Stabilitas.id – CIMB Group Holdings Berhad (CIMB Group) resmi mempercepat ekspansi pada segmen affluent dan wealth management di kawasan ASEAN. Langkah strategis ini merupakan pilar utama dari visi Forward30 guna memperkuat basis dana simpanan sekaligus mengoptimalkan peluang cross-sell di pasar regional.
Raksasa perbankan asal Malaysia ini memproyeksikan populasi affluent di Asia Tenggara akan tumbuh konsisten sebesar 5% hingga 6% per tahun, hingga mencakup 70% dari total populasi pada 2030.
CEO Group Consumer Banking CIMB, Haniz Nazlan, menyatakan bahwa peningkatan pendapatan dan kewirausahaan lintas generasi di ASEAN memicu kebutuhan finansial yang semakin kompleks.
BERITA TERKAIT
“Ambisi kami adalah meningkatkan Wealth Asset Under Management (AUM) serta pendapatan dari lini wealth dan cross-sell pada 2030. Kami menargetkan kontribusi pendapatan non-bunga (Non-Interest Income/NOII) dapat terjaga di level 33% hingga 34%,” ujar Haniz dalam keterangan resminya, Rabu (8/4/2026).
Untuk mendukung proposisi kekayaan tersebut, CIMB mengintegrasikan layanan konsultasi berbasis data dengan teknologi kecerdasan buatan (AI). Perangkat berbasis AI ini dibekalkan kepada tim frontliner untuk memberikan rekomendasi alokasi aset secara real-time kepada nasabah.
Selain itu, CIMB memposisikan Singapura sebagai hub wealth utama di ASEAN. Kehadiran kuat di Negeri Singa tersebut memungkinkan CIMB untuk Menjawab kebutuhan investasi lintas batas (cross-border) dan global, menyediakan basis treasury bagi perusahaan multinasional, dan memfasilitasi pembiayaan ekspansi di Kawasan Ekonomi Khusus Johor-Singapura (JS-SEZ).
Kinerja Dana Murah (CASA) Solid
Implementasi strategi yang berfokus pada simpanan nasabah bernilai tinggi ini mulai menunjukkan hasil positif. Hingga Desember 2025, total deposit grup tumbuh 5,4% (yoy) menjadi RM524,4 miliar.
Secara spesifik, dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) mencatatkan pertumbuhan 1,6% (yoy) menjadi RM224,1 miliar. Pencapaian ini membawa rasio CASA Grup berada di level yang kuat, yakni 42,7%, yang sekaligus menjadi sumber pendanaan stabil bagi ekspansi kredit perseroan.
Dengan jaringan ritel yang tersebar luas di pasar utama ASEAN termasuk Indonesia, Malaysia, dan Thailand, CIMB berada pada posisi solid untuk menangkap pertumbuhan kekayaan di kawasan ini. Fokus pada layanan personal dan solusi proteksi warisan diharapkan menjadi pembeda utama CIMB dalam memperebutkan pangsa pasar perbankan prioritas di kuartal II/2026. ***
















