Stabilitas.id – Langkah transformasi digital yang agresif menempatkan PT Bank DKI (Bank Jakarta) dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai motor utama penggerak inklusi keuangan daerah. Dalam ajang forum kolaboratif nasional Cita Loka Fest 2026 yang digelar di Jakarta, kedua institusi tersebut sukses menyabet penghargaan bergengsi atas kontribusinya mematangkan ekosistem digitalisasi ekonomi kerakyatan.
Bank Jakarta resmi dianugerahi penghargaan Anugerah Badan Usaha Penggerak Keberdayaan Digitalisasi UMKM. Apresiasi ini diberikan atas konsistensi perseroan memperluas akses pembiayaan, mempertebal literasi keuangan, serta mengintegrasikan teknologi digital bagi ratusan ribu pelaku usaha lokal melalui optimalisasi ekosistem program Jakpreneur.
Secara paralel, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut mengamankan penghargaan Anugerah Daerah Terbaik dalam Membangun Tata Kelola yang Mendengar lewat keberhasilan inovasi platform Jakarta Smart City.
BERITA TERKAIT
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa indikator kemajuan sebuah kota megapolitan tidak boleh hanya diukur dari masifnya pembangunan infrastruktur fisik secara visual, melainkan harus dibarengi dengan keandalan birokrasi dalam menyerap aspirasi dan kebutuhan riil warganya.
“Bagi saya, Jakarta kalau ingin maju, aman, dan nyaman, maka yang paling utama selain membangun infrastrukturnya adalah mendengar apa yang menjadi keinginan warganya. Jadi, membangun bukan semata-mata membangun fisiknya,” ujar Pramono Anung dalam siaran pers resmi, dikutip Jumat (26/6/2026).
Pembiayaan UMKM Melambung 26,27 Persen
Sinergi taktis antara kebijakan Pemprov DKI dan fungsi intermediasi Bank Jakarta tecermin langsung pada kurva pertumbuhan portofolio pembiayaan sektor produktif bawah.
Memasuki pembukuan kuartal I/2026, total penyaluran kredit dan pembiayaan khusus klaster UMKM Bank Jakarta sukses menembus angka Rp10,46 triliun. Realisasi dasar tersebut mencatatkan lonjakan pertumbuhan yang sangat progresif sebesar 26,27% secara tahunan (year-on-year/yoy), di mana sebanyak 2.208 debitur aktif di antaranya merupakan para pelaku usaha mikro binaan yang terintegrasi di dalam jaringan Jakpreneur.
Kinerja Finansial & Penghargaan Digitalisasi Bank Jakarta (2026)
| Komponen Rapor Digitalisasi | Capaian Finansial / Inovasi | Output & Dampak Aksesibilitas Pasar |
| Kredit UMKM (Q1/2026) | Rp10,46 Triliun | Tumbuh ekspansif 26,27% (yoy) untuk perkuatan modal usaha. |
| Integrasi Debitur | 2.208 Pelaku Jakpreneur | Dorongan anorganik usaha mikro agar naik kelas via teknologi. |
| Inovasi Pemprov DKI | Jakarta Smart City | Layanan publik responsif berbasis tata kelola digital terpadu. |
| Gelar Juara Cita Loka | Penggerak Digitalisasi UMKM | Bukti pengakuan kredibilitas sebagai mitra strategis bursa. |
Target Bangun Ekosistem Bisnis yang Inklusif
Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, mengemukakan bahwa raihan penghargaan di forum nasional bertema “Menguatkan Akar untuk Indonesia Asri” ini akan dijadikan sebagai motor motivasi bagi manajemen untuk terus merancang solusi perbankan digital end-to-end yang inovatif bagi pelaku usaha ultra mikro hingga menengah.
Senada, Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, mengimbuhkan bahwa perseroan berkomitmen penuh mempertebal ketahanan daya saing UMKM lokal di tengah ketatnya persaingan ekonomi siber.
Melalui perpaduan penetrasi produk kredit produktif, penyediaan fasilitas pembayaran nontunai, dan sinergi bersama multi-stakeholder, Bank Jakarta optimistis digitalisasi mampu menciptakan efek pengganda (multiplier effect) yang sehat dan berkelanjutan bagi struktur pertumbuhan ekonomi domestik maupun nasional. ***

















