisa hanya dirancang untuk bergerak cepat. Kita membutuhkan ruang-ruang yang memungkinkan orang melambat. Warna, termasuk spektrum biru, membantu menurunkan tekanan visual dan menciptakan rasa stabil di tengah hiruk-pikuk kota,” tuturnya.

Kebutuhan ini semakin terasa bagi kelompok rentan, termasuk anak-anak dan individu dengan neurodiverse. Sylvia M. Siregar, Founder & Board of Patrons Filoksenia Foundation, menekankan bahwa ruang publik yang terlalu bising secara visual dapat memperparah kecemasan.

“Lingkungan visual yang tepat—termasuk penggunaan warna yang menenangkan—dapat membantu meredam overstimulasi. Di ruang publik yang ramah secara emosional, anak-anak dapat merasa lebih aman dan fokus,” ujarnya.

Pendekatan warna juga mendapat perhatian dari sudut pandang feng shui, yang melihat rumah dan kota sebagai sistem energi. Jenie, praktisi feng shui, menilai bahwa warna biru berperan penting dalam membantu masyarakat urban menurunkan ritme hidup.
“Di kota yang penuh tekanan, rumah dan ruang publik idealnya membantu kita ‘turun gigi’. Nuansa biru yang tepat bisa menyeimbangkan energi, membuat ruang terasa lebih tenang tanpa kehilangan vitalitas,” katanya.

  • Baca juga: Tahan Korosi Abu Vulkanik, Polytron Pamerkan Ketangguhan Baterai IP67 Seri Fox 350

Di tengah meningkatnya diskursus tentang urban mental health, pendekatan desain yang berorientasi pada kesejahteraan menjadi semakin relevan. Warna, sebagai elemen yang paling mudah diakses dalam desain ruang, menawarkan solusi yang sederhana namun berdampak.

Mungkin kota tidak akan pernah benar-benar sunyi. Namun, melalui ruang dan warna yang dirancang dengan kesadaran akan kebutuhan manusia, kota dapat menjadi tempat yang lebih ramah bagi kesehatan mental warganya. Di sanalah, di antara dinding, trotoar, dan ruang terbuka, manusia urban menemukan kembali jeda—dan ketenangan yang selama ini dicari. ***

Tags: arsitektur humanisColours of The Year 2026desain kota berkelanjutanpsikologi warnaRhythm of Blues Duluxruang publik ramah mentalurban mental healthwarna biru
 
 
 
 
 
Previous Post

Ketika Resolusi Pulang ke Rumah Kota

Next Post

Pemerintah Buka Penawaran ORI029, Tawarkan Dua Tenor dengan Kupon hingga 5,80%

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Pacu Strategi ‘Beyond Mortgage’: BTN Rangkul Inovasi Rumah Masa Depan Ala Gen Z

Pacu Strategi ‘Beyond Mortgage’: BTN Rangkul Inovasi Rumah Masa Depan Ala Gen Z

by Sandy Romualdus
30 September 2026 - 13:08

Bank BTN membuka pendaftaran BTN Housingpreneur Batch 3 di UI dengan target 1.500 ide bisnis untuk mendukung ekosistem perumahan nasional....

BI-Rate Tetap 5,75%: Akrobat Rem Moneter dan Gas Likuiditas Rp461 Triliun di Era Destry Damayanti

Efisiensi Tata Ruang Properti: Furnitur Ganda dan Built-in Kunci Optimalisasi Aset Hunian

by Stella Gracia
24 September 2026 - 11:56

Menyiasati lonjakan inventori rumah mungil, Pinhome menawarkan solusi tata kelola interior modern minimalis yang transparan dan multifungsi bagi masyarakat urban....

Tahan Korosi Abu Vulkanik, Polytron Pamerkan Ketangguhan Baterai IP67 Seri Fox 350

Tahan Korosi Abu Vulkanik, Polytron Pamerkan Ketangguhan Baterai IP67 Seri Fox 350

by Sandy Romualdus
17 September 2026 - 21:25

Polytron memastikan keamanan komponen baterai bersertifikasi IP67 pada motor listriknya dari paparan abu vulkanik korosif, sekaligus membagikan tips pencucian yang...

Perluas Jangkauan Bisnis, BNI Fasilitasi Solusi Digital di Beyoutiful Symphony Festival 2026

Perluas Jangkauan Bisnis, BNI Fasilitasi Solusi Digital di Beyoutiful Symphony Festival 2026

by Sandy Romualdus
13 September 2026 - 11:53

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) berkolaborasi dengan Beyoutiful Aesthetic menggelar BSF 2026 guna memperluas penetrasi digital di industri...

Sarjito Resmi Dilantik Jadi KE Pengawas BMKS, Bidik Status Price Maker Komoditas Global

Balé by BTN Bikin Generasi Muda Makin Gampang Miliki Rumah Impian

by Stella Gracia
10 September 2026 - 09:31

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mengintegrasikan super app balé by BTN dan layanan O2O di Harpropnas Fest 2026...

Gandeng Travel Umrah, CIMB Niaga Syariah Tebar Cashback Rp1,5 Juta dan Solusi Transaksi di Arab Saudi

Pasar Properti Kuartal II-2026 Melandai, Pusat Aktivitas Bergeser ke Kawasan Penyangga

by Stella Gracia
26 Agustus 2026 - 12:35

Pinhome rilis Indonesia Property Market Signal Q2 2026 di skor 50,3. Aktivitas pasar properti melandai, pergerakan beli bergeser ke Bekasi...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Pemerintah Buka Penawaran ORI029, Tawarkan Dua Tenor dengan Kupon hingga 5,80%

Pemerintah Buka Penawaran ORI029, Tawarkan Dua Tenor dengan Kupon hingga 5,80%

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance