Jakarta – Penyedia layanan telekomunikasi berbasis CDMA (code division multiple access), Smartfren, menargetkan jumlah pelanggan akan mencapai 10 juta pelanggan pada akhir tahun 2012. Pada awal tahun ini, jumlah pelanggan operator yang satu ini tercatat mencapai 7,6 juta pelanggan.
"Kami menargetkan jumlah pelanggan akhir tahun ini dapat mencapai 10 juta pelanggan, dari sekitar 8 juta pelanggan saat ini," kata Direktur Keuangan PT Smartfren Telecom Tbk (Smartfren) Anthony Susilo di Jakarta, Kamis (10/5).
Ia menuturkan, penambahan jumlah pelanggan tersebut akan mendorong pendapatan Smartfren mencapai Rp2 triliun atau dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Ia menjelaskan, kontribusi terbesar dari pendapatan tersebut ditarget berasal dari pelanggan data Smartfren. “Sekitar 60% kontribusi dari data,” katanya.
BERITA TERKAIT
Direktur Smartfren Merza Fachys menambahkan, pihaknya menargetkan dapat mencapai 5 juta pelanggan data dari estimasi 10 juta pelanggan hingga akhir tahun ini. Perusahaan akan tetap menggunakan pola tarif unlimited di layanan data, karena kapasitas layanan datanya masih besar, yakni lima kanal di frekuensi 1900 MHz dan empat kanal di frekuensi 800 MHz. Pada 2011 Smartfren mengklaim memiliki 8 juta pelanggan di mana 1,8 juta pelanggan merupakan pengguna data.
Merza mengatakan perusahaan leluasa menyediakan layanan data karena didukung ketersediaan kanal frekuensi yang besar. Ketersediaan kanal yang besar itu berbeda dengan kondisi lima operator seluler yang kekurangan sumber daya frekuensi untuk menggelar layanan data. Lima operator seluler masing-masing hanya memiliki dua kanal untuk menggelar layanan 3G di Indonesia.
Untuk mendukung target tersebut, perusahaan menargetkan memiliki sebanyak 6.200 base transceiver station (BTS) berteknologi evolution data optimized (EVDO) Revision B pada tahun ini. Perusahaan juga menyiapkan belanja modal sekitar US$ 200 juta untuk membangun infrastruktur jaringan, seperti melanjutkan pembangunan jaringan inti, BTS, transmisi, akses link, dan sewa bandwidth.
"Kami menggunakan tujuh kanal untuk layanan data sehingga tidak ada masalah untuk menyediakan layanan unlimited kepada para pelanggan," jelasnya.
Menurut Merza, peningkatan jumlah pelanggan data Smartfren akan didorong oleh pertumbuhan penetrasi internet di Indonesia. Saat ini sebagian besar pelanggan data Smartfren menggunakan perangkat modem untuk mengakses internet. Perusahaan menargetkan pendapatan sekitar Rp 2 triliun pada tahun ini, naik dua kali lipat dari estimasi pendapatan tahun lalu yang sebesar Rp 1 triliun. Perusahaan menargetkan pendapatan data berkontribusi di atas 50% terhadap pendapatan usaha tahun ini.
Sementara itu, Smartfren kembali menunjukkan apresiasi bagi pelanggannya dengan menggelar program Rejeki Smartfren II. Dalam program ini pelanggan prabayar maupun pascabayar dapat mengikuti program apresiasi berhadiah miliaran rupiah dengan cukup melakukan pengisian ulang 222 dan membayar tagihan minimum sebesar Rp5000.
Head of Interactive Appreciation Smartfren Syachriza Wargakusuma menuturkan, sayembara tersebut berlangsung pada periode 3 Meo-31 Desember 2012. "Pelanggan merupakan aset terpenting bagi kami. Kami ingin memberikan manfaat dan nilai tambah kepada mereka sebagai wujud terima kasih kami," ujarnya.
Seluruh pelanggan Smartfren yang dapat berkesempatan memenangkan hadiah bulanan berupa 3000 pulsa bernilai Rp50.000, 2000 pulsa bernilai Rp100.000, 250 unit ponsel Smartfren, 10 unit Blackberry Smartfren, 5 TV LED Samsung, 4 IPad 16 Giga WIFI dan 2 buah sepeda motor Yamaha.
Selain itu pelanggan juga berkesempatan memenangkan hadiah grand prize yang akan diundi sebanyak 2 kali pada bulan ke-4 dan ke-8 untuk mendapatkan 4 unit Daihatsu Xenia. "Juga hadiah super grandprize berupa 4 logam mulai masing-masing seberat 1/2 Kg (500 gram)," terangnya

















