• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Sabtu, Februari 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Bursa

Sektor Jasa Keuangan Tetap Resilien, Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

oleh Stella Gracia
4 Agustus 2025 - 16:32
5
Dilihat
Sektor Jasa Keuangan Tetap Resilien, Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional
0
Bagikan
5
Dilihat

JAKARTA, Stabilitas.id – Stabilitas sektor jasa keuangan (SJK) tetap terjaga di tengah dinamika global, sebagaimana disampaikan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 30 Juli 2025. Sektor jasa keuangan menunjukkan ketahanan yang kuat, menjadi pilar penting dalam mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.

International Monetary Fund (IMF) merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi global, termasuk Indonesia, untuk 2025 dan 2026. Peningkatan ini didorong oleh kinerja ekonomi semester I-2025 yang melebihi ekspektasi, penurunan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS), perbaikan likuiditas global, dan kebijakan fiskal yang akomodatif. Tensi perang dagang yang mereda, ditambah kesepakatan tarif AS dengan sejumlah negara mitra, turut mendukung tren positif indikator ekonomi global. Kinerja manufaktur dan perdagangan global meningkat, dengan pertumbuhan ekonomi AS dan Tiongkok pada kuartal II-2025 melampaui prediksi.

Di pasar keuangan global, investor menunjukkan sikap risk-on dengan volatilitas yang menurun, mendorong aliran modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia. Secara domestik, indikator permintaan tetap stabil dengan inflasi rendah dan pertumbuhan uang beredar yang meningkat. Sisi penawaran menunjukkan surplus neraca perdagangan yang konsisten dan cadangan devisa yang tinggi, meski PMI manufaktur masih di zona kontraksi. Kesepakatan tarif Indonesia-AS sebesar 19%, salah satu yang terendah di kawasan, meningkatkan daya saing Indonesia dibandingkan negara lain yang menghadapi tarif lebih tinggi.

BERITA TERKAIT

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Dirut BRI: Fundamental Industri Perbankan Solid, Akselerasi Kredit Butuh Penguatan dari Sisi Demand

Economic Outlook 2026: OJK Perkuat Ketahanan Finansial dan Dorong Ekosistem Bullion

Kinerja Pasar Modal dan Derivatif Keuangan

Pasar saham domestik menunjukkan performa positif. Per 31 Juli 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 7.484,34, menguat 5,71% secara year-to-date (ytd), meski pada 30 Juni 2025 sempat melemah 2,15% ytd di level 6.927,68. Sektor teknologi, infrastruktur, dan industri mencatat penguatan terbesar pada Juli 2025. Kapitalisasi pasar saham mencapai rekor tertinggi pada 29 Juli 2025 sebesar Rp13.701 triliun, dan ditutup pada Rp13.492 triliun di akhir bulan. Namun, investor non-residen mencatatkan net sell Rp8,34 triliun secara month-to-date (mtd) dan Rp61,91 triliun ytd.

Likuiditas pasar saham meningkat, dengan rata-rata nilai transaksi harian per Juli 2025 mencapai Rp13,42 triliun, lebih tinggi dibandingkan Rp13,29 triliun pada Juni 2025 dan Rp12,85 triliun pada 2024. Di pasar obligasi, indeks ICBI menguat 1,17% mtd ke level 418,84, dengan yield SBN rata-rata turun 10,82 bps mtd (41,10 bps ytd). Investor non-residen mencatatkan net buy Rp13,28 triliun mtd di pasar obligasi pemerintah dan Rp0,32 triliun mtd di obligasi korporasi.

Industri pengelolaan investasi juga menunjukkan pertumbuhan. Nilai Asset Under Management (AUM) per 31 Juli 2025 mencapai Rp856,62 triliun, naik 1,95% mtd dan 2,30% ytd. Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana tercatat Rp526,53 triliun, meningkat 3,21% mtd dan 5,46% ytd, dengan net subscription Rp14,43 triliun mtd. Penghimpunan dana di pasar modal tetap positif, dengan nilai penawaran umum Rp144,78 triliun, termasuk Rp8,49 triliun dari 16 emiten baru, dan 11 pipeline penawaran umum senilai Rp12,95 triliun.

Pasar derivatif keuangan mencatat transaksi Rp3.191,01 triliun pada Juli 2025, dengan rata-rata harian Rp138,74 triliun. Sejak Januari hingga Juli 2025, total volume transaksi derivatif dengan efek sebagai aset dasar mencapai 655.632 lot, bernilai Rp4.500,10 triliun. Di bursa karbon, sejak diluncurkan pada 26 September 2023 hingga 31 Juli 2025, tercatat 116 pengguna jasa dengan total volume 1.599.357 tCO2e dan nilai Rp77,95 miliar.

Tata Kelola dan Pengawasan Pasar Modal

Indonesia mencatat kemajuan signifikan dalam ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) 2025, dengan kenaikan skor rata-rata nasional sebesar 9%, tertinggi di ASEAN. Empat emiten Indonesia masuk dalam Top 50 ASEAN, dengan dua emiten perbankan berada di 10 besar. Jumlah perusahaan Indonesia dalam ASEAN Asset Class meningkat dari 9 menjadi 23, mencerminkan penguatan tata kelola, transparansi, dan keberlanjutan.

Pada periode 20 Maret–31 Juli 2025, 45 emiten melaporkan rencana buyback senilai Rp26,52 triliun, dengan realisasi Rp3,7 triliun oleh 36 emiten. OJK juga menegakkan aturan dengan sanksi administratif pada Juli 2025, termasuk denda Rp8,63 miliar kepada 19 pihak, 6 peringatan tertulis, 1 perintah tertulis, dan pencabutan izin usaha dua perusahaan efek. Sepanjang 2025, sanksi administratif meliputi denda Rp19,41 miliar kepada 33 pihak, pencabutan izin usaha 4 perusahaan efek, dan 304 sanksi denda serta 90 peringatan tertulis untuk pelaku usaha jasa keuangan. ***

Tags: #IHSG#Pertumbuhan EkonomiBursa KarbonBuybackDerivatif KeuanganojkPasar Modalsanksi administratifsektor jasa keuanganTata Kelola
 
 
 
 
Sebelumnya

Bank Mandiri Rombak Formasi Pimpinan, Riduan Ditunjuk Jadi Direktur Utama

Selanjutnya

Sektor Asuransi dan Dana Pensiun Tumbuh Stabil, OJK Perketat Pengawasan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

oleh Sandy Romualdus
20 Februari 2026 - 19:31

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengambil langkah tegas terhadap praktik manipulasi pasar yang melibatkan pegiat media sosial. Otoritas resmi...

Gadai Emas Syariah

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

oleh Sandy Romualdus
20 Februari 2026 - 16:03

Stabilitas.id – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri mulai membongkar jaringan pencucian uang terkait aktivitas penambangan emas tanpa...

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

oleh Sandy Romualdus
20 Februari 2026 - 15:53

Stabilitas.id – Arus modal asing (capital inflow) yang diproyeksikan masuk ke pasar modal Indonesia berpotensi menembus angka US$70 miliar atau...

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:43

Stabilitas.id – Bank Indonesia (BI) melaporkan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) sepanjang 2025 membukukan defisit sebesar US$7,8 miliar. Realisasi ini berbalik...

Purbaya: Kebijakan Pro-Growth Berhasil Balikkan Arah Ekonomi, Fondasi 2026 Lebih Kuat

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:38

Stabilitas.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), prajurit TNI,...

Strategi Transisi Ekonomi: Menkeu Purbaya Siapkan Stimulus ‘Habis-habisan’ di Kuartal I/2026

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:30

Stabilitas.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah belum berencana menaikkan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 atau pajak...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Puncak BIK 2025: Ribuan Warga Banyumas Dapat Akses Keuangan Baru dari LJK

    OJK Tunjuk Friderica sebagai ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

HPSN 2026: BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah, Perkuat Komitmen Tumbuh Berkelanjutan

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Sektor Jasa Keuangan Tetap Resilien, Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Sektor Asuransi dan Dana Pensiun Tumbuh Stabil, OJK Perketat Pengawasan

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance