Jakarta – PT Bank Central Asia (Tbk) (BCA) memberikan promo Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dengan bunga kredit tetap atau fix rate sebesar 8 persen untuk jangka waktu 55 bulan. Adapun promo KPR berbunga murah ini diberikan dalam rangka memperingati HUT ke-55 BCA.
"Kita ada promo KPR berkaitan dengan ultah ke 55. Hal ini akan memberikan kepastian nantinya bagi pemegang KPR jadi kita kasih waktu selama 55 bulan fix rate dengan bunga 8 persen," tukas Presiden Direktur BCA Jahja Setiaadmadja di sela-sela acara HUT ke-55 BCA, di Jakarta, Selasa (21/2/2012).
Menurut Jahja, nasabah BCA tidak akan mendapatkan beban tambahan biaya dalam KPR BCA ke depan. Selain itu, nasabah juga tidak dikenakan pinalti jika mempercepat pembayaran angsuran KPR. "Jika nasabah dapat uang kaget dan ingin langsung membayarkan cicilan KPR, maka tidak akan dikenakan pinalti, seperti di bank-bank lain," ujarnya.
BERITA TERKAIT
Sementara keuntungan lain, kata Jahja, nasabah juga tidak dikenakan bunga berjalan atau floating rate, jika sudah jatuh tempo pembayaran. Selain itu, setelah tanggal jatuh tempo fix rated habis, nasabah tidak langsung mendapatkan bunga tinggi.
"Jadi misalkan kemarin dapat KPR bunga 7,5 persen selama 2 tahun nanti pas jatuh tempo atau sudah 2 tahun tidak akan kena variable rate. Nasabah bisa minta paket-paket lain yang bunganya tidak sampai double digit," katanya.
Jahja mengungkakan, sepanjang 2011, total KPR BCA mencapai Rp 28 triliun atau tumbuh Rp 10 triliun dibandingkan di 2010. "KPR tahun lalu Rp 28 triliun sudah tumbuh dari 18 triliun di 2010," ungkap Jahja. Dia menjelaskan, upaya perseroan meningkatkan pertumbuhan kredit KPR karena memiliki tingkat bunga yang lebih tinggi dibanding dengan penempatan dana di sertifikat Bank Indonesia (SBI). Ini akan meningkatkan nett income atau laba bersih perseroan.
"Kalau kita berhasil meningkatkan KPR, atau kredit lainnya, itu kan bunganya jauh di atas penempatan kita di SBI, maka disitu marginnya nambah, semoga itu bisa dipertahankanlah pertumbuhan NI kita bisa stabil, di atas 5 digit lah (net interest margin ya 5,7 an)," ujarnya.





.jpg)










