JAKARTA, Stabilitas.id – Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/ The Fed) menaikkan suku bunga acuan sebanyak 25 basis poin dan menjadi level tertingginya dalam 16 tahun terakhir.
Hingga kini, suku bunga acuan berkisar antara 5% hingga 5,25% dan akan menjadi kenaikan yang terakhir untuk saat ini.
Dilansir dari BBC, Bank Sentral Eropa juga menaikkan suku bunganya sebesar 0,25 poin dan menjadi jumlah yang lebih kecil dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.
BERITA TERKAIT
Kenaikan suku bunga menyebabkan naiknya biaya kredit yang signifikan, menimbulkan perlambatan di sektor penting, seperti perumahan, dan berperan dalam kegagalan tiga bank di Amerika Serikat (AS) baru-baru ini.
“Kami tidak lagi mengatakan bahwa kami mengantisipasi” kenaikan suku bunga tambahan,” ungkap ketua Federal Reserve, Jerome Powell usai pengumuman.
Selain itu, untuk membeli rumah dan melakukan pinjaman bisnis akan lebih mahal dari sebelumnya. Hal tersebut menyebabkan para pebisnis memprediksikan turunnya permintaan dan harga.
Disisi lain, tingkat penerimaan tenaga kerja tetap tinggi dan angka pengangguran yang rendah, membuat AS optimis dalam menghadapi ancaman resesi.
Dalam penutupnya, Jerome mengatakan, bank akan mencapai tahap dimana kenaikan suku bunga akan dihentikan, namun tetap harus Bersiap-siap untuk mengambil langkah lebih jika diperlukan.***

















