Stabilitas.id – Komitmen industri perbankan nasional dalam mengalirkan pembiayaan hijau (green financing) kian ekspansif. PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) resmi memimpin pembentukan pembiayaan sindikasi berbasis Sustainability-Linked Loan (SLL) senilai Rp4,7 triliun untuk grup properti premium, PT Plaza Indonesia Investama (PII) dan PT Plaza Indonesia Realty Tbk. (PLIN).
Dalam eksekusi kredit sindikasi jumbo ini, CIMB Niaga berkolaborasi dengan dua raksasa perbankan swasta lainnya, yakni PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA). Ketiga bank tersebut bertindak bersama sebagai Mandated Lead Arranger and Bookrunner (MLAB).
Khusus untuk CIMB Niaga, emiten bank swasta terbesar kedua di Indonesia ini juga memegang peranan sentral sebagai Sole Sustainability Coordinator, Agen Fasilitas, sekaligus Agen Jaminan.
Fasilitas dana segar tersebut akan dialokasikan oleh manajemen Plaza Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan korporasi, termasuk mendanai penyelesaian utang lama melalui skema pembiayaan ulang (refinancing).
Melalui skema SLL, struktur bunga atau insentif pembiayaan ini dikaitkan secara ketat dengan pencapaian target keberlanjutan (sustainability performance targets). Plaza Indonesia berkomitmen penuh untuk menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) operasionalnya, sekaligus mempertahankan sertifikasi bangunan hijau Greenship tingkat lanjut pada dua aset mahkotanya, yaitu Plaza Indonesia Shopping Center dan The Plaza Office Tower.
Direktur Plaza Indonesia Evy Tirtasudira menyampaikan, aspek keberlanjutan kini telah bergeser menjadi bagian integral yang tidak terpisahkan dari strategi pertumbuhan jangka panjang perseroan.
“Kami percaya bahwa pengembangan properti premium ke depan harus mampu menghadirkan keseimbangan antara kualitas, pengalaman pelanggan, dan tanggung jawab terhadap lingkungan,” jelas Evy dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/6/2026).
Sektor Real Estat Masuk Peta Jalan Dekarbonisasi
Head of Corporate Banking, Investment Banking Coverage & Loan Syndication CIMB Niaga Miranty Supardi mengemukakan, sektor real estat merupakan salah satu klaster prioritas dalam peta jalan Net Zero Emission (NZE) CIMB Group yang menargetkan pencapaian NZE penuh pada tahun 2050.
Manajemen BNGA menilai Plaza Indonesia telah memperlihatkan konsistensi yang sangat baik dalam mengadopsi inisiatif hijau pada operasional asetnya, mulai dari optimalisasi efisiensi energi bangunan, pengelolaan limbah lingkungan, hingga pemanfaatan energi terbarukan.
Langkah kolaboratif ini mempertegas peran aktif industri perbankan dalam memitigasi risiko perubahan iklim nasional, sekaligus menyelaraskan diri dengan target makro Pemerintah Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060 atau lebih cepat.***






.jpg)










