• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Selasa, Oktober 6, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi Industri

Realokasi Modal Rp14 Triliun, Divestasi Chandra Asri Justru Bawa SCG Rajai Penjualan ASEAN

by Sandy Romualdus
24 September 2026 - 12:27
25
VIEWS
Realokasi Modal Rp14 Triliun, Divestasi Chandra Asri Justru Bawa SCG Rajai Penjualan ASEAN
0
SHARES
25
VIEWS

Bagi SCG, melepaskan sebagian jangkar di satu sisi (Chandra Asri) ternyata bukan untuk berlayar pergi, melainkan untuk kembali membanjiri pasar domestik dengan cara yang jauh lebih efisien.

Stabilitas.id – Ketika eskalasi konflik geopolitik merambat ke jalur-jalur urat nadi perdagangan dunia, banyak korporasi multinasional memilih mode wait and see. Selat Hormuz, salah satu titik transit paling krusial bagi pasokan energi dan bahan baku petrokimia global, terus dibayangi ketidakpastian. Namun, bagi SCG, turbulensi ini justru dijawab dengan restrukturisasi bisnis yang agresif dan manuver rantai pasok yang taktis.

  • Baca juga: Rekor Belanja Rp2.811 Triliun, Tiongkok Borong 1.000 Ton Emas demi Mitigasi Syok Geopolitik

Langkah korporasi paling berani yang dieksekusi SCG pada paruh pertama 2026 adalah perombakan portofolio investasinya di sektor petrokimia Indonesia. SCG Chemicals (SCGC) secara resmi mendivestasikan 14,86 persen kepemilikan sahamnya di PT Chandra Asri Pacific Tbk. Transaksi pelepasan saham tersebut bernilai fantastis, mencapai sekitar Rp14,04 triliun (776 juta USD).

Bagi panggung pasar modal dan industri petrokimia, divestasi ini bukanlah sebuah sinyal mundurnya SCG dari pasar Indonesia. Sebaliknya, ini adalah realokasi modal (capital reallocation) yang sangat terukur. Manajemen SCG memutuskan bahwa dana segar belasan triliun rupiah tersebut akan dialirkan untuk merampingkan struktur utang perusahaan. Lebih jauh lagi, suntikan likuiditas ini dikonsentrasikan untuk membiayai proyek strategis raksasa mereka di negara tetangga: proyek peningkatan penggunaan bahan baku etana di kompleks Long Son Petrochemicals (LSP) di Vietnam, yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2027.

BERITA TERKAIT

Rekor Belanja Rp2.811 Triliun, Tiongkok Borong 1.000 Ton Emas demi Mitigasi Syok Geopolitik

Kisah Lulita dan Ikhtiar SCG Merawat Asa Generasi Muda

Dorong Green Manufacturing, SCG Hadirkan Solusi Perpipaan Berbasis Ekonomi Sirkular

Hadapi Krisis Global, SCG Aktifkan War Room dan Pangkas Biaya Operasional Rp3,4 Triliun

Fokus SCG pada fasilitas LSP di Vietnam ini sejalan dengan strategi mitigasi risiko rantai pasok mereka. Di saat banyak produsen petrokimia terpukul oleh volatilitas harga akibat krisis di Timur Tengah, SCGC berhasil menjaga margin keuntungannya dengan mengamankan pengadaan bahan baku secara tepat waktu dari sumber-sumber alternatif yang berada di luar jalur rawan Selat Hormuz.

Selain perombakan portofolio, SCG juga menjalankan strategi jangka menengah yang sangat disiplin di seluruh jaringannya. Perusahaan mempercepat transisi menuju pengembangan produk bernilai tambah tinggi atau High Value-Added Products (HVA). Untuk menekan kebocoran biaya produksi, SCG mengadopsi pemanfaatan teknologi robotik, machine learning, dan kecerdasan buatan (AI) secara masif guna meningkatkan efisiensi dan daya saing jaringan manufakturnya di kawasan ASEAN.

Pertumbuhan Tertinggi di ASEAN

Keputusan menata ulang fondasi bisnis dan rantai pasok tersebut terbukti tidak mengkhianati hasil. Manuver tingkat tinggi ini langsung terefleksi pada lonjakan kinerja keuangan SCG secara konsolidasi. Sepanjang semester pertama 2026, EBITDA yang disesuaikan (adjusted EBITDA) perusahaan menanjak signifikan sebesar 35 persen secara tahunan, menyentuh angka Rp24,1 triliun (1.337 juta USD).

Secara keseluruhan, perusahaan membukukan pendapatan dari penjualan sebesar Rp146,3 triliun (8.086 juta USD) dengan laba bersih mencapai Rp10 triliun (553 juta USD) pada paruh pertama tahun ini.

  • Baca juga: Kisah Lulita dan Ikhtiar SCG Merawat Asa Generasi Muda

“Di tengah dinamika global yang penuh tantangan, SCG terus memperkuat fondasi bisnis, meningkatkan ketangkasan operasional, dan menjaga daya saing perusahaan. Keberhasilan penerapan strategi jangka pendek dan menengah turut mendorong perbaikan kinerja di seluruh unit bisnis,” papar President and CEO SCG, Thammasak Sethaudom, mengevaluasi pencapaian perusahaannya.

Ironi yang menguntungkan terjadi di pasar Indonesia. Meskipun SCG mengurangi porsi kepemilikannya di Chandra Asri, Indonesia justru tampil sebagai bintang utama penyumbang pendapatan. Pada kuartal kedua 2026, SCG membukukan pertumbuhan penjualan tertinggi di seluruh pasar ASEAN yang berasal dari Indonesia. Penjualannya meroket 39 persen secara tahunan menjadi Rp6,51 triliun (360 juta USD).

Menariknya, rekor pertumbuhan di Indonesia ini ditopang kuat oleh penetrasi produk petrokimia yang justru diproduksi dan dipasok dari fasilitas Long Son Petrochemicals (LSP) di Vietnam. Hal ini membuktikan bahwa strategi integrasi pasar ASEAN yang dijalankan SCG berjalan sempurna: memproduksi di Vietnam dengan efisiensi tinggi, lalu menyerap hasil produksinya di pasar Indonesia yang memiliki permintaan raksasa.

Kebangkitan Sektor Riil dan Infrastruktur

Efek domino dari perbaikan strategi ini tidak hanya berhenti di sektor petrokimia, melainkan merambat ke sektor riil lainnya, khususnya bisnis pengemasan dan material konstruksi di Tanah Air.

Setelah sempat tertekan oleh dinamika pasar, bisnis pengemasan SCG (SCGP) di Indonesia akhirnya menunjukkan tajinya dengan kembali mencatatkan laba. Thammasak menjelaskan bahwa pemulihan bisnis kemasan domestik ini adalah buah dari integrasi bisnis yang lebih kokoh, pengelolaan biaya energi yang efektif, penyesuaian harga jual, serta peningkatan volume penjualan. Inovasi penggunaan robot kolaboratif dan AI di lantai pabrik terbukti manjur meningkatkan produktivitas dan pengendalian mutu.

Di lini infrastruktur dan material bangunan (SCG CBM), agresivitas perusahaan tak kalah kentara. Melalui Jayamix by SCG, perusahaan merilis inovasi Jayamix Advanced Waterproof Concrete, sebuah solusi beton yang dirancang khusus dengan durabilitas tinggi terhadap air. Mereka juga memperkuat rantai pasok beton siap pakai dengan membangun batching plant baru di kawasan Marunda untuk melayani pesatnya pembangunan di Jakarta Utara dan Bekasi.

Sementara itu, untuk memperlancar arus barang, SCG melalui SCG Barito Logistics langsung merangkul PT Krakatau Bandar Samudera. Kolaborasi ini diwujudkan lewat penyediaan layanan penyimpanan ISO tank dan dry container serta fasilitas lift-on/lift-off di Krakatau International Port.

  • Baca juga: Dorong Green Manufacturing, SCG Hadirkan Solusi Perpipaan Berbasis Ekonomi Sirkular

Memasuki semester kedua 2026, ketidakpastian geopolitik, inflasi, dan volatilitas biaya energi diproyeksikan masih akan menghantui ekonomi global. Namun, bagi para pengambil keputusan di korporasi, SCG telah memberikan sebuah studi kasus berharga. Ketahanan sebuah bisnis tidak diukur dari seberapa besar mereka menumpuk aset, melainkan dari seberapa tangkas mereka merelokasi modal, mencari celah pasokan, dan mengintegrasikan pasarnya melintasi batas-batas negara. ***

Editor : Sandy Romualdus
Tags: adjusted EBITDAcapital reallocationdivestasi Chandra AsriHigh Value-Added Products (HVA)Long Son Petrochemicals (LSP) Vietnammitigasi risiko geopolitikrantai pasok petrokimiaSCG Chemicals (SCGC)SCG IndonesiaThammasak Sethaudom
 
 
 
 
 
Previous Post

Mitigasi Risiko Iklim, CIMB Niaga Fasilitasi Dekarbonisasi Nasabah Lewat Platform GreenBizReady

Next Post

Tak Cuma Jualan Polis, AAJI Gembleng Agen Asuransi Kuasai Manajemen Risiko Bareng LPPI

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Tembus 75 Ribu Unit, Polytron Pamerkan Fox-Series dan Guyur Subsidi Rp6 Juta di GIIAS Semarang

Tembus 75 Ribu Unit, Polytron Pamerkan Fox-Series dan Guyur Subsidi Rp6 Juta di GIIAS Semarang

by Sandy Romualdus
2 Oktober 2026 - 10:37

Penjualan motor listrik Polytron sukses menembus 75 ribu unit secara nasional. Perusahaan agresif menebar subsidi Rp6 juta pada ajang GIIAS...

Halal Indo 2026 Raup Transaksi Ratusan Miliar, Kemenperin Desak Realisasi Bisnis Nyata

Halal Indo 2026 Raup Transaksi Ratusan Miliar, Kemenperin Desak Realisasi Bisnis Nyata

by Stella Gracia
29 September 2026 - 15:08

Kemenperin membukukan komitmen transaksi Rp622 miliar pada Halal Indo 2026 guna memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produsen halal global. Stabilitas.id...

Konsisten Terapkan ESG, SIG Jaga Profitabilitas Lewat Praktik Tata Kelola Standar ACGS

Konsisten Terapkan ESG, SIG Jaga Profitabilitas Lewat Praktik Tata Kelola Standar ACGS

by Stella Gracia
21 September 2026 - 09:49

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berhasil meraih penghargaan Katadata ESG Insight Award 2026 berkat komitmen kuat dalam penerapan tata...

Taktik Usia Emas Polytron: Dominasi Pasar B2B Lewat Pembuktian Ketangguhan Ekosistem Motor Listrik

Taktik Usia Emas Polytron: Dominasi Pasar B2B Lewat Pembuktian Ketangguhan Ekosistem Motor Listrik

by Sandy Romualdus
20 September 2026 - 19:09

Memasuki usia ke-51, Polytron makin agresif menguasai pasar B2B lewat penambahan suplai motor listrik tangguh bersertifikasi IP67 bagi operasional Rentokil...

Tahan Korosi Abu Vulkanik, Polytron Pamerkan Ketangguhan Baterai IP67 Seri Fox 350

Tahan Korosi Abu Vulkanik, Polytron Pamerkan Ketangguhan Baterai IP67 Seri Fox 350

by Sandy Romualdus
17 September 2026 - 21:25

Polytron memastikan keamanan komponen baterai bersertifikasi IP67 pada motor listriknya dari paparan abu vulkanik korosif, sekaligus membagikan tips pencucian yang...

Mitigasi Risiko Ekonomi Karhutla, Bank Indonesia Kucurkan Dana Darurat Rp2,97 Miliar

Mitigasi Risiko Distribusi Energi, Patra Logistik Gembleng Mahasiswa ITS soal Tata Kelola Supply Chain

by Sandy Romualdus
17 September 2026 - 10:15

PT Patra Logistik mengamankan regenerasi talenta manajemen risiko dan rantai pasok energi melalui ajang edukasi PGTC 2026 di ITS Surabaya....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Daftar Forbes 2026: BCA Peringkat 1 Bank Terbaik RI, SeaBank Juara di Kategori Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Kerek Cuan Penenun Baduy, BCA Promosikan Wastra Ramah Lingkungan ke Nasabah Kaya

Ubah Sampah Jadi Biogas: DPRD DKI Apresiasi Inovasi Biodigester Bank Jakarta di Rusunawa Rorotan

Inflasi September 2026 Terjaga 3,28 Persen: Bank Indonesia Kunci Target Sasaran 2,5 Persen

Laba Turun 19 Persen: Astra Tetap Guyur Dividen Interim Rp3,9 Triliun di Tengah Buyback Jumbo

Tercepat Sejak Pandemi: Ekonomi Vietnam Tumbuh 9,95 Persen di Kuartal III/2026

Tawarkan 76 Proyek Strategis: Pemerintah Buka Peluang Investasi KPBU Senilai US$63 Miliar

Guyur Stimulus Rp31 Triliun: Prabowo Siapkan Bansos Beras, BSU, dan Diskon Pajak

Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

Targetkan 5 Bank Syariah Jumbo pada 2027: OJK Dorong Konversi dan Wajibkan Merger Bank Kecil

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Tak Cuma Jualan Polis, AAJI Gembleng Agen Asuransi Kuasai Manajemen Risiko Bareng LPPI

Tak Cuma Jualan Polis, AAJI Gembleng Agen Asuransi Kuasai Manajemen Risiko Bareng LPPI

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance