IHSG ditutup menguat 1,14% ke level 6.599,9 pada Selasa (1/9/2026) didorong net buy asing Rp2,03 triliun, di mana saham BBRI jadi buruan utama.
Stabilitas.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil ditutup menguat signifikan sebesar 74,46 poin atau 1,14% ke level 6.599,9 pada perdagangan Selasa (1/9/2026).
Laju penguatan IHSG didorong oleh aksi beli bersih (net buy) investor asing yang terakumulasi masif di pasar saham domestik. Investor asing membukukan total net buy sebesar Rp2,03 triliun di seluruh pasar, dengan kontribusi pasar reguler mencapai Rp1,76 triliun.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi emiten yang paling banyak diborong investor asing dengan nilai net buy mencapai Rp838 miliar. Tingginya minat beli asing mendorong harga saham BBRI melonjak 4,00% hingga parkir di posisi Rp3.380 per saham pada penutupan perdagangan.
BERITA TERKAIT
10 Saham Teratas Net Buy Asing (1 September 2026):
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI): Rp838,00 miliar
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp435,35 miliar
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI): Rp172,27 miliar
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI): Rp172,25 miliar
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN): Rp132,16 miliar
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA): Rp131,09 miliar
- PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN): Rp74,26 miliar
- PT Semen Indonesia Tbk (SMGR): Rp56,10 miliar
- PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA): Rp50,82 miliar
- PT Darma Henwa Tbk (DEWA): Rp44,00 miliar
Di sisi lain, aksi jual bersih (net sell) asing terbesar melanda saham PT DMS Propertindo Tbk. (KOTA) senilai Rp92,73 miliar. Meski diterpa tekanan jual asing, saham KOTA tetap menguat 1,85% ke level Rp220 per saham.
10 Saham Teratas Net Sell Asing (1 September 2026):
- PT DMS Propertindo Tbk (KOTA): Rp92,73 miliar
- PT Indosat Tbk (ISAT): Rp72,29 miliar
- PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS): Rp64,09 miliar
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS): Rp39,97 miliar
- PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG): Rp39,47 miliar
- PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS): Rp34,87 miliar
- PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA): Rp31,54 miliar
- PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF): Rp28,50 miliar
- PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL): Rp19,23 miliar
- PT Vale Indonesia Tbk (INCO): Rp16,94 miliar
Fundamental Makro Kokoh
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa terjaganya stabilitas perekonomian nasional di tengah gejolak global menjadi faktor kunci di balik konsistensi masuknya modal asing.
Peringkat kredit Indonesia yang solid, seperti peringkat BBB/stable dari S&P Global Ratings dan AAA/Stable dari Lianhe Ratings Global, mencerminkan optimisme investor terhadap kredibilitas fiskal dan moneter domestik.
“Solidnya kinerja perekonomian domestik berhasil membuat terjaganya kepercayaan dunia,” ujar Menkeu Purbaya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR, Selasa (1/9/2026).
Sejumlah indikator makroekonomi utama yang menopang inflow tersebut antara lain:
- Pertumbuhan Ekonomi: Mencapai 5,45% pada Semester I/2026.
- Inflasi: Terkendali pada level 3,19% (yoy) per Agustus 2026.
- Neraca Perdagangan: Mencatatkan surplus sebesar US$3,7 miliar sepanjang Januari–Juli 2026.
- Cadangan Devisan: Menguat hingga posisi US$145,3 miliar.
- Nilai Tukar Rupiah: Menguat ke posisi Rp17.720 per dolar AS (pulih dari level terendah Rp18.171 per dolar AS pada Juni 2026).
- Aliran Modal Asing (Inflow): Terakumulasi masuk hingga Rp140,6 triliun per 28 Agustus 2026, diiringi pelandai imbal hasil (yield) SBN tenor 10 tahun ke kisaran 7,00%. ***
















