OJK bersama Pemprov Sumatera Selatan menggelar Sultan Muda Fair 2026 untuk memperkuat literasi keuangan digital dan mencetak wirausaha muda di tengah lonjakan transaksi kripto.
Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus mempererat sinergi untuk mempercepat penetrasi literasi dan inklusi keuangan digital. Langkah ini difokuskan pada penguatan pemahaman Inovasi Keuangan Digital (IKD) yang aman, sekaligus memacu pertumbuhan ekosistem kewirausahaan di kalangan generasi muda.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui perhelatan Sultan Muda Fair 2026 bertajuk “Cakap Digital, Cerdas Finansial, dan Siap Berkarya” yang digelar di Kantor OJK Sumatera Selatan, Palembang, Senin (6/7).
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Adi Budiarso, memaparkan bahwa transformasi digital membuka keran akses keuangan yang masif bagi daerah. Kendati demikian, ekspansi teknologi ini wajib diimbangi dengan kecerdasan finansial yang matang dari masyarakat.
“Di era sekarang, tidak cukup hanya cakap menggunakan teknologi, kita juga harus cerdas mengelola keuangan dan siap berkarya serta berwirausaha,” ujar Adi dalam keterangan resmi, Senin (6/7).
Urgensi penguatan literasi keuangan bagi anak muda kian mendesak jika melihat dinamika pasar aset virtual domestik. OJK merilis data pertumbuhan industri kripto yang kini didominasi oleh kelompok usia muda.
Berikut adalah indikator statistik industri aset kripto di Indonesia berdasarkan data terbaru OJK:
| Indikator Finansial Aset Kripto | Capaian Kinerja Pasar | Periode Pencatatan Data |
| Jumlah Akun Konsumen |
22,4 Juta Akun |
Per Mei 2026 |
| Nilai Transaksi |
Mendekati Rp122 Triliun BERITA TERKAIT
|
Januari – Mei 2026 (5 Bulan) |
| Kontribusi Penerimaan Negara (Pajak) |
Rp2,06 Triliun
|
Mei 2022 – Mei 2026 |
100.000 Wirausaha Muda “Sultan Muda”
Di level regional, Pemprov Sumatera Selatan melihat digitalisasi sebagai peluang emas untuk mendongkrak kelas 600 ribu pelaku UMKM yang ada di wilayahnya. Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menegaskan bahwa Program 100.000 Sultan Muda merupakan langkah nyata, bukan sekadar komoditas wacana.
Sejak diluncurkan pada 16 Mei 2025, tercatat sudah ada 10.264 pengusaha muda yang bergabung dalam ekosistem digital ini. Untuk mengakselerasi pergerakan tersebut, OJK dan Pemprov meresmikan Sultan Muda Sumsel Center (SMSC) di Gedung OJK Sumsel sebagai pusat edukasi, kurasi, dan inkubasi usaha.
Program strategis ini juga diintegrasikan secara vertikal untuk mendukung Asta Cita Presiden RI, terutama dalam mencetak SDM unggul, meningkatkan produktivitas ekonomi kerakyatan, serta mempercepat transformasi digital nasional.
Kepala Kantor OJK Provinsi Sumatera Selatan, Arifin Susanto, menambahkan bahwa pihaknya menggandeng Kementerian Komunikasi dan Digital serta Bank Indonesia guna memastikan youngpreneur di Sumsel memiliki daya saing global.
Sultan Muda Fair 2026 yang diikuti oleh 500 peserta secara hybrid ini menelurkan sejumlah program insentif rill, antara lain:
-
Infrastruktur Branding: Penyaluran akun Canva Premium kepada 1.000 pengusaha muda dengan nilai total Rp1,14 miliar untuk menyokong kebutuhan pemasaran digital.
-
Akses Permodalan Formal: Pelaksanaan Soft Launching Kredit Sultan Muda sebagai instrumen perluasan pembiayaan murah bagi UMKM produktif pemula.
-
Edukasi & Inkubasi: Penyelenggaraan Youngpreneur Summit serta workshop kreatif berkala guna menjaga keberlanjutan bisnis arus bawah.***

















