• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Kamis, September 17, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Info Otoritas

Paradox Likuiditas dan Misi “Sinergi Merah Putih” Destry Damayanti 

oleh Sandy Romualdus
26 Agustus 2026 - 20:09
43
Dilihat
Paradox Likuiditas dan Misi “Sinergi Merah Putih” Destry Damayanti 
0
Bagikan
43
Dilihat

Di tengah limpahan dana Rp 2.548 triliun yang belum ditarik dunia usaha, Destry menawarkan jembatan integrasi antara stabilitas moneter dan mimpi besar Astacita.

Stabilitas.id — Ruang rapat Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (26/8/2026) petang terasa hening saat layar TV Parlemen memancarkan sorotan kamera ke arah Destry Damayanti. Di hadapan para wakil rakyat, Pejabat Gubernur Sementara sekaligus Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia itu tidak sekadar memaparkan lembar-lembar presentasi teknis. Ia membawa cermin besar yang memperlihatkan potret paradoksal perekonomian nasional saat ini.

  • Baca juga: Anomali Utang Luar Negeri: Saat Korporasi Menahan Diri, Asing Justru Guyur SBN Internasional

Di satu sisi, perbankan nasional tampak gagah dengan benteng likuiditas yang sangat tebal. Namun di sisi lain, mesin produksi sektor riil berputar tertahan. Sebuah angka fantastis meluncur dari pemaparannya: Rp 2.548 triliun.

Angka itu bukanlah nilai pinjaman yang macet, melainkan komitmen kredit yang telah disetujui bank tetapi belum juga ditarik oleh para debitur (undisbursed loan). Porsinya menembus 21 persen dari total plafon kredit nasional. Ibarat tangki bahan bakar yang terisi penuh, mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia belum menekan pedal gas secara maksimal.

BERITA TERKAIT

Anomali Utang Luar Negeri: Saat Korporasi Menahan Diri, Asing Justru Guyur SBN Internasional

Bantalan Suku Bunga Sudah Tebal, BI Diproyeksi Tahan Rem Moneter Pekan Depan

Benteng Devisa Menuju US$ 147,5 Miliar: Gubernur BI “Menagih” Kemenkeu di Senayan

Lelang SUN Rp32 Triliun, Panggung Pertaruhan Yield di Kuartal Ketiga

Teka-teki di Balik Kebekuan Sektor Riil

Tingginya angka kredit yang mengendap menjadi sinyal bahwa simpul persoalan ekonomi hari ini bukan lagi berpusat pada ketersediaan dana di bank. Likuiditas melimpah, tetapi keyakinan dunia usaha untuk berekspansi masih diselimuti awan keraguan.

Ragu akan daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, serta dinamika pasar yang masih menuntut sikap kehati-hatian. Tanpa kepastian permintaan domestik yang solid, para pengusaha memilih membiarkan fasilitas kredit mereka tetap tersimpan di atas kertas ketimbang mencairkannya menjadi pabrik baru, mesin tambahan, atau penyerapan tenaga kerja.

“Siklus ekonomi kita saat ini masih berada di bawah tingkat optimalnya. Pertumbuhan kredit masih dapat terus didorong, mengoptimalkan undisbursed loan yang saat ini mencapai Rp 2.548 triliun atau sekitar 21 persen dari plafon, serta upaya penguatan daya beli masyarakat,” ujar Destry dengan nada lugas.

Bagi Destry, mengalirkan dana Rp 2.548 triliun ke nadi perekonomian bukan sekadar tugas teknis perbankan, melainkan misi penyelamatan fungsi intermediasi. Dan titik tumpu percepatan itu, menurutnya, ada pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)—sektor akar rumput yang menjadi tulang punggung daya beli masyarakat bawah.

Merajut “Sinergi Merah Putih”

  • Baca juga: Bantalan Suku Bunga Sudah Tebal, BI Diproyeksi Tahan Rem Moneter Pekan Depan

Menyadari bahwa bank sentral tidak bisa menjadi “pahlawan tunggal” di tengah kompleksitas global dan domestik, Destry membawa narasi kepemimpinan yang inklusif: “Sinergi Merah Putih”.

Gagasan ini berakar pada kesadaran bahwa stabilitas harga dan nilai tukar tidak boleh berdiri mengisolasi diri dari target pertumbuhan nasional. Bank Indonesia dituntut untuk tidak hanya menjadi penjaga stabilitas yang kaku, tetapi juga penggerak roda pertumbuhan yang berkelanjutan.

Visi tersebut ditopang oleh tiga misi utama dan lima inisiatif strategis yang dirancangnya:

Tiga Misi Utama:

  • Menjaga stabilitas moneter sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi.
  • Berkontribusi aktif mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan inklusif.
  • Memperkuat kolaborasi lintas lembaga melalui keselarasan Sinergi Merah Putih.

Lima Inisiatif Strategis:

  • Penguatan Bauran Kebijakan: Memadukan instrumen moneter, makroprudensial, sistem pembayaran, serta pasar uang dan valuta asing secara harmonis.
  • Revitalisasi Lalu Lintas Devisa: Memperketat dan memfokuskan pengawasan devisa berbasis teknologi digital modern.
  • Pertumbuhan Ekonomi Inklusif: Membuka akses keuangan yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat.
  • Inovasi Digital dan Tata Kelola: Mengakselerasi transformasi digital kelembagaan bank sentral.
  • Harmonisasi dengan Astacita: Menyambungkan program kerja BI dengan agenda prioritas Pemerintah Prabowo-Gibran.

“Kami meyakini keberhasilan Bank Indonesia tidak ditentukan oleh kemampuan bekerja sendiri, melainkan kemampuan membangun Sinergi Merah Putih bersama seluruh pemangku kepentingan,” tegas Destry di hadapan anggota Komisi XI DPR RI.

Ujian Kepemimpinan di Menara Thamrin

Pemaparan Destry di Senayan memperlihatkan bagaimana kebijakan moneter kini semakin beririsan erat dengan agenda strategis nasional. Bauran kebijakan BI yang dirancangnya diproyeksikan berinteraksi langsung dengan pilar-pilar Astacita: mulai dari ketahanan pangan, hilirisasi dan industrialisasi, pengembangan SDM, hingga digitalisasi daerah.

  • Baca juga: Benteng Devisa Menuju US$ 147,5 Miliar: Gubernur BI "Menagih" Kemenkeu di Senayan

Sebagai calon tunggal yang diusulkan Presiden Prabowo Subianto, langkah Destry Damayanti menuju kursi tertinggi di Menara Thamrin kini tinggal menunggu restu formal dari DPR RI. Namun, ujian sesungguhnya baru dimulai setelah ketok palu persetujuan dibunyikan.

Mampukah “Sinergi Merah Putih” mencairkan kebekuan kredit Rp 2.548 triliun dan menggerakkan kembali mesin ekonomi Indonesia ke performa optimalnya? Jawabannya akan menentukan arah navigasi moneter Indonesia di tahun-tahun mendatang.***

Tags: Analisis Ekonomi IndonesiaAstacita Prabowo GibranBank Indonesiabauran kebijakan BICalon Gubernur BIDestry DamayantiFit and Proper Test Gubernur BIintermediasi perbankanKredit Belum DicairkanKredit Perbankan Rp 2.548 Triliunkredit UMKM IndonesiaLikuiditas Perbankan RIPertumbuhan Ekonomi IndonesiaSinergi Merah PutihUndisbursed Loan
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Kejar Tambahan Relaksasi GWM 2%, Perbankan Nasional Mulai Kaji Ulang Portofolio SBN dan SRBI

Selanjutnya

Ketika Ribuan “BOSS” Merajut Impian Finansial di Wealth Xpo 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Titik Balik Sang Petani Perempuan: Menyiasati Cuaca, Mengelola Permodalan

Resiliensi Akar Bambu: Strategi BI Ubah Ketahanan Finansial Jadi Mesin Pembiayaan

oleh Stella Gracia
15 September 2026 - 12:19

Bank Indonesia merilis Kajian Stabilitas Keuangan No. 47 dengan optimisme pertumbuhan kredit mencapai 12 persen. Melalui penguatan makroprudensial dan filosofi...

Estafet Mendadak di Lapangan Banteng: Suahasil Nazara Naik Kelas Pegang Kendali Fiskal

Estafet Mendadak di Lapangan Banteng: Suahasil Nazara Naik Kelas Pegang Kendali Fiskal

oleh Sandy Romualdus
14 September 2026 - 15:52

Presiden Prabowo Subianto merombak susunan kabinet dengan melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa per 14 September...

Kinerja SMF Semester I-2026: Laba Rp 391 Miliar, Pembiayaan Tembus Rp 14,09 Triliun, NPL Tetap 0%

Nakhoda Baru di Tubuh SMF: Manuver Purbaya Susun Ulang Barisan Direksi

oleh Stella Gracia
14 September 2026 - 14:47

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merombak susunan direksi PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) dengan mengangkat Budi Susanto sebagai Direktur Utama...

BRICS Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal, RI Dorong Konektivitas Pembayaran Lintas Negara

BRICS Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal, RI Dorong Konektivitas Pembayaran Lintas Negara

oleh Stella Gracia
11 September 2026 - 19:31

Bank Indonesia bersama negara anggota BRICS menyepakati penguatan transaksi mata uang lokal (LCT) dan konektivitas pembayaran lintas negara dalam pertemuan...

Resiliensi Perbankan Kuat, Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Indeks Persepsi Risiko Terjaga di Level 57, Perbankan Nasional Waspadai Efek Suku Bunga Global

oleh Stella Gracia
10 September 2026 - 21:11

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat optimisme perbankan terjaga pada triwulan III-2026, tercermin dari Indeks Orientasi Bisnis Perbankan di level 56....

Sarjito Resmi Dilantik Jadi KE Pengawas BMKS, Bidik Status Price Maker Komoditas Global

Sarjito Resmi Dilantik Jadi KE Pengawas BMKS, Bidik Status Price Maker Komoditas Global

oleh Stella Gracia
10 September 2026 - 09:31

Sarjito resmi dilantik sebagai Kepala Eksekutif Pengawas BMKS OJK. OJK menargetkan bursa mineral beroperasi penuh pada 1 Januari 2027 guna...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Duta Literasi Keuangan, OJK Integrasikan Kecakapan Finansial ke Dasa Dharma Pramuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Desak Bank KBMI 1 Konsolidasi, Buka Opsi Merger Demi Penuhi Free Float 15%

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Bidik Rantai Ekonomi Umrah, Bank BSN Eksplorasi Ekosistem Digital Bersama JARDY Travel

Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

Agresivitas BNI Amankan Likuiditas: Deposito Meledak 63%, Laba Bersih Tembus Rp14,3 Triliun

Laju Terukur BCA: Tembus Laba Rp40 Triliun di Tengah Limpahan Dana Murah

Langkah Taktis di Ujung Tenggat: BRI Eksekusi Buyback Rp90,7 Triliun demi Bantalan Internal

Bom Waktu Rp240 Triliun: LPEM UI Peringatkan Ancaman Kopdes Merah Putih bagi APBN

Ujian Likuiditas Akhir Tahun, BRI Tuntaskan Seri C Sebelum Hadapi Obligasi Jumbo Rp2,35 Triliun

Anomali Utang Luar Negeri: Saat Korporasi Menahan Diri, Asing Justru Guyur SBN Internasional

Geliat Gen Z Menabung Haji: Tambang Dana Murah Triliunan Rupiah bagi BSI

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Ketika Ribuan “BOSS” Merajut Impian Finansial di Wealth Xpo 2026

Ketika Ribuan "BOSS" Merajut Impian Finansial di Wealth Xpo 2026

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance