Stabilitas.id – Bank Indonesia (BI) merekam lonjakan signifikan pada posisi likuiditas perekonomian nasional sepanjang periode kuartal II/2026. Likuiditas atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Mei 2026 tercatat tumbuh lebih tinggi dan ekspansif dibandingkan pencapaian bulan sebelumnya.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso memaparkan, posisi agregat M2 pada Mei 2026 resmi menyentuh angka Rp10.451,9 triliun. Realisasi nominal tersebut mencerminkan pertumbuhan solid sebesar 10,8% secara tahunan (year-on-year/yoy).
“Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 15,3% yoy dan uang kuasi sebesar 6% yoy,” ujar Ramdan dalam laporan analisis uang beredar komprehensif, dikutip Rabu (24/6/2026).
BERITA TERKAIT
Kredit Jadi Motor
Ramdan menjelaskan bahwa akselerasi pertumbuhan M2 pada Mei 2026 utamanya dipicu oleh dua faktor pendorong makro, yakni agresivitas penyaluran kredit perbankan serta pos aktiva luar negeri bersih yang bergerak positif.
Fungsi intermediasi perbankan domestik dilaporkan melesat tumbuh 10,8% (yoy). Angka ini menunjukkan percepatan atau naik kelas dibandingkan performa pertumbuhan pada April 2026 yang tertahan di level 9,4% (yoy).
Di sisi lain, instrumen aktiva luar negeri bersih (net foreign assets) pada Mei 2026 melaju tumbuh 5,2% (yoy). Capaian ini juga tercatat lebih tinggi dan kokoh dari realisasi bulan sebelumnya yang berada di level 3,7% yoy.
Jika dibedah berdasarkan komponen pembentuknya, instrumen uang beredar sempit (M1) masih mendominasi struktur likuiditas nasional dengan kontribusi porsi mencapai 57,8% dari total M2.
Komponen Struktur Likuiditas Uang Beredar Domestik
| Komponen Moneter Riil | Realisasi Nilai / Rasio Mei 2026 | Tren Pertumbuhan Tahunan (YoY) |
| Total Uang Beredar Sempit (M1) | Rp6.025 Triliun | Tumbuh Agresif 15,3% |
| Pos Giro Rupiah | Bagian dari Komponen M1 | Tumbuh 23,9% (Naik dari April sebesar 21,3%). |
| Uang Kartal (Masyarakat) | Di luar Bank Umum & BPR | Tumbuh Meningkat 16,6% (Bulan lalu 15,7%). |
| Tabungan Rupiah | Dapat ditarik sewaktu-waktu | Tumbuh Menguat 8,3% (Bulan lalu 7,1%). |
| Uang Kuasi | Bagian dari Komponen M2 | Tumbuh Stabil 6% |
Uang Primer Tembus Rp2.214 Triliun
Bergerak selaras, BI melaporkan posisi uang primer atau monetary base (M0) adjusted tetap mempertahankan tren pertumbuhan tinggi sebesar 14,2% (yoy) pada Mei 2026. Capaian ini sekaligus melanjutkan konsistensi tren April 2026 yang tumbuh 14,3% yoy.
Dengan dinamika tersebut, total nominal uang primer nasional saat ini bertengger di level Rp2.214,6 triliun. Pergerakan pos M0 ini sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 17,4% (yoy) serta volume uang kartal yang diedarkan ke masyarakat yang naik 15,8% (yoy).
Manajemen Bank Indonesia menegaskan, seluruh kalkulasi pertumbuhan uang primer dan ekspansi likuiditas nasional ini telah memperhitungkan secara cermat dampak dari pemberian insentif likuiditas makroprudensial. Formulasi ini sengaja dijaga guna memastikan kebijakan pengendalian moneter tetap berjalan seimbang dalam menyokong pertumbuhan ekonomi riil sekaligus membendung risiko volatilitas pasar. ***

















