Portofolio pembiayaan hijau CIMB Niaga menembus Rp66 triliun, mengantarkan perseroan meraih dua penghargaan global dari Asian Banking & Finance 2026.
Stabilitas.id – PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) terus memantapkan posisinya sebagai pionir tata kelola pembiayaan ramah lingkungan (green financing) di Tanah Air. Komitmen perseroan dalam mendorong transisi ekonomi rendah karbon sukses membuahkan dua penghargaan prestisius berskala internasional dari Asian Banking & Finance (ABF). Predikat bergengsi tersebut meliputi Domestic Green Financing Bank of the Year (Indonesia) serta Green Deal of the Year (Indonesia) pada ajang penganugerahan tahun 2026.
Head of Commercial Banking CIMB Niaga, Christian Prajitno, menyambut positif apresiasi global atas konsistensi perseroan dalam mengawal agenda keberlanjutan. Ekspansi kredit korporasi terbukti sanggup menciptakan nilai jangka panjang bagi perekonomian, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat luas. “Sejalan dengan purpose CIMB Niaga Advancing Customers & Society, penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mendukung pertumbuhan usaha nasabah,” papar Christian di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Portofolio pembiayaan berkelanjutan CIMB Niaga tercatat telah menembus angka Rp66 triliun per 30 Juni 2026. Pencapaian fantastis ini merepresentasikan 26,7 persen dari total akumulasi pembiayaan (outstanding) perseroan. Kucuran dana jumbo tersebut mengalir deras ke berbagai proyek energi terbarukan, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta pembiayaan berskema sustainability-linked financing.
BERITA TERKAIT
Rekam jejak hijau perseroan sangat menonjol lewat penyediaan fasilitas Syariah Green Trade Finance untuk sektor energi terbarukan. Manajemen juga sukses menyalurkan Sustainability-Linked Loan (SLL) perdana pada segmen perbankan komersial yang menyasar industri tekstil rendah karbon. Pembiayaan infrastruktur logistik ramah lingkungan dan pembangunan gudang bersertifikasi hijau turut menjadi fokus utama mitigasi risiko iklim perbankan.
Manuver hijau ini merupakan bagian dari cetak biru CIMB Group dalam memburu target Net Zero Emissions pada tahun 2050 mendatang. Implementasi kebijakan kredit perbankan secara ketat mengacu pada kerangka standar Green, Social, Sustainable Impact Products and Services (GSSIPS). Kerangka kerja inilah yang menjadi landasan kuat untuk mengukur profil risiko lingkungan dalam setiap keputusan kucuran modal.
Perseroan tidak sekadar mengucurkan dana, melainkan turut merilis platform GreenBizReady™ (GBR) guna mendampingi transformasi nasabah. Platform inovatif ini menghubungkan pelaku usaha dengan sederet mitra strategis kaliber dunia, seperti Bureau Veritas, ESGpedia, Jejakin, hingga Surveyor Indonesia. Fasilitas ini memberikan akses langsung bagi korporasi untuk melakukan pengukuran emisi hingga menyusun solusi dekarbonisasi bisnis secara presisi. ***

















