Stabilitas.id – PT Maybank Asset Management (Maybank AM) resmi memperluas lini produk investasi pasifnya dengan meluncurkan reksadana indeks terbaru bertajuk Maybank Financial Infobank15 Index Fund. Instrumen ini dirancang khusus untuk membidik potensi pertumbuhan 15 saham perbankan unggulan di Bursa Efek Indonesia.
Peluncuran produk ini dilakukan melalui kemitraan strategis dengan Trimegah Sekuritas sebagai agen penjual eksklusif. Indeks Infobank15 yang menjadi acuan reksadana ini dipilih berdasarkan kriteria ketat, mencakup kapitalisasi pasar yang besar, likuiditas transaksi yang tinggi, serta penerapan tata kelola perusahaan (good corporate governance) yang baik.
Direktur Maybank Asset Management, Raja Edham Zulkarnaen, menjelaskan bahwa peluncuran reksadana indeks ini merupakan langkah strategis perusahaan untuk memberikan akses yang lebih mudah bagi investor terhadap sektor perbankan nasional yang dinamis.
BERITA TERKAIT
“Reksadana ini dirancang untuk memberikan eksposur optimal terhadap sektor perbankan Indonesia yang terus berkembang. Kami ingin memberikan diversifikasi bagi investor melalui saham-saham perbankan terpilih dengan tetap menjaga fleksibilitas likuiditas,” ujar Raja dalam seremoni peluncuran di Jakarta (15/1/2024).
Sebagai reksadana indeks, Maybank Financial Infobank15 menawarkan efisiensi biaya bagi investor karena dikelola secara pasif mengikuti pergerakan indeks acuan. Hal ini dinilai cocok bagi investor yang ingin menangkap momentum kinerja saham-saham blue chip perbankan tanpa harus melakukan pemilihan saham secara mandiri.
Head of Retail and Mutual Fund Sales Trimegah Sekuritas, Hasbi Sukaton, menambahkan bahwa kolaborasi ini memperkuat ekosistem distribusi produk investasi ritel di platformnya. Terhitung sejak Januari lalu, nasabah sudah dapat mengakses produk ini secara eksklusif melalui jaringan Trimegah Sekuritas.
Analis menilai sektor finansial masih menjadi motor utama IHSG. Kehadiran produk spesifik seperti Infobank15 Index Fund diprediksi akan menarik minat investor institusi maupun ritel yang mencari stabilitas imbal hasil di tengah volatilitas pasar global.
Dengan fokus pada 15 emiten perbankan terbaik, produk ini diharapkan menjadi benchmark baru bagi pengelolaan aset berbasis sektoral di pasar modal Indonesia. ***






.jpg)










