• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Finance

Setelah Perbankan Mengeruk Laba

by Sandy Romualdus
19 September 2012 - 00:00
16
VIEWS
Menumbuhkan yang Khas dari Indonesia
0
SHARES
16
VIEWS

 

 

  • Baca juga: Himpun Dana Lebih dari Rp5 Miliar di FinFest 2026, OJK Apresiasi Bank Jakarta Dorong Inklusi Keuangan

Untung besar sudah didapat, sekarang waktunya perbankan bekerja keras memperbesar akses masyarakat kepada lembaga itu. Permintaan itu memang sengaja ditujukan kepada bank-bank yang ada di Indonesia. Ya, setelah selalu berhasil meraup laba dalam enam tahun terakhir, bahkan dengan pertumbuhan yang fantastis, pengelola perbankan diminta untuk meningkatkan inklusi keuangan.

BERITA TERKAIT

Himpun Dana Lebih dari Rp5 Miliar di FinFest 2026, OJK Apresiasi Bank Jakarta Dorong Inklusi Keuangan

Jakarta Financial Festival 2026: Bank Jakarta Dinobatkan Jadi PUJK Literasi Keuangan Teraktif

Kredit Tembus Rp1.605 Triliun, Laba Bersih Bank Mandiri Melesat 20,7 Persen di Kuartal III/2026

Transformasi Digital dan Perang Talenta: Strategi BTN Merebut Takhta Bank Konsumer Terbesar

Hingga saat ini, berdasarkan survei yang dilakukan Bank Indonesia, baru ada 32 persen penduduk dari lebih dari 230 ribu orang di Indonesia yang memiliki rekening tabungan di bank. Malahan dilihat dari sisi akses pinjaman angkanya lebih kecil lagi. Baru sebanyak 19,58 persen penduduk yang sudah pernah meminjam uang di bank.

Sementara, berdasarkan data World Bank, 60 persen atau sekitar sekitar 161,3 juta orang dewasa di Indonesia saat ini belum menggunakan jasa perbankan dan layanan keuangan resmi. Jika dirasiokan, hanya ada sekitar 8 bank dan institusi keuangan per 100.000 orang dewasa di Indonesia.

Isu untuk memperbesar akses penduduk dunia kepada lembaga keuangan sebenarnya sudah muncul sejak lebih dari lima tahun belakangan. Bahkan untuk mempercepat terwujudnya inklusi keuangan, sempat terlontar ide untuk memberi setiap anak yang baru lahir di dunia nomor rekening bank online dengan jumlah dana 100 dollar AS di dalamnya. Tujuan dari kampanye yang disebut @ FinancialAccess Birth (FAB) itu adalah untuk melakukan sesuatu tentang fakta bahwa penduduk setengah dunia tidak memiliki akses ke layanan keuangan utama. Membuka account untuk bayi telah dicoba sebelumnya di negara-negara kaya seperti Inggris, Kanada dan Korea Selatan.

Sementara di Indonesia sendiri, bank sentral melancarkan program yang dinamakan Tabunganku sejak 2010. Potensi besar yang diwakili jumlah penduduk yang sangat banyak namun masih sedikit yang menggunakan instrumen perbankan, membuat otoritas meluncurkan kampanye itu. Program itu sengaja dibuat agar orang-orang yang selama ini belum memiliki rekening di bank dapat memilikinya dengan syarat dan ketentuan yang dipermudah. Harapannya, makin banyak yang memiliki tabungan maka akan makin besar akses mereka untuk menggunakan produk-produk perbankan.

Meski demikian, setelah hampir dua tahun program itu digulirkan, hasil yang diinginkan belum juga tercapai. Direktur Eksekutif Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia, Mulya E Siregar mengatakan, sejak dilaksanakannya program inklusi keuangan pada tahun 2010, akses masyarakat terhadap perbankan masih minim.

Data hingga Juni, penetrasi produk TabunganKu sejak diluncurkan pada awal 2010, tercatat telah memiliki 2,5 juta rekening dengan nominal dana simpanan mencapai Rp2,75 triliun. Hasil itu jelas hanya seujung kuku jika dibandingkan jumlah rekening nasabah perbankan Indonesia yang mencapai lebih 101,5 juta rekening dengan nominal dana simpanan lebih dari Rp 2.895 triliun.

Bisa jadi hasil yang jauh dari harapan itu disebabkan karena program itu kurang memiliki daya dorong yang kuat mengingat inisiatif itu hanya dari BI sementara bank hanya mengikuti tanpa ada upaya ekstra. Oleh karena itu, perbankan harus didesak untuk berperan untuk menyukseskan kampanye inklusi keuangan ini. “Perbankan harus menjadi motor penggerak inklusi keuangan ini,” kata Mulya.

  • Baca juga: Jakarta Financial Festival 2026: Bank Jakarta Dinobatkan Jadi PUJK Literasi Keuangan Teraktif

Menurut dia, ada dua peran utama bank untuk mendorong inklusi keuangan. Pertama, bank harus terus melakukan edukasi publik, sehingga masyarakat menjadi melek finansial (financial literacy). Kedua adalah bangun jaringan distribusi, seperti kantor cabang. Selain itu juga dibutuhkan investasi teknologi yang kuat. “Pembukaan kantor cabang saja tidak cukup jangkau seluruh masyarakat. Diperlukan teknologi. Dan teknologi di dalam negeri masih rendah. Oleh karena itu perlu adanya kerjasama perbankan dengan perusahaan telekomunikasi,” jelas Mulya.

Utamakan Inklusi Keuangan

Kalangan perbankan tentu akan berpikir dua kali sebelum menerima permintaan dari bank sentral untuk memperluas akses perbankan. Kondisi perekonomian yang ketat saat ini karena masih di bawah ancaman krisis global akan menjadi alasan bank untuk menunda perluasan program inklusi keuangan. Perbankan tentu lebih memilih efisiensi daripada memenuhi keinginan bank sentral sehingga permintaan untuk memperluas jaringannya akan tertunda.

Akan tetapi, sikap itu seharusnya menjadi pilihan pelaku perbankan. Sebagai salah satu motor penggerak kegiatan ekonomi, bank-bank harus mendahulukan pelaksanaan inklusi keuangan daripada efisiensi. Hal ini bertujuan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan. “Bank harus melakukan inklusi keuangan terlebih dulu dibandingkan efisiensi,” ujar peniliti peneliti senior Center for Information and Development Studies (CIDES), Umar Juoro.

Komisaris Independen Bank BII Maybank itu menilai, keengganan perbankan untuk memperluas nasabahnya ke seluruh lapisan masyarakat karena bank sudah sangat nyaman dengan kondisi sekarang ini. “Dengan jumlah nasabah yang ada saat ini saja, bank-bank sudah memperoleh keuntungan.”

Sehingga, jika bank harus mengeluarkan biaya tambahan untuk berekspansi meningkatkan jumlah nasabah maka hal itu tentu tidak akan menjadi opsi mendesak buat mereka.

Namun begitu, bank tetap bisa menerapkan program inklusi keuangan tanpa harus terbebani biaya yang tinggi dengan melakukan strategi layanan mobile phone dan branchless banking. “Sebenarnya perbankan dapat melakukan inklusi keuangan melalui mobile phone dan branchless,” ujar Umar.

Sementara itu Direktur Utama Bank BNI Gatot M Suwondo mengatakan, bank harus menjadi motor penggerak inklusi keuangan. Bank dapat membantu memperbesar akses masyarakat terhadap perbankan dengan bersinergi. “Sinergi itu bisa berupa antarbank dan antarlembaga keuangan mikro dengan lembaga nonkeuangan, termasuk asosiasi dan komunitas dalam rangka pemberdayaan masyarakat untuk berhubungan dengan lembaga keuangan formal,” ujar dia.

Namun program inklusi keuangan bukanlah kampanye yang mudah untuk diwujudkan dan karena itu dibutuhkan strategi khusus dengan beberapa target khusus. Menurut Gatot, semua strategi dalam program financial inclusion harus mencapai beberapa indikator utama. Pertama keberhasilan akses, yang menggambarkan kemampuan dan keterjangkauan masyarakat dalam menggunakan lembaga keuangan formal.

  • Baca juga: Kredit Tembus Rp1.605 Triliun, Laba Bersih Bank Mandiri Melesat 20,7 Persen di Kuartal III/2026

Kedua, pemakaian yang menggambarkan tingkat penggunaan masyarakat terhadap jasa dan produk keuangan formal. Ketiga, kualitas yang menggambarkan kesesuaian antara produk yang ditawarkan oleh lembaga keuangan formal dengan yang diinginkan oleh masyarakat selaku nasabah.

Dan keempat, kesejahteraan yang menggambarkan implikasi atau dampak langsung dan tidak langsung dari penyediaan produk/jasa keuangan yang mudah diakses terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. “Apabila keempat indikator utama keberhasilan program financial inclusion di atas dapat dicapai, maka dapat diartikan perbankan nasional telah memberi kontribusi dan sumbangsih yang nyata kepada masyarakat, bangsa dan negara,” kata Gatot

 
 
 
 
 
Previous Post

Ketika Perbankan Mulai Panas

Next Post

BII Jalin Kemitraan Strategis dengan Ogaki Kyoritsu Bank

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Himpun Dana Lebih dari Rp5 Miliar di FinFest 2026, OJK Apresiasi Bank Jakarta Dorong Inklusi Keuangan

Himpun Dana Lebih dari Rp5 Miliar di FinFest 2026, OJK Apresiasi Bank Jakarta Dorong Inklusi Keuangan

by Sandy Romualdus
25 Oktober 2026 - 08:06

OJK mengapresiasi kesuksesan FinFest 2026 yang menghimpun dana Rp5 miliar, di mana Bank Jakarta menyabet predikat Booth Teredukatif dan Teratraktif....

Jakarta Financial Festival 2026: Bank Jakarta Dinobatkan Jadi PUJK Literasi Keuangan Teraktif

Jakarta Financial Festival 2026: Bank Jakarta Dinobatkan Jadi PUJK Literasi Keuangan Teraktif

by Sandy Romualdus
24 Oktober 2026 - 15:20

Bank Jakarta meraih Anugerah Digitalisasi Pasar Inklusif 4.0 sebagai PUJK Literasi Keuangan Teraktif 1 pada ajang Jakarta Financial Festival 2026...

Kredit Tembus Rp1.605 Triliun, Laba Bersih Bank Mandiri Melesat 20,7 Persen di Kuartal III/2026

Kredit Tembus Rp1.605 Triliun, Laba Bersih Bank Mandiri Melesat 20,7 Persen di Kuartal III/2026

by Stella Gracia
23 Oktober 2026 - 17:05

Bank Mandiri membukukan laba bersih konsolidasi Rp45,5 triliun pada kuartal III 2026, tumbuh 20,7 persen ditopang kredit ekosistem dan transaksi...

Transformasi Digital dan Perang Talenta: Strategi BTN Merebut Takhta Bank Konsumer Terbesar

Transformasi Digital dan Perang Talenta: Strategi BTN Merebut Takhta Bank Konsumer Terbesar

by Sandy Romualdus
23 Oktober 2026 - 16:47

Simak strategi agresif Direksi Bank BTN mengakselerasi transformasi digital, mencetak talenta global, dan memperluas ekosistem bisnis perbankan konsumer. Stabilitas.id -...

BNI (BBNI) Serap USD700 Juta dari Global Bond, Oversubscribe hingga 3,6 Kali

Sikapi Dinamika Bursa, BNI Pacu Aksi Buyback Terukur Berlandaskan Aset Rp1.434 Triliun

by Sandy Romualdus
23 Oktober 2026 - 15:33

BNI melanjutkan aksi buyback saham dan mencermati peluang perpanjangan periode pelaksanaan, ditopang aset Rp1.434,1 triliun dan laba Rp14,33 triliun. Stabilitas.id...

Tawarkan 5.000 Aset Properti: BRI Gelar Gebyar Lelang Serentak Nusantara dan Siapkan KPR 25 Tahun

Redam Volatilitas Pasar, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

by Stella Gracia
23 Oktober 2026 - 15:16

BRI menyiapkan aksi buyback saham Tahap II sebesar-besarnya Rp1 triliun hingga Januari 2027 guna menjaga nilai saham di tengah volatilitas...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Himpun Dana Lebih dari Rp5 Miliar di FinFest 2026, OJK Apresiasi Bank Jakarta Dorong Inklusi Keuangan

Jakarta Financial Festival 2026: Bank Jakarta Dinobatkan Jadi PUJK Literasi Keuangan Teraktif

Kredit Tembus Rp1.605 Triliun, Laba Bersih Bank Mandiri Melesat 20,7 Persen di Kuartal III/2026

Transformasi Digital dan Perang Talenta: Strategi BTN Merebut Takhta Bank Konsumer Terbesar

Sikapi Dinamika Bursa, BNI Pacu Aksi Buyback Terukur Berlandaskan Aset Rp1.434 Triliun

Di Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Janji Siapkan Pembiayaan Rakyat Rp400 Triliun

OJK Tegaskan Sanksi Denda Rp2,1 Triliun Bukan Akhir, Buka Peluang Jerat Pidana Pasar Modal

Redam Volatilitas Pasar, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

Perkuat Diplomasi Ekonomi, BRI Dorong Korporasi dan UMKM Lokal Masuk Rantai Pasok Global

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Harga Keekonomian Premium Rp 8.022

RP 16 T Untuk Tambahan Kuota BBM Subsidi

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance