BRI kembali menembus daftar Top 50 Emiten BigCap dalam ajang The 17th IICD CG Award 2026 berkat konsistensi penerapan tata kelola berbasis standar ACGS.
Stabilitas.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) kembali menegaskan komitmennya dalam menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG). Perseroan terpilih masuk dalam jajaran Top 50 Emiten dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar (BigCap Public Listed Companies) pada ajang The 17th IICD Corporate Governance Conference and Award 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.
Ajang penghargaan tahunan yang digelar Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) ini mengusung tema “Strengthening Market Confidence through Governance Excellence”. Penilaian dilakukan secara independen dengan mengacu pada kerangka penilaian regional ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS).
Direktur Legal & Compliance BRI Mahdi Yusuf menyatakan bahwa apresiasi ini menjadi pengakuan konkret atas konsistensi perseroan dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, serta kepatuhan hukum di seluruh lini operasional perbankan.
BERITA TERKAIT
“Bagi BRI, tata kelola bukan sekadar pemenuhan terhadap regulasi, tetapi merupakan fondasi penting dalam membangun kepercayaan dan menjaga keberlanjutan perusahaan. Pengakuan sebagai Top 50 Emiten BigCap dalam IICD CG Award 2026 menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas governance, transparansi, serta akuntabilitas dalam menjalankan setiap aspek bisnis,” ujar Mahdi dalam keterangan tertulis.
Mahdi memaparkan bahwa tata kelola yang kokoh memiliki fungsi strategis dalam menjaga kepercayaan investor pasar modal, nasabah, karyawan, regulator, hingga masyarakat luas. Oleh karena itu, prinsip GCG senantiasa diintegrasikan ke dalam seluruh proses pengambilan keputusan korporasi.
IICD yang bernaung di bawah Yayasan Pengembangan Tata Kelola Indonesia (YPTKI) secara berkala menggunakan instrumen ACGS guna mengevaluasi keterbukaan informasi, perlakuan setara kepada pemegang saham, perlindungan hak investor, peranan pemangku kepentingan, serta tanggung jawab dewan pengurus emiten di kawasan Asia Tenggara.
Capaian ini memperkuat posisi bank berkode saham BBRI tersebut sebagai institusi keuangan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian laba, melainkan juga menempatkan disiplin tata kelola dan keberlanjutan sebagai fondasi utama bisnis.
“BRI akan terus menjadikan GCG sebagai bagian dari perjalanan transformasi perusahaan. Kami percaya bahwa perusahaan yang mampu menjaga tata kelola secara konsisten akan memiliki fondasi yang semakin kuat untuk tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi yang semakin besar bagi perekonomian Indonesia,” tutup Mahdi. ***

















