• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Kamis, Agustus 13, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Pemerintah Ajak Dunia Usaha Melihat Peluang Perdagangan Global

oleh Stella Gracia
15 Mei 2020 - 12:22
7
Dilihat
Hadapi Tantangan Global, Wamendag Dorong Kerja Sama Pemerintah dan Swasta
0
Bagikan
7
Dilihat

JAKARTA, Stabilitas — Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengajak dunia usaha tetap optimis melihat peluang perdagangan di pasar dunia di tengah darurat pandemi COVID-19. Hal itu ditekankan Wamendag Jerry saat pertemuan virtual Jakarta CMO Club dengan tema “Business Wisdom During COVID-19 Era” di Jakarta.

“Tidak ada satu negara pun yang tidak mengalami kesulitan di tengah pandemi ini. Namun, kita tetap harus siap menghadapi situasi sulit ini sehingga kita memiliki kesempatan yang sama untuk bangkit dan melewati masa krisis. Kemampuan beradaptasi dengan “the new normal” dan kejelian melihat peluang di tengah pandemi adalah semangat yang harus kita bangun bersama, kita sebarkan dan terus kita jaga agar perdagangan Indonesia kembali pulih dengan cepat,” kata Wamendag Jerry.

  • Baca juga: Kemenkeu: 91 Persen Pembiayaan Investasi 2027 Bergantung pada Sektor Swasta

Menurut Wamendag, status pandemi COVID-19 yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak 12 Maret 2020 telah berdampak pada berbagai sektor, tidak terkecuali sektor perdagangan. Perdagangan memasuki fase yang berat sejak kuartal pertama 2020, di mana bisnis tidak lagi dapat berjalan normal karena ketidakpastian global dan nasional yang terjadi saat ini. IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia pada 2020 akan tumbuh negatif 3 persen. Penurunan pertumbuhan ekonomi ini akan dirasakan paling dalam oleh negara-negara maju dibandingkan dengan negara-negara berkembang. Perdagangan dunia pada 2020 juga diperkirakan akan turun tajam menjadi negatif 11 persen dari 0,9 persen pada 2019.

BERITA TERKAIT

Tembus Rp1.211 Triliun, BRI Bersama Danantara Perkuat Ekosistem Pembiayaan UMKM Nasional

Kemenkeu: 91 Persen Pembiayaan Investasi 2027 Bergantung pada Sektor Swasta

Meringankan Beban 14 Juta Ibu-Ibu Prasejahtera, Bunga Pembiayaan PNM Mekaar Anjlok dari 20% ke 8%

Dua Tokoh Danantara Indonesia Masuk Radar Calon Gubernur PFII

Dengan gambaran kinerja perdagangan global dan situasi Pandemi COVID-19 saat ini, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 diperkirakan akan jauh lebih rendah dari target APBN 2020, dengan dua skenario, yaitu buruk dengan tumbuh 2,3 persen dan terburuk atau tumbuh negatif 0,4 persen, meskipun IMF memprediksi sedikit lebih baik, yang pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 0,5 persen. Namun demikian, pada Januari—Maret 2020, neraca perdagangan Indonesia sebenarnya mulai membaik dan mengalami surplus sebesar USD 2,6 miliar yang terdiri dari surplus neraca nonmigas sebesar USD 5,7 miliar dan defisit neraca migas USD 3,0 miliar.

Ekspor Indonesia juga tercatat sebesar USD 41,8 miliar atau naik 2,91 persen dibandingkan Januari-Maret 2019. Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang masih menjadi negara utama tujuan ekspor nonmigas Indonesia dengan pangsa masing-masing sebesar 15,1 persen, 12,2 persen dan 8,7 persen terhadap ekspor non migas periode Januari-Maret 2020. Namun, yang perlu juga kita cermati pada masa pandemi ini, ekspor nonmigas justru tumbuh signifikan ke Singapura yaitu naik 35,4 persen dan Italia naik 22,5 persen. 

Dari sisi produk, beberapa produk utama ekspor yang mengalami peningkatan tertinggi pada Januari— Maret 2020 (YoY) antara lain pakaian jadi bukan rajutan naik 84,2 peren, kendaraan dan bagiannya naik 36,2 persen; produk tekstil jadi lainnya naik 15,0 persen; CPO & Turunannya naik 10,3 persen, serta elektronik naik 1,9 persen.

  • Baca juga: Meringankan Beban 14 Juta Ibu-Ibu Prasejahtera, Bunga Pembiayaan PNM Mekaar Anjlok dari 20% ke 8%

“Kita bisa memanfaatkan peluang pertumbuhan ekspor beberapa produk ini, namun tetap harus waspada akan kemungkinan penurunan ekspor andalan seperti CPO dan batubara, terutama ke India karena upaya self reliant. Keinginan menjadi negara mandiri melalui pemenuhan kebutuhan oleh industri di dalam negeri ini diprediksi akan banyak terjadi di beberapa negara lain di tengah pandemi,” ujar Jerry.

Wamendag Jerry juga mengungkapkan, selama masa pandemi COVID-19, para perwakilan perdagangan RI seperti Atase Perdagangan, Indonesia Trade Promotion Center (ITPC), serta Kantor Dagang dan Ekonomi (KDEI) yang tersebar di 33 negara juga mengalami kesulitan untuk melakukan pameran dan mengumpulkan para buyer. Pembatasan sosial maupun lockdown yang diberlakukan di hampir seluruh negara telah membuat upaya menjalin kerja sama perdagangan tidak berjalan efektif. Beberapa pameran berskala nasional dan internasional juga dibatalkan sebagai akibat dari pandemi COVID-19. Namun, semua itu tidak boleh menjadi alasan untuk tidak memanfaatkan peluang untuk mendorong ekspor Indonesia.

Wamendag Jerry meyakini bahwa dalam situasi krisis biasanya meninggalkan pembelajaran. Beberapa catatan penting dari Pandemi COVID-19 bagi perdagangan global, pertama, perubahan pola perdagangan global. Pandemi COVID-19 telah menunjukkan terganggunya supply dan demand dari berbagai bahan baku karena basis produksi di Tiongkok yang terganggu. Hal ini menjadi pelajaran untuk banyak negara termasuk Indonesia agar tidak menempatkan basis produksi terpusat atau bergantung di satu tempat dan akan lebih baik jika banyak negara terhubung dalam rantai pasok global untuk menjaga keberlangsungan pasokan.

Situasi ini sekaligus menjadi peluang relokasi dari beberapa perusahaan multinasional yang ada di Tiongkok ke negara lain termasuk Indonesia pasca COVID-19. Kedua, pentingnya kerja sama global. Sebuah pandemi tentu tidak bisa dihadapi sendiri. Oleh karena itu, Indonesia bersama negara-negara G20 dalam pertemuan secara virtual pada Maret 2020 lalu telah sepakat untuk membentuk front bersama guna mengatasi COVID-19 sebagai common threat. Negara-negara G20 sepakat untuk menjamin pertukaran lintas negara yang lancar bagi obat-obatan dan perlengkapan kesehatan, produk utama pertanian, serta barang dan jasa esensial lainnya; menjamin ketersediaannya dalam harga terjangkau; dan mendorong penambahan produksi melalui pemberian insentif dan memfasilitasi investasi di sektor terkait.

  • Baca juga: Dua Tokoh Danantara Indonesia Masuk Radar Calon Gubernur PFII

Komitmen ini menjadi sangat penting, karena di sisi lain pandemi juga telah membuat negara-negara mulai memproteksi perdagangannya.

“Saya percaya, kita semua selalu optimis memandang masa depan Indonesia. Mari kita bergotongroyong dalam menjaga roda perdagangan agar tetap bergerak di tengah pandemi COVID-19,” pungkas Wamendag Jerry.

 
 
 
 
 
Sebelumnya

Bank DBS Gandeng Kemenkomarves Beri Bantuan Alkes

Selanjutnya

Pegawai Kominfo Sumbang 2.250 Rapid Test Kit dan APD untuk 11 RS

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Kemenkeu: 91 Persen Pembiayaan Investasi 2027 Bergantung pada Sektor Swasta

Kemenkeu: 91 Persen Pembiayaan Investasi 2027 Bergantung pada Sektor Swasta

oleh Stella Gracia
12 Agustus 2026 - 16:03

Wamenkeu Juda Agung sebut kebutuhan investasi 2027 capai Rp8.705 T, sementara APBN hanya mampu Rp459 T. Sektor swasta & pasar...

Meringankan Beban 14 Juta Ibu-Ibu Prasejahtera, Bunga Pembiayaan PNM Mekaar Anjlok dari 20% ke 8%

Meringankan Beban 14 Juta Ibu-Ibu Prasejahtera, Bunga Pembiayaan PNM Mekaar Anjlok dari 20% ke 8%

oleh Stella Gracia
12 Agustus 2026 - 16:03

Bunga PNM Mekaar dipangkas drastis dari rata-rata 20% jadi 8% mulai September 2026. Kebijakan arahan Presiden Prabowo ini sasar 14...

Dua Tokoh Danantara Indonesia Masuk Radar Calon Gubernur PFII

Dua Tokoh Danantara Indonesia Masuk Radar Calon Gubernur PFII

oleh Sandy Romualdus
12 Agustus 2026 - 15:29

Muliaman Hadad dan Pahala Mansury mengemuka sebagai calon kuat Gubernur Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Pemerintah finalisasi struktur & lokasi....

Mahkamah Agung Koreksi Nilai Kerugian Keuangan Negara Kasus Tata Niaga Timah

Mahkamah Agung Koreksi Nilai Kerugian Keuangan Negara Kasus Tata Niaga Timah

oleh Sandy Romualdus
12 Agustus 2026 - 15:12

MA pangkas angka kerugian negara kasus korupsi timah dari Rp300 triliun jadi Rp28,93 triliun. Kerugian lingkungan Rp271 triliun dipisah ke...

Pacu Daya Beli, Menkeu Purbaya Sebut Presiden Bakal Umumkan Paket Stimulus Baru

Suntik Pemda Rp20,5 Triliun, Menkeu Purbaya Pastikan Pembayaran Gaji PPPK Aman

oleh Sandy Romualdus
12 Agustus 2026 - 15:06

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa cairkan Rp20,5 triliun untuk 490 pemda. Dana ditujukan bayar gaji PPPK sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto....

Gandeng Travel Umrah, CIMB Niaga Syariah Tebar Cashback Rp1,5 Juta dan Solusi Transaksi di Arab Saudi

Dominasi 80% Permintaan, Interior Modern Minimalis Kian Digandrungi Pemilik Hunian

oleh Stella Gracia
12 Agustus 2026 - 14:51

Gaya modern minimalis dominasi 80% permintaan interior di Pinhome. CEO Dayu Dara Permata ungkap peluncuran layanan Pinhome Interior dan Renovasi....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Keras Dan Menghantam

    Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tekanan Geopolitik Membayangi, Sinergi Fiskal-Moneter Jadi Kunci Stabilitas Sektor Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bidik US$ 1 Miliar, Pemerintah Terbitkan Panda Bonds Berperingkat AAA di Pasar China Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kemenkeu Monitor 490 Daerah Tertekan Fiskal, Siapkan Suntikan Dana Belanja Pegawai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Persaingan Asuransi Makin Ketat, Ini Daftar Market Leaders 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Outflow Asing Mereda Jadi Rp 4,1 Triliun, Kinerja Index MSCI Indonesia Melesat 12,5% di Juli 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tembus Rp1.211 Triliun, BRI Bersama Danantara Perkuat Ekosistem Pembiayaan UMKM Nasional

Kemenkeu: 91 Persen Pembiayaan Investasi 2027 Bergantung pada Sektor Swasta

Meringankan Beban 14 Juta Ibu-Ibu Prasejahtera, Bunga Pembiayaan PNM Mekaar Anjlok dari 20% ke 8%

Dua Tokoh Danantara Indonesia Masuk Radar Calon Gubernur PFII

Imbas Penurunan Keyakinan Konsumen dan Eskalasi Iran-AS, Kurs Rupiah Kembali Anjlok

Mahkamah Agung Koreksi Nilai Kerugian Keuangan Negara Kasus Tata Niaga Timah

Suntik Pemda Rp20,5 Triliun, Menkeu Purbaya Pastikan Pembayaran Gaji PPPK Aman

Serangan Cloud Melonjak 171%, CrowdStrike Peringatkan Risiko Integrasi AI di Perusahaan

Dominasi 80% Permintaan, Interior Modern Minimalis Kian Digandrungi Pemilik Hunian

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Pegawai Kominfo Sumbang 2.250 Rapid Test Kit dan APD untuk 11 RS

Pegawai Kominfo Sumbang 2.250 Rapid Test Kit dan APD untuk 11 RS

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance