• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Figur

Never Ending Improvement

by Sandy Romualdus
27 Maret 2016 - 00:00
661
VIEWS
Never Ending Improvement
0
SHARES
661
VIEWS

Kaizen adalah filosofi utama bangsa Jepang yang artinya perubahan dan perbaikan terus-menerus (never ending improvement) ke arah kesempurnaan. Filosofi inilah yang menjadi soko guru kebangkitan dan kesuksesan bangsa Jepang hingga kini yang menghantarkannya menjadi bangsa besar dan salah satu negara yang termaju di dunia. Selain dalam dunia bisnis, Kaizen juga dapat diaplikasikan kepada pengembangan diri seperti yang diajarkan oleh Anthony Robbins dengan istilah CANI (Constant And Never-ending Improvement/ perbaikan yang berkelanjutan) serta Robert Maurer sebagai prinsip perbaikan pribadi.

Elemen inti dari Kaizen adalah kemauan untuk berubah dan maju, memprioritaskan kualitas, selalu memberikan upaya yang konsisten, keterlibatan seluruh pegawai, dan komunikasi. Kedisiplinan dan kerjasama tim adalah yang utama dalam meningkatkan moral pekerja untuk menjalankan siklus mutu Kaizen. Semua karyawan harus memberikan saran demi perbaikan.

  • Baca juga: Srikandi di Benteng Finansial: Saat Kepemimpinan Intuisi dan Presisi Menjaga Marwah Otoritas

“Filsafat Kaizen menganggap bahwa cara hidup kita seperti kehidupan kerja atau kehidupan sosial maupun kehidupan rumah tangga, hendaknya terfokus pada upaya perbaikan terus menerus,” ujar Arifin Indra Sulistyanto.

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Seperti juga prinsip Kaizen, Direktur Utama PT Bank Yudha Bhakti Tbk ini mengaku improvement yang dilakukannya tidak pernah berhenti. “Kodrat manusia adalah berpikir dan belajar. Bangsa yang maju punya banyak stok orang-orang yang terus-menerus belajar di bidang yang ditekuninya,” papar pria yang suka melahap bacaan dari buku-buku ekonomi sampai psikologi ini. “Saya suka dengan analisanya Sigmund Freud soal id, ego dan super ego. Karena analisa itu bisa saya terapkan dalam mengelola sumber daya dimana saya berkarir,” sambung pria berdarah Jawa Timur kelahiran Semarang, 57 tahun lalu.

Alumnus IPB tahun 1981 yang meraih gelar MBA dari Virginia Commonwealth University, AS (1991) dan meraih gelar Doktor di UGM (2009) ini percaya bahwa “menyentuh karsa” para karyawan, akan membuat mereka “bergerak” sesuai dengan keinginan kita. Intinya, saat mengelola organisasi, kelolah manusianya.

  • Baca juga: Dari LPPI ke Malta: Siasat CEO Prospero Taklukkan Monopoli GRC Global

“Saya meyakini, selama saya berkarir di bank sebelumnya, sampai pada kesimpulan, apa sih yang dibutuhkan untuk keberhasilan suatu organisasi? Salah satu kuncinya mengelola manusia. Diperas lagi, apa sih keberhasilan kelola manusia? Itu kemampuan atau kemauan kita berkomunikasi. Wis, sepanjang kita bisa berkomunikasi, pasti orang-orang bisa kita ajak berdiksusi atau ajak untuk memperbaiki kinerja, menjalankan strategi dan sebagainya,” papar pria yang memimpin Bank Yudha Bhakti sejak Maret 2015.

Dari BRI ke BYB

Terlahir dari Bapak dan Ibu yang berprofesi sebagai guru, Arifin muda awalnya bercita-cita menjadi guru seperti orang tuanya. Tapi suratan nasib membawanya menjadi seorang insinyur pertanian tatkala dirinya lolos tanpa tes kuliah di IPB selepas lulus SMA. Guratan nasib juga yang membawa pria kelahiran 16 Desember 1959 ini menjadi seorang bankir sampai sekarang.

Sempat bekerja 2 tahun di pabrik makanan ternak pasca meraih sarjana pertaniannya dan menjadi guru privat, Arifin akhirnya diterima menjadi pegawai di PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) pada April 1985 lewat program calon staf pimpinan (CSP). Meniti karier selama 14 tahun sampai tahun 1999 di Kantor Pusat BRI dengan jabatan terakhir sebagai Pejabat Sementara Kepala Divisi Internasional.

Selepas dari BRI, Arifin melanjutkan karier di PT Bank Ekspor Indonesia (BEI) selama 10 tahun. Tahun 1999, alumnus Sespibank LPPI angkatan 33 ini diangkat menjadi Direktur merangkap Direktur Kepatuhan, dan pada tahun 2004 sampai tahun 2009 diangkat sebagai Direktur Utama BEI.

  • Baca juga: Dari AO Jadi Dirut, Kindaris Resmi Pimpin PNM Gantikan Arief Mulyadi

Lewat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, BEI kemudian berubah bentuk menjadi Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Di LPEI ini, Arifin didaulat sebagai Direktur Pelaksana Senior LPEI selama 5 tahun (2009-2014). Setahun kemudian, tepatnya 24 Maret 2015, pria yang suka fotografi dan melukis ini diangkat sebagai Direktur Utama dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Yudha Bhakti, Tbk.

Sampai kapan mau menjadi bankir? “Saya ingin membawa BYB cukup strong untuk tinggal landas, untuk nanti yang muda di jajaran manajemen menggantikan saya. Nah, setelah itu saya kepingin mundur dari manajemen. Mungkin jadi komisaris saja, atau menjadi konsultan, memberi kuliah ke mahasiswa, atau menjadi pembicara,” tandas bapak tiga anak dan satu cucu ini.

 
 
 
 
 
Previous Post

Momentum Instrumen Investasi Syariah

Next Post

5 Mobil Listrik Terbaik Dunia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Modal Asing Masuk US$ 8,5 Miliar di Q2 2026, BI Pastikan Cadangan Devisa Tetap Tebal

Srikandi di Benteng Finansial: Saat Kepemimpinan Intuisi dan Presisi Menjaga Marwah Otoritas

by Sandy Romualdus
10 Agustus 2026 - 20:17

Rupiah melonjak ke level Rp17.753 per dolar AS usai Surpres Gubernur BI diserahkan. Simak analisis lengkap rekam jejak Destry Damayanti...

Dari LPPI ke Malta: Siasat CEO Prospero Taklukkan Monopoli GRC Global

Dari LPPI ke Malta: Siasat CEO Prospero Taklukkan Monopoli GRC Global

by Sandy Romualdus
3 Juni 2026 - 22:47

Stabilitas.id – Panggung Global Startup Awards (GSA) 2026 di Valletta, Malta, pada 7–8 Mei 2026 menjadi saksi runtuhnya dominasi barat...

Dari AO Jadi Dirut, Kindaris Resmi Pimpin PNM Gantikan Arief Mulyadi

Dari AO Jadi Dirut, Kindaris Resmi Pimpin PNM Gantikan Arief Mulyadi

by Stella Gracia
12 Mei 2026 - 14:14

Stabilitas.id – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) resmi mengumumkan nakhoda baru untuk memimpin perusahaan pembiayaan ultra mikro tersebut. Kindaris ditunjuk...

Reni Wulandari, Direktur Operasi Perempuan Pertama SIG: Dobrak Bias Gender di Industri Semen

Reni Wulandari, Direktur Operasi Perempuan Pertama SIG: Dobrak Bias Gender di Industri Semen

by Stella Gracia
21 April 2026 - 18:54

Stabilitas.id – Industri semen yang selama ini identik dengan dominasi laki-laki kini memiliki wajah baru dalam kepemimpinannya. Reni Wulandari, seorang...

Obituari Michael Bambang Hartono: Berpulangnya Sang Arsitek Diversifikasi Bisnis Djarum

Obituari Michael Bambang Hartono: Berpulangnya Sang Arsitek Diversifikasi Bisnis Djarum

by Stella Gracia
21 Maret 2026 - 16:49

Stabilitas.id – Dunia usaha Indonesia berduka. Michael Bambang Hartono, salah satu pilar utama di balik imperium bisnis Djarum Group dan...

Friderica Widyasari Dewi: Menjaga Marwah Otoritas dengan Intuisi dan Presisi

Friderica Widyasari Dewi: Menjaga Marwah Otoritas dengan Intuisi dan Presisi

by Sandy Romualdus
12 Maret 2026 - 00:05

Stabilitas.id - Sejarah sering kali ditulis melalui langkah-langkah sunyi yang konsisten sebelum akhirnya meledak dalam sebuah panggung besar. Di lantai...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
CIMB Niaga Gunakan Sistem Core Banking Baru

CIMB Group divestasikan 51% sahamnya di PT CIMB Sun Life

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance