JAKARTA, Stabilitas – Startupbootcamp FinTech mengadakan pitstop FastTrack di Jakarta (5/2) bersama mitranya, CIMB Niaga. Acara ini menarik perhatian pemilik usaha rintisan di sektor pembayaran, wealth management, cryptocurrency dan pasar modal. Selama sehari dalam kegiatan tersebut perusahaan inovatif yang baru mulai dibentuk mendapat kesempatan untuk memperoleh masukan dari para pakar dan berkenalan dengan para pihak di industri terkait.Usaha rintisan yang lolos seleksi diberi bimbingan oleh mentor internasional di bawah arahan Manajemen CIMB Niaga dan mitra Startupbootcamp. Satu perusahaan rintisan mendapat umpan balik berharga dari satu mentor.
Startupbootcamp FinTech adalah program percepatan inovasi keuangan terkemuka dunia yang khusus membantu pemilik usaha rintisan untuk mendunia. Mereka dapat berhubungan langsung dengan mitra maupun investor, dan memperoleh bantuan dari jaringan pembimbing dari berbagai negara. Aplikasi yang masuk pada program perdananya di Singapura mencapai 300 lebih, dan para peserta tengah mengikuti perjalanan FastTrack keliling 16 lokasi di seluruh kawasan Asia-Pasifik.
Belum lama ini Startupbootcamp FinTech mengajak CIMB menjadi mitranya untuk membantu usaha rintisan FinTech di negara-negara ASEAN, dan Indonesia pun terpilih menjadi salah satu lokasi persinggahan FastTrack Tour yang mereka adakan bersama bank regional mitranya.
BERITA TERKAIT
“Senang bisa kembali hadir di sini dalam kegiatan FastTrack di Jakarta. Ada banyak wirausahawan yang handaldi Indonesia, dan negara ini pasar yang bagus untuk perusahaan rintisan. Kami berharap bisa bertemu dengan wirausahawan di sini dan akan mencari tahu bantuan apa yang bisa kami berikan agar usaha mereka tersebut dapat berkembang. Mudah-mudahan kami menemukan paling tidak satu usaha rintisan di sini untuk program kami pada tahun 2016!” ungkap Fiona Maguire, COO Startupbootcamp FinTech.
Melalui acara FastTrack akan diperoleh gambaran singkat apa manfaat program Startupbootcamp. Perusahaan rintisan bisa berhubungan dengan pembimbing papan atas, mendapat masukan dari perusahaan rintisan lain dan bertemu dengan tim Startupbootcamp FinTech. Para pakar dalam negeri di sektor industri keuangan, investasi dan wirausaha akan memberikan masukan tentang cara memperbaiki produk, model bisnis dan ketrampilan presentasi kepada masing-masing peserta. Perusahaan rintisan yang menjadi peserta kegiatan juga mendapat akses ke komunitas global Startupbootcamp FinTech. Tim yang potensinya paling menjanjikan akan diundang mengikuti program akselerator. Seusai tur FastTrack, Startupbootcamp FinTech akan menyeleksi 10 usaha rintisan, dan mereka dapat mengikuti program akselerator intensif FinTech 2016 selama tiga bulan di Singapura mulai April 2016 mendatang.
“Selama ini animo kami terkait inovasi di industri keuangan sangat besar. Kami terus berinovasi dan mengembangkan produk maupun layanan perbankan, termasuk mengembangkan bisnis perbankan digital supaya nilai tambahnya dapat dirasakan semua pihak yang berkepentingan. Pasar di Indonesia sangat dinamis. Tenaga berbakat dan menjanjikan banyak kita temui di sini, dan tidak henti-hentinya kita melihat kemunculan inovasi yang luar-biasa. Kami menyambut baik kemitraan dengan Startupbootcamp, dan akan berusaha sebaik mungkin membimbing usaha rintisan yang inovatif dan akan menghadirkan layanan perbankan yang belum ada sebelumnya,” kata Tigor M. Siahaan, Presiden Direktur CIMB Niaga.
Salah seorang pendiri Veryfund, Ibnu Ulinnuha, adalah salah satu pemilik usaha rintisan yang berpartisipasi dalam FastTrack. Katanya, “Selain untuk mendapat bimbingan untuk usaha yang tengah saya rintis, saya ikut FastTrack karena ada kesempatan berbincang-bincang dengan banyak eksekutif bank tentang Open Financial Exchange. Saya yakin sistem dalam program yang kami buat bukan hanya akan menguntungkan bank tapi juga komunitas pelayanan keuangan pada umumnya.”






.jpg)










