• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Asuransi

Peluang di Tengah Tantangan

by Sandy Romualdus
14 November 2011 - 00:00
18
VIEWS
Peluang di Tengah Tantangan
0
SHARES
18
VIEWS

Penetrasi asuransi yang masih minim di tengah besarnya potensi pasar merupakan tantangan sekaligus peluang bagi pelaku industri asuransi. Beberapa perusahaan asuransi mulai melebarkan sayap dengan membuka asuransi umum yang sebelumnya tidak dimilikinya.

 

  • Baca juga: Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

Oleh: Romualdus San Udika

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

 

Dahulu dikisahkan, ada seorang sales sepatu pabrikan ternama yang ditempatkan di salah satu negara di Afrika. Teman-teman dan kolega mencemoohnya dan mengatakan kariernya akan hancur mengingat banyak penduduk di negara itu yang biasa tidak bersepatu. Namun dia menolak semua cemoohan itu. Menurut dia, masih banyaknya penduduk yang tidak bersepatu di Afrika justru menjadi peluang dirinya untuk menjual sepatu lebih banyak.

Kisah inspiratif itu membuka tabir mengenai tipisnya perbedaan antara peluang dan hambatan. Bisa jadi yang dikatakan orang sebagai sebuah halangan dalam berbisnis justru sejatinya adalah peluang besar.

Kondisi yang mirip dengan bisnis sepatu di Afrika, terpampang jelas pada bisnis asuransi di Indonesia. Dengan jumlah penduduk mencapai 237,56 juta jiwa, jumlah polis asuransi yang beradar hanya 16,75 juta. Berarti, perbandingan polis asuransi per populasi cuma 0,07. Fakta itu cukup kontras jika membandingkannya dengan dua negara jiran Malaysia dan Singapura yang angkanya masing-masing sudah mencapai 0,44 dan 2,31.

Dengan memperhitungkan pertumbuhan industri selama satu dekade terakhir pun angka pemegang polis itu di Indonesia masih terbilang minim, apalagi jika dikaitkan dengan jumlah premi asuransi. Pada 2005, misalnya,

premi asuransi jiwa mencapai Rp 22,29 triliun, tapi pemegang polis individu hanya 5,12 juta. Tahun silam, ketika premi asuransi jiwa mencapai Rp 74,64 triliun, pemegang polis individu cuma 8,88 juta. Artinya peningkatan premi yang nyaris empat kali lipat hanya diikuti oleh pertambahan polis tak sampai dua kali lipatnya.

Sementara itu, jika melihat pertumbuhan bisnis, industri asuransi sebenarnya sangat prospektif. Tahun lalu saja, aset asuransi jiwa, umum, dan reasuransi mencapai Rp229,20 triliun, naik 26 persen dibanding tahun sebelumnya Rp 181,80 triliun. Adapun pendapatan premi meningkat 20,2 persen menjadi Rp 104,27 triliun. Hasil investasi juga tumbuh 9,29 persen menjadi Rp 25,11 triliun, sedangkan laba bersih melonjak 22,29 persen menjadi Rp 8,89 triliun.

Tetapi memang, sekali lagi, pencapaian kinerja industri asuransi belum seberapa dibandingkan produk domestik bruto (PDB) negeri ini. Kontribusi sektor asuransi terhadap PDB baru sekitar 1,9 persen. Perbandingan jumlah premi per kapita (insurance density) di Indonesia juga masih rendah. Setiap penduduk Indonesia rata-rata hanya mengeluarkan dana sekitar Rp 448 ribu untuk membayar premi asuransi.

Besarnya potensi yang dibarengi oleh kinerja yang belum optimal inilah yang mendorong perusahaan-perusahaan untuk memandang kondisi itu dengan cara berbeda. Misalnya PT Avrist Assurance (Avrist). Perusahaan yang selama ini bergelut di asuransi jiwa, akhir September 2011 lalu menghadirkan asuransi umum dengan nama PT Avrist General Insurance. Ekspansi itu dilakukan demi menggarap peluang besar pasar asuransi yang ada di dalam negeri. “Avrist general Insurance didirikan untuk mewujudkan satu polis Avrist dalam setiap rumah tangga di Indonesia,” ujar Vice President Director Avrist, Adi Purnomo Wijaya.

Bahkan, menegaskan hingga akhir 2011, Avrist General Insurance menargetkan perolehan premi Rp2 miliar dan pada tahun 2012 membidik target premi Rp 20 miliar. Sebagai tahap awal, perusahaan yang tadinya bernama asuransi AIA fokus mengembangkan pasar asuransi sektor retail dan SME (Small Medium Enterprise). Untuk itu, perusahan asuransi yang juga dimiliki oleh investor Jerman ini akan mengoptimalkan saluran distribusi pemasaran melalui agensi, broker dan mitra strategis lainnya. seperti perbankan dan lembaga keuangan non bank lainnya.

  • Baca juga: Perkuat Lini Bancassurance, IFG Life Bidik Basis Nasabah Bank Sulselbar

Langkah yang sama juga dilakukan oleh PT Axa Mandiri. Ke depan, perusahaan patungan antara PT Bank Mandiri Tbk dengan AXA Financial tersebut juga akan menghadirkan layanan asuransi umum dengan membidik pasar yang selama ini telah menjadi bagian dari layanan Bank Mandiri seperti nasabah KPR dan multifinance Bank Mandiri.

Asuransi Jepang

Tak hanya pemain lokal yang berminat memperluas pasar asuransi umum, beberapa perusahaan asuransi umum Jepang juga mengincar pangsa pasar bisnis proteksi asuransi umum di Indonesia. Salah satunya adalah The Non-Life Insurance Institute of Japan. Sebagaimana dikatakan oleh Presiden Director Fudej I Hama, pangsa pasar industri asuransi di Indonesia masih sangat besar jika dibandingkan dengan Jepang, sebaliknya, penetrasi asuransi justru masih kecil.

Hal itu berbeda dengan situasi di Jepang di mana pertumbuhan industri asuransi cenderung stagnan dengan angka penterasi yang tinggi. “Jumlah penduduk Indonesia sangat banyak. Selain itu, meskipun penetrasi bisnis asuransi masih kecil, akan tetapi trennya naik. Ini adalah pangsa pasar yang menarik,” ujar dia.

Saat ini grafik pertumbuhan premi perusahaan asuransi di Jepang cenderung turun dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu terutama terlihat jelas sejak deregulasi pada 1996. Sebelum deregulasi pada 1996, pertumbuhan premi perusahaan asuransi justru menunjukkan grafik meningkat.

Oleh karena itu, potensi bisnis yang besar di Indonesialah yang mendorong perusahaan asuransi Jepang untuk mengembangkan pangsa pasar. Apalagi dengan potensi pertumbuhan ekonomi dan pendapatan domestik bruto yang tinggi, Indonesia menjadi pasar yang menarik dan atraktif, kata Fudej I Hama.

Sementara Yasushi Kuriyama, Direktur Pelaksana Asosiasi Asuransi Umum Jepang (The General Insurance Association of Japan), mengatakan perusahaan asuransi Jepang tidak akan masuk ke dalam pasar Indonesia sebagai perusahaan mandiri.

Dia mengatakan perusahaan asuransi Jepang masuk melalui skema merger atau joint venture. Dia menyebutkan sebanyak lima besar perusahaan asuransi umum di Jepang yang telah masuk ke pasar di dalam negeri antara lain Tokio Merine, Nipponkoa, Sompo Japan, Mitsui Sumitomo Metlife, dan Aioi Life.

Mitsutaka Sato, Presiden Direktur PT Asuransi Tokio Marine Indonesia, mengatakan pihaknya akan mengembangkan bisnis dengan meningkatkan kontribusi dari segmen pasar nasabah lokal (penduduk Indonesia). Segmen pasar nasabah lokal saat ini memberikan kontribusi sebesar 50 persen terhadap keseluruhan perolehan premi bruto (gross written premi/GWP). Angka tersebut hampir sama dengan kontribusi yang berasal dari nasabah asal Jepang yang tinggal di Indonesia.

Mitsutaka menambahkan, dalam lima tahun ke depan pihaknya akan meningkatkan porsi nasabah lokal menjadi 60 persen, sementara 40 persen sisanya adalah dari nasabah Jepang. Hingga Agustus 2011, Tokio Marine Indonesia mencatatkan perolehan GWP sebesar 30 juta dollar AS, atau 40 persen dari target tahun ini sebesar 75 juta dollar AS.

Tentu saja dengan semakin tingginya minat asing untuk masuk ke pasar dalam negeri, persoalan rivalitas tidak bisa dihindari. Apalagi setelah dibolehkan memiliki saham lebih dari 80 persen di sektor asuransi, perusahaan asing yang kaya modal dan teknologi, punya jaringan luas dan SDM berkualitas, bakal mendominasi industri asuransi nasional. Bahkan, sekitar 80 persen premi asuransi jiwa telah dikuasai perusahaan asing dan patungan.

  • Baca juga: Apresiasi Inovasi Digital dan Kepatuhan PSAK 117: Media Asuransi Ganjar 82 Korporasi dan 31 CFO Terbaik

Untuk itu, diharapkan berbagai persoalan yang dihadapi industri asuransi nasional dapat segera diselesaikan, satu per satu, tuntas, tanpa mencederai hakikat bisnis asuransi itu sendiri. Para pemangku kepentingan, terutama pemerintah dan pelaku bisnis asuransi, harus memiliki visi yang sama bahwa industri asuransi adalah aset nasional yang harus dirawat, dijaga, dan didorong agar memberikan akselerasi yang optimal bagi perekonomian di dalam negeri, mengingat kontribusi sektor asuransi terhadap PDB masih sangat minim, baru sekitar 1,9 persen. SP

 

 
 
 
 
 
Previous Post

Spirit Sejati Social Entrepreneur

Next Post

Mantra Penjinak “Hantu” Pelabuhan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

by Sandy Romualdus
17 Oktober 2026 - 00:22

LPS menargetkan aktivasi Program Penjaminan Polis asuransi berlaku mulai Juli 2027 dengan menerapkan skema pendaftaran bertahap dan seleksi kesehatan modal....

Perkuat Lini Bancassurance, IFG Life Bidik Basis Nasabah Bank Sulselbar

Perkuat Lini Bancassurance, IFG Life Bidik Basis Nasabah Bank Sulselbar

by Stella Gracia
8 Oktober 2026 - 11:50

IFG Life gandeng Bank Sulselbar perkuat bisnis bancassurance. Sinergi hadirkan proteksi asuransi jiwa terpadu bagi debitur di Sulsel dan Sulbar....

Apresiasi Inovasi Digital dan Kepatuhan PSAK 117: Media Asuransi Ganjar 82 Korporasi dan 31 CFO Terbaik

Apresiasi Inovasi Digital dan Kepatuhan PSAK 117: Media Asuransi Ganjar 82 Korporasi dan 31 CFO Terbaik

by Sandy Romualdus
6 Oktober 2026 - 23:47

Media Asuransi menggelar Top Digital Financial Award dan CFO Award 2026 bagi 82 perusahaan keuangan dan 31 direktur keuangan berprestasi....

Kawal Disrupsi AI di Asuransi Jiwa: AAJI Gelar Program Eksekutif ‘Future by Design’ bagi Para CEO

Kawal Disrupsi AI di Asuransi Jiwa: AAJI Gelar Program Eksekutif ‘Future by Design’ bagi Para CEO

by Stella Gracia
6 Oktober 2026 - 13:10

AAJI menyelenggarakan program eksekutif Future by Design bagi CEO asuransi jiwa guna mematangkan adopsi AI berprinsip human-in-the-loop. Stabilitas.id - Asosiasi Asuransi...

Sabet Empat Penghargaan hingga Juli 2026, BRI Life Perkuat Transformasi Digital dan GCG

Sabet Dua Penghargaan ICCA: BRI Life Pacu Inovasi Digital dan Layanan Nasabah

by Sandy Romualdus
30 September 2026 - 13:43

BRI Life meraih dua penghargaan Silver kategori Customer Experience dan Digital Innovation pada ajang The Best Contact Center Indonesia 2026....

Konflik Keluarga dan Pajak Hantui Warisan, Riset Sun Life Ungkap Urgensi Penasihat Finansial Profesional

Konflik Keluarga dan Pajak Hantui Warisan, Riset Sun Life Ungkap Urgensi Penasihat Finansial Profesional

by Stella Gracia
28 September 2026 - 12:14

Riset Sun Life Asia mengungkap 70 persen keluarga cemas aset tergerus akibat minimnya kesiapan ahli waris mengelola kekayaan lintas generasi....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Ketika Risiko Harus Dikelola

Ketika Risiko Harus Dikelola

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance