• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Selasa, Oktober 20, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi Industri

Tahun 2024, SCG Berhasil Kelola EBITDA Mencapai Rp24,13 Triliun

by Stella Gracia
7 Februari 2025 - 16:54
15
VIEWS
Tahun 2024, SCG Berhasil Kelola EBITDA Mencapai Rp24,13 Triliun
0
SHARES
15
VIEWS

JAKARTA, Stabilitas.id – SCG, selaku pemimpin bisnis regional, mencatat nilai Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization atau EBITDA sebesar Rp24,13 triliun (1.528 juta USD) di kuartal IV 2024. Pencapaian ini didorong oleh pengelolaan biaya yang ketat, percepatan pengiriman High-Value Added Products & Services (HVA), serta pengurangan modal kerja secara berkelanjutan, investasi pada proyek-proyek dengan imbal hasil tinggi dan cepat, ditambah dengan utang yang mengalami penurunan dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Yakin dengan kesehatan keuangan yang kuat, SCG berada dalam posisi yang strategis untuk mengoptimalkan peluang dari pemulihan ekonomi regional di tahun 2025.

Thammasak Sethaudom, Presiden dan CEO SCG dalam siaran pers (7/2/2025) mengatakan bahwa pada tahun 2024, SCG berhasil mengelola EBITDA secara efektif, mencapai Rp24,13 triliun (1.528 juta USD), setara dengan tingkat pada tahun 2023. Hal ini didorong oleh adaptasi SCG terhadap berbagai tantangan, termasuk perlambatan siklus petrochemical, ketegangan geopolitik, fluktuasi biaya energi, serta suku bunga yang tinggi. Meskipun perusahaan dihadang dengan berbagai tantangan tersebut, SCG tetap mampu menjaga kekuatan finansialnya serta memastikan imbal hasil yang berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham.

  • Baca juga: Dorong Green Manufacturing, SCG Hadirkan Solusi Perpipaan Berbasis Ekonomi Sirkular

SCG terus berkomitmen untuk memperkuat kesehatan finansialnya dengan mempertahankan EBITDA yang kuat sebagai prinsip utama dalam pengelolaan bisnis. Perusahaan telah menerapkan berbagai langkah penguatan yang diumumkan pada akhir Q3/2024, dengan hasil yang signifikan: 1) Pengelolaan dana operasional telah yang diturunkan sekitar Rp2,9 triliun (183 juta USD) dibandingkan tahun lalu 2) Restrukturisasi aktivitas operasional dan bisnis, termasuk dengan menghentikan bisnis yang kurang optimal di tahun 2024 untuk meningkatkan efisiensi operasional 3) Controlled capital expenditures (CAPEX) yang memprioritaskan proyek dengan keuntungan yang tinggi dan cepat. Alhasil, utang bersih perusahaan turun sebesar Rp7,9 triliun (494 juta USD) dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, dengan rasio utang bersih terhadap ekuitas sebesar 0,7 kali. Posisi keuangan SCG tetap kuat dan stabil, dengan cadangan kas pada akhir tahun sebesar Rp25.2 triliun (1,570 juta USD).

BERITA TERKAIT

Dorong Green Manufacturing, SCG Hadirkan Solusi Perpipaan Berbasis Ekonomi Sirkular

Hadapi Krisis Global, SCG Aktifkan War Room dan Pangkas Biaya Operasional Rp3,4 Triliun

Dukung Indonesia Emas 2045, SCG Buka Beasiswa Sharing the Dream 2026

Kinerja Ekspor Naik 18%, SIG Tetap Efisien dan Cuan di Kuartal III 2025

Pada Q4/2024, pendapatan dari penjualan mencapai Rp58,3 triliun (3.698 juta USD), meningkat sebesar 2% dibandingkan kuartal sebelumnya, didukung oleh peningkatan volume penjualan dari SCGC. Namun, perusahaan mencatat kerugian sebesar Rp229 miliar (15 juta USD) untuk kuartal tersebut, dibandingkan dengan laba sebesar Rp318 miliar (20 juta USD) pada kuartal sebelumnya, yang terutama disebabkan oleh kinerja Long Son Petrochemicals (LSP) serta pengakuan penuh biaya penyusutan untuk proyek tersebut.

Per 31 Desember 2024, total aset SCG mencapai Rp407,66 triliun (25.364 juta USD), dengan aset di ASEAN (tidak termasuk aset di Thailand) sebesar Rp186 triliun (11.580 juta USD), atau setara dengan 46% dari total aset konsolidasian SCG.

Untuk SCG di Indonesia, perusahaan melaporkan pendapatan dari penjualan di Indonesia untuk tahun fiskal 2024 sebesar Rp17,4 triliun (1.099 juta USD), menandakan peningkatan sebesar 8% secara tahunan (year-on-year), yang dipacu oleh pertumbuhan pendapatan di SCG Chemicals (SCGC), khususnya dari ekspor Thailand dan LSP di Vietnam ke Indonesia.

Pada Q4/2024, pendapatan dari penjualan di Indonesia mencapai Rp4.36 triliun (277 juta USD), menunjukkan penurunan sebesar 1% secara tahunan, yang dipengaruhi oleh SCG Distribution and Retail, SCG Cement and Green Solution, dan SCGP.

  • Baca juga: Hadapi Krisis Global, SCG Aktifkan War Room dan Pangkas Biaya Operasional Rp3,4 Triliun

Memanfaatkan Peluang Pemulihan Ekonomi Regional

SCG berada dalam posisi yang strategis untuk mengoptimalkan peluang dari pemulihan ekonomi regional. Pertumbuhan ini didukung oleh daya beli domestik yang kuat serta investasi asing yang meningkat, yang merupakan faktor positif bagi bisnis yang terkait dengan material konstruksi.

SCG Distribution & Retail mempercepat ekspansi bisnis perdagangan modern untuk material konstruksi dan bangunan melalui Mitra 10 di Indonesia, yang telah memiliki 56 cabang di tahun 2024 untuk melayani lebih dari 1 juta pelanggan per bulan, dengan target untuk mencapai 100 cabang pada tahun 2030. Sementara itu, SCGP disiapkan untuk mengoptimalkan peningkatan konsumsi di ASEAN serta meningkatnya permintaan kertas kemasan.

Untuk SCG Chemicals (SCGC), industri petrochemicals di kawasan ASEAN terus menghadapi persaingan yang meningkat pada tahun 2024 yang disebabkan oleh penambahan kapasitas produksi baru, sementara permintaan melemah sebagai dampak dari perlambatan ekonomi di Tiongkok. Perusahaan merespons dengan mempercepat upaya untuk mendorong High-Value Added Products & Services (HVA) serta mengelola EBITDA, biaya, serta dana operasional secara teliti guna memastikan daya saing yang berkelanjutan.

Memasuki tahun 2025, siklus petrochemicals secara perlahan mulai stabil, dan harga minyak diperkirakan akan menurun. SCGC berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan EBITDA serta biaya. SCG Cement & Green Solutions tengah mempercepat ekspor of Low Carbon Cement, dengan proyeksi volume ekspor mencapai sekitar 1 juta ton tahun ini.

  • Baca juga: Dukung Indonesia Emas 2045, SCG Buka Beasiswa Sharing the Dream 2026

Sementara itu, SCG Decor telah mengekspor ubin X-Porcelain berkekuatan tinggi yang mendapatkan respons positif, serta menargetkan pertumbuhan ekspor dua kali lipat tahun ini. SCG Cleanergy akan memproduksi dan mendistribusikan 548 MW tenaga surya pada tahun 2024, menandai peningkatan sebesar 21,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan akan memperluas kapasitas produksi energi bersihnya hingga sekitar 3.500 MW pada tahun 2030.

“SCG akan terus beradaptasi dan berekspansi ke pasar baru. Kami yakin bahwa pada tahun 2025, kami akan mempertahankan pengelolaan EBITDA yang kuat sekaligus memastikan komitmen berkelanjutan terhadap kepentingan para pemegang saham,” tutup Thammasak.

Tags: EBITDApetrochemicalSCG
 
 
 
 
 
Previous Post

Kembangkan UMKM Berdaya Saing Global, BRI Gelar Pengusaha Muda Brilian 2024

Next Post

Ciputra Life Perbesar Alokasi Investasi ke Pendapatan Tetap hingga 50%

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Employee Volunteering Day 2026: Ratusan Karyawan CIMB Niaga Turun Tangan Benahi Ruang Publik

Jaga Rasionalitas Pasar, OJK dan BEI Serap Masukan Pelaku Pasar Modal

by Stella Gracia
19 Oktober 2026 - 08:43

OJK dan SRO menggelar dialog konsolidasi bersama pelaku pasar modal, analis, dan finfluencer guna memperkuat integritas pasar dan rasionalitas investor....

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 19:53

Hans Kwee menilai bursa RI mustahil turun kelas ke Standalone Market di tengah pendapatan emiten kuartal II/2026 yang tumbuh 13,31...

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 19:45

OJK menjatuhkan denda rekor total Rp2,1 triliun kepada DSSA, BREN, dan CUAN atas pelanggaran manipulasi pasar dan penjatahan semu penawaran...

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 11:34

MSCI mengusulkan penurunan status bursa saham Indonesia langsung ke Standalone Market akibat isu transparansi free float dan dugaan transaksi terkoordinasi....

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 10:33

Rupiah terperosok ke level Rp18.000 per dolar AS bersamaan dengan trading halt IHSG, Bank Indonesia gelar intervensi terpadu di pasar...

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 09:19

IHSG dibuka anjlok 8,01 persen ke level 5.393,92 pada Jumat (16/10/2026), memicu penghentian sementara perdagangan BEI akibat sentimen usulan MSCI...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Bantu Pemulihan Gempa NTT, AAJI Kucurkan Donasi Rp315 Juta dan 60 Polis Asuransi Mikro

Danantara Inisiasi DTIIF 2026, Tarik Modal Global dan Pacu Transformasi 6 Sektor Industri

Sasar Pekerja Muda, Bank BSN Rilis KPR DP 1 Persen dengan Tenor 40 Tahun

Masuk 3 Besar BUMN Layanan Terbaik, BRI Pacu Transformasi BRIVolution Reignite

Pimpin Transformasi Ekosistem UMKM, Hery Gunardi Dinobatkan Best CEO BIFA 2026

Dorong Generasi Muda Cermat Berfinansial, BRI Hadirkan Gerai CERDAS PeKA di FEB Unair

Dukung Pertumbuhan Korporasi, CIMB Niaga Rilis OCTOBIZ di Business Summit 2026

Jaga Rasionalitas Pasar, OJK dan BEI Serap Masukan Pelaku Pasar Modal

Employee Volunteering Day 2026: Ratusan Karyawan CIMB Niaga Turun Tangan Benahi Ruang Publik

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Ciputra Life Perbesar Alokasi Investasi ke Pendapatan Tetap hingga 50%

Ciputra Life Perbesar Alokasi Investasi ke Pendapatan Tetap hingga 50%

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance