Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) akan meningkatkan kredit kendaraan bermotor (KKB), kredit korporasi, dan kredit consumer dengan target pertumbuhan masing-masing sektor sebesar 20 persen.
"Tahun lalu, kita mencapai pertumbuhan kredit di atas rata-rata pertumbuhan kredit perbankan lainnya yakni sebesar 31 persen. Tahun ini kita targetkan pertumbuhan kredit sebesar 20 persen," tukas Presiden Direktur BCA Jahja Setiaadmadja di sela-sela acara HUT ke-55 BCA, di Jakarta, Selasa (21/2/2012).
Direktur BCA Henry Koenaefi menambahkan, kredit KPR dan KKB berkontribusi besar pada pertumbuhan kredit perseroan. "Tahun ini KPR kita targetkan tumbuh Rp8 triliun-Rp9 triliun. Dari Rp28 triliun di tahun 2011 menjadi Rp36 triliun di tahun 2012. Untuk KKB sendiri, pertumbuhannya bisa mencapai Rp8 triliun," ungkap Henry.
BERITA TERKAIT
Lebih lanjut Jahja mengatakan, dari sisi profit, perseroan menargetkan pertumbuhan sebesar 20 persen. "Dari profit, kredit growth kita perkirakan 20 persen, dengan growth 20 persen modal kita cukup," ujarnya.
Untuk mendukung target kredit perseroan, BCA juga akan berpartisipasi pada program Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Perseroan akan masuk pada pembangunan infrastruktur bandara atau airport. "Banyak airport di Indonesia butuh perluasan. Nanti kita coba lihat kemungkinan itu," ungkap Jahja.
Menurut dia, perseroan telah masuk dalam proyek infrastruktur pelabuhan di Kalimantan. Untuk membangun pelabuhan itu, perseroan bekerja sama dengan PT Samudra Indonesia. "Setelah masuk ke pelabuhan di Kalimantan, lalu kita masuk ke airport," tandasnya.
Jahja mengaku telah menyiapkan sejumlah dana untuk disalurkan ke sejumlah proyek bandara. "Tapi terus terang kita belum ada kontak dengan mereka, namun dana sudah siap. Kita pikir ini salah satu yang memungkinkan untuk kita bisa ikut partisipasi," tandasnya.
Direktur BCA Dahlia Ariotedjo mengungkapkan, ada sejumlah proyek pembangunan bandara akan dimasuki. Selain itu, perseroan juga masuk dalam pembiayaan renovasi bandara. Namun, Dahlia enggan menyebutkan lokasi proyek bandara tersebut.
Yang pasti, kata Dahlia, perseroan akan menyalurkan kredit korporasi pada 4 perusahaan hingga kuartal 1 tahun ini. Nilainya mencapai Rp3 triliun. "Ada perusahaan sawit, dan lainnya. Ada 4 perusahaan. Hingga Februari ini, jumlah kredit yang disalurkan sebesar sekitar Rp1 triliun- Rp2 triliun. Hingga kuartal 1 jumlahnya mencapai Rp3 triliun," tuturnya.

















